melainkan media untuk memperkenalkan nilai, filosofi, sejarah, dan karakter budaya lokal
sekaligus memperkuat citra Wukirsari sebagai destinasi wisata budaya. Meskipun demikian,
representasi budaya belum sepenuhnya menjadi faktor utama dalam keputusan wisatawan
untuk menginap karena masih dipengaruhi oleh kenyamanan, kualitas fasilitas, harga,
aksesibilitas, dan promosi. Oleh karena itu, pengembangan homestay perlu diarahkan pada
keseimbangan antara pelestarian identitas budaya dan peningkatan kualitas akomodasi
melalui perbaikan fasilitas, pelayanan, serta promosi digital yang menonjolkan pengalaman
budaya, disertai pengembangan paket wisata berbasis budaya agar homestay mampu
meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendukung keberlanjutan Desa Wisata Wukirsari.
5. Daftar Pustaka
Andriansyah, M. D. (2024). Pengaruh modernisasi pada arsitektur tradisional. Jurnal Media
Akademik (JMA), 2(11). https://doi.org/10.62281/v2i11.1027
Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2019). Tourism: Principles and
Practice (6th ed.). Pearson.
Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). Literature Review Analisis Data Kualitatif: Tahap
Pengumpulan Data. Mitita Jurnal Penelitian, 1(3), Article 3.
Farhan, A., Malihah, E., & Andari, R. (2024). The Role of Homestays in Shaping the Identity
of Tourism Villages: A Case Study in Mekarlaksana Tourism Village. Satwika:
Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(1), 146-154.
https://doi.org/10/22210/satwika.v8i1.31329
Fikriyah, F. N., Koesoemadinata, M. I. P., & Trihanondo, D. (2024). Motif Batik sebagai
Representasi Budaya pada Revitalisasi Interior Gedung Sarinah Jakarta. Syntax
Literate Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(11), 6110–6119. https://doi.org/10.36418/syntax-
literate.v9i11.16913
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London:
Sage Publications.
Istiani. Y. (2013). Perkembangan Desa Wisata Batik Tulis Giriloyo yang Berbasis
Masyarakat (Kajian dari Sudut Pandang Ekonomi Masyarakat). Jurnal Dirgantara,
Vol 6, 39-50. https://doi.org/10.56521/manajemen-dirgantara.v6i2.94
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Pedoman Desa Wisata. Retrieved
from https://jadesta.kemenparekraf.go.id/getdata/file/Buku-Membangun-Desa.pdf
Kiswantoro, A., Sugiarto, S., Bahri, A. S., Hendratono, T., Susanto, D. R., Rohman, N., &
Irawati, N. (2024). A review of risk management in homestays. Ganaya Jurnal Ilmu
Sosial Dan Humaniora, 7(1), 73–88. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i1.2786
Lavenia, R., & Hidayati, R. (2024). Identifikasi Penerapan Prinsip Arsitektur Tradisional
Jawa Pada Objek Wisata Desa Kembang Arum. SIAR V 2024 : Seminar Ilmiah
Arsitektur.
Richards, G. (2018). Cultural Tourism: A Review of Recent Research and Trends. Journal of
Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21.
Ridwan, I. M., Yuliansyah, H., & Rahadi, P. F. (2024). Representasi kultural dalam desain
Rumah Julang Ngapak: Analisis semiotika pada rumah adat Sunda. Wacadesain, 5(2),
52–61.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta