PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
166
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap Partisipasi
Generasi Z Dalam Pelestarian Festival Pasola Sumba
Barat
Marselinus
Ngailu Peita
a,1
, Dwi Yoso Nugroho
b,2
, Danang Prasetyo
c,3
a,b,c
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia
Email: linusgallu127@gmail.com, stipram@stipram.ac.id, danangprasetyo@stipram.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 27 Juli 2026
Direvisi: 8 Agustus 2026
Disetujui: 17 Agustus2026
Tersedia Daring: 1 September 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi budaya terhadap
partisipasi Generasi Z dalam pelestarian Festival Pasola di Kabupaten Sumba Barat.
Festival Pasola merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan
spiritual bagi masyarakat Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden Generasi Z yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik,
regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh 22 butir pernyataan dinyatakan valid dengan nilai r-
hitung 0,449–0,775 lebih besar dari r-tabel 0,1966. Uji reliabilitas menghasilkan nilai
Cronbach’s Alpha sebesar 0,872 pada variabel persepsi dan 0,885 pada variabel
partisipasi. Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal, hubungan
antarvariabel linear, dan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Persepsi Generasi
Z terhadap Festival Pasola memperoleh grand mean 4,37 dengan kategori sangat
tinggi, sedangkan partisipasi memperoleh grand mean 4,29 dengan kategori sangat
tinggi. Hasil regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 3,325 + 0,775X +
e. Uji t memperoleh nilai 12,184 dengan signifikansi < 0,001, sehingga terdapat
pengaruh positif dan signifikan antara persepsi budaya terhadap partisipasi Generasi
Z. Nilai R² sebesar 0,034 menunjukkan bahwa persepsi menjelaskan 3,4% variasi
partisipasi, sedangkan 96,6% dipengaruhi faktor lain di luar model.
Kata Kunci:
Era Digital;
Festival Pasola;
Generasi Z;
Partisipasi;
Persepsi Budaya.
ABSTRACT
Keywords:
Cultural Perception;
Digital Era;
Generation Z;
Participation;
Pasola Festival.
This study aims to examine the influence of cultural perceptions on Generation Z’s
participation in preserving the Pasola Festival in West Sumba Regency. The Pasola
Festival is a cultural heritage with historical, social, and spiritual values for the people
of West Sumba. This research employed a quantitative approach using a survey method
involving 100 Generation Z respondents selected through purposive sampling. Data
were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive
analysis, classical assumption tests, simple linear regression, t-test, and coefficient of
determination. The results showed that all 22 questionnaire items were valid, with r-
values ranging from 0.449 to 0.775, exceeding the r-table value of 0.1966. The
reliability test produced Cronbach’s Alpha values of 0.872 for cultural perception and
0.885 for participation. The classical assumption tests indicated that the data were
normally distributed, the relationship between variables was linear, and there was no
heteroscedasticity. Generation Z’s cultural perception obtained a grand mean of 4.37,
categorized as very high, while participation obtained a grand mean of 4.29, also
categorized as very high. Simple linear regression resulted in the equation Y = 3.325 +
0.775X + e. The t-test produced a value of 12.184 with a significance level of <0.001,
indicating a positive and significant influence of cultural perception on Generation Z’s
participation. The R² value of 0.034 indicates that cultural perception explains 3.4% of
participation variation, while 96.6% is explained by other factors outside the research
model.
©2026, Marselinus Ngailu Peita, Dwi Yoso Nugroho, Danang Prasetyo
This is an open access article under CC BY-SA license
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
167
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
1. Pendahuluan
Sumba Barat merupakan wilayah yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan ritual adat
yang masih dipertahankan. Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumba
Barat adalah Festival Pasola. Pasola merupakan ritual adat berupa perang simbolik
antarpengendara kuda yang berkaitan dengan ungkapan syukur terhadap hasil panen serta
memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual. Perkembangan teknologi digital telah memperluas
informasi mengenai Pasola, tetapi pada saat yang sama menimbulkan tantangan dalam
mempertahankan nilai dan makna budaya agar tidak bergeser menjadi sekadar tontonan wisata.
Generasi Z memiliki posisi strategis dalam pelestarian budaya karena tumbuh sebagai
generasi yang dekat dengan teknologi dan media digital. Pemanfaatan media digital dapat
menjadi sarana untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, mempromosikan, dan
mengedukasi masyarakat mengenai Festival Pasola. Namun, keterlibatan generasi muda dalam
pelestarian budaya tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap teknologi, tetapi juga oleh
bagaimana mereka memahami, menilai, dan memandang budaya tersebut.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap budaya dapat
meningkatkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Penelitian
mengenai budaya Dikili, misalnya, menunjukkan bahwa persepsi positif Generasi Z dapat
meningkatkan kepedulian terhadap budaya lokal. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa
media digital dan interaksi melalui platform digital dapat mendukung keterlibatan Generasi Z
dalam pelestarian warisan budaya. Meskipun demikian, penelitian yang secara khusus menguji
pengaruh persepsi budaya terhadap partisipasi Generasi Z dalam pelestarian Festival Pasola di
Kabupaten Sumba Barat dengan pendekatan kuantitatif masih terbatas. Penelitian sebelumnya
lebih banyak membahas budaya lokal, media digital, atau keterlibatan generasi muda secara
deskriptif. Research gap tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian ini untuk memperoleh
bukti empiris mengenai hubungan antara persepsi budaya dan partisipasi Generasi Z dalam
pelestarian Festival Pasola.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi budaya terhadap partisipasi
Generasi Z dalam pelestarian Festival Pasola Sumba Barat di era digital. Penelitian ini diharapkan
memberikan kontribusi empiris dalam kajian pelestarian budaya berbasis partisipasi generasi
muda serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, lembaga kebudayaan,
masyarakat adat, dan pihak terkait dalam mengembangkan strategi pelestarian budaya yang
sesuai dengan karakteristik Generasi Z.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden
penelitian berjumlah 100 orang Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert. Dokumentasi digunakan sebagai data
pendukung berupa foto kegiatan Festival Pasola, dokumen terkait, literatur ilmiah, dan
dokumentasi proses pengumpulan data. Instrumen penelitian terdiri atas variabel persepsi
budaya (X) dan partisipasi Generasi Z (Y). Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Product
Moment Pearson, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Analisis data
dilakukan melalui analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, regresi
linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²).
3. Result and Discussion (Hasil dan Pembahasan)
Karakteristik Responden
Penelitian melibatkan 100 responden Generasi Z. Berdasarkan jenis kelamin,
responden perempuan berjumlah 63 orang atau 63%, sedangkan laki-laki sebanyak 37
orang atau 37%. Berdasarkan usia, mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–
27 tahun sebanyak 57 orang atau 57%, sedangkan kelompok usia 16–19 tahun sebanyak
42 orang atau 42%. Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden merupakan pelajar
atau mahasiswa sebanyak 88 orang atau 88%. Dari pendidikan terakhir, responden
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
168
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
dengan pendidikan SMA/SMK merupakan kelompok terbesar, yaitu 59 orang atau 59%,
diikuti pendidikan sarjana sebanyak 29 orang atau 29%. Karakteristik tersebut
menunjukkan bahwa responden didominasi oleh kelompok muda yang masih berada
dalam lingkungan pendidikan dan memiliki potensi untuk berperan dalam pelestarian
budaya.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Hasil uji validitas menunjukkan seluruh 22 butir pernyataan penelitian dinyatakan
valid karena nilai r-hitung berada pada rentang 0,449–0,775 dan lebih besar dari r-tabel
0,1966. Dengan demikian, seluruh item kuesioner dapat digunakan dalam analisis
penelitian. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,872 untuk
variabel persepsi budaya dan 0,885 untuk variabel partisipasi. Kedua nilai tersebut
berada di atas batas minimum 0,70, sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel
dan memiliki konsistensi yang baik.
Uji Asumsi Klasik
Uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai
Asymp. Sig. sebesar 0,123 > 0,05, sehingga residual dinyatakan berdistribusi normal. Uji
linearitas memperoleh nilai Deviation from Linearity sebesar 0,773 > 0,05, sehingga
hubungan antara persepsi budaya dan partisipasi dinyatakan linear. Uji
heteroskedastisitas dengan metode Glejser menghasilkan nilai signifikansi 0,067 > 0,05,
sehingga tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Dengan demikian, seluruh asumsi
klasik terpenuhi dan model regresi dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
Analisis Deskriptif
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel persepsi budaya memperoleh grand
mean sebesar 4,37, sehingga termasuk kategori sangat tinggi. Indikator dengan nilai
tertinggi adalah rasa bangga terhadap budaya lokal sebesar 4,59, sedangkan nilai
terendah adalah relevansi budaya bagi generasi muda sebesar 4,15. Temuan ini
menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki persepsi yang sangat positif terhadap Festival
Pasola, terutama dari aspek kebanggaan terhadap budaya lokal. Variabel partisipasi
memperoleh grand mean sebesar 4,29 dan termasuk kategori sangat tinggi. Nilai tertinggi
terdapat pada indikator mendukung kegiatan budaya lokal sebesar 4,48, sedangkan nilai
terendah terdapat pada kesediaan membuat konten digital tentang budaya lokal sebesar
4,09. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi Generasi Z sudah tinggi, tetapi keterlibatan
sebagai produsen konten digital masih perlu ditingkatkan.
Pengaruh Persepsi Budaya terhadap Partisipasi Generasi Z
Hasil regresi linear sederhana menghasilkan persamaan: Y = 3,325 + 0,775X + e
Koefisien regresi sebesar 0,775 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan
persepsi budaya akan meningkatkan partisipasi Generasi Z sebesar 0,775 satuan.
Koefisien yang bernilai positif menunjukkan bahwa semakin positif persepsi Generasi Z
terhadap nilai, makna, dan relevansi Festival Pasola, semakin tinggi pula partisipasi
mereka dalam pelestarian budaya. Hasil uji t memperoleh nilai t-hitung sebesar 12,184
dengan nilai signifikansi < 0,001, sedangkan t-tabel sebesar 1,984. Karena t-hitung > t-
tabel dan signifikansi < 0,05, maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, terdapat
pengaruh positif dan signifikan antara persepsi budaya terhadap partisipasi Generasi Z
dalam pelestarian Festival Pasola di Sumba Barat.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa persepsi budaya menjadi salah satu faktor
yang berhubungan dengan keterlibatan Generasi Z dalam pelestarian Festival Pasola.
Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa persepsi
positif terhadap budaya dapat meningkatkan kesadaran, niat, dan keterlibatan generasi
muda dalam pelestarian budaya. Selain itu, media digital memberikan peluang bagi
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
169
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
Generasi Z untuk berpartisipasi melalui penyebaran informasi, dokumentasi, promosi,
dan edukasi budaya.
Temuan penelitian juga memperkuat Theory of Planned Behavior, yang
menjelaskan bahwa sikap positif terhadap suatu objek dapat memperkuat niat dan
mendorong perilaku. Dalam konteks penelitian ini, persepsi yang positif terhadap
Festival Pasola dapat mendorong Generasi Z untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian,
baik secara langsung maupun melalui media digital. Oleh karena itu, penguatan
pemahaman budaya, pengalaman langsung, edukasi, serta pemanfaatan media digital
menjadi bagian penting dalam meningkatkan partisipasi generasi muda.
Koefisien Determinasi
Nilai koefisien determinasi atau R² sebesar 0,034 menunjukkan bahwa persepsi
budaya mampu menjelaskan 3,4% variasi partisipasi Generasi Z, sedangkan 96,6%
dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor tersebut dapat berupa
dukungan keluarga dan komunitas, norma sosial, literasi digital, kebijakan pemerintah,
motivasi internal, serta program pelestarian budaya. Nilai R² yang rendah tidak
menghilangkan kebermaknaan hasil penelitian karena pengujian hipotesis menunjukkan
adanya pengaruh yang positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi
dalam pelestarian budaya merupakan fenomena yang kompleks dan tidak hanya
dipengaruhi oleh persepsi budaya. Oleh sebab itu, pelestarian Festival Pasola
membutuhkan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak dan faktor pendukung.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi Generasi Z
terhadap Festival Pasola berada pada kategori sangat tinggi dengan grand mean sebesar
4,37. Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki pengetahuan, pemahaman nilai
budaya, dan sikap positif terhadap Festival Pasola. Partisipasi Generasi Z juga berada
pada kategori sangat tinggi dengan grand mean sebesar 4,29, yang diwujudkan melalui
partisipasi langsung, digital, dan sosial. Hasil regresi linear sederhana membuktikan
adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi budaya terhadap partisipasi
Generasi Z. Koefisien regresi sebesar 0,775 dan nilai t-hitung sebesar 12,184 dengan
signifikansi < 0,001 menunjukkan bahwa semakin positif persepsi Generasi Z terhadap
Festival Pasola, semakin tinggi pula partisipasi mereka dalam pelestarian budaya. Namun,
nilai R² sebesar 0,034 menunjukkan bahwa persepsi budaya hanya menjelaskan 3,4%
variasi partisipasi, sedangkan 96,6% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian,
pelestarian Festival Pasola memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah
daerah, lembaga kebudayaan, dunia pendidikan, komunitas, dan Generasi Z.
5. Implikasi
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat perlu meningkatkan edukasi dan promosi
Festival Pasola melalui media digital yang dekat dengan Generasi Z, seperti Instagram,
TikTok, dan YouTube. Program pelestarian juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi
dengan sekolah, perguruan tinggi, serta komunitas pemuda. Lembaga kebudayaan dan
masyarakat adat perlu memberikan ruang partisipasi yang lebih luas kepada generasi
muda, khususnya dalam kegiatan edukasi, dokumentasi, dan produksi konten budaya. Hal
tersebut penting karena hasil penelitian menunjukkan bahwa kesediaan Generasi Z untuk
membuat konten digital masih menjadi bentuk partisipasi yang relatif lebih rendah.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
170
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
Strategi pelestarian budaya juga perlu menggabungkan pemanfaatan teknologi
digital dengan pemahaman terhadap nilai sakral dan makna budaya Pasola. Dengan
demikian, digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai
media edukasi dan penguatan identitas budaya.
6. Daftar Pustaka
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed
methods approaches. Sage publications.
Djaha, P. I. W., & Darmastuti, R. (2020). Branding Sumba Barat Melalui Media Interaktif Berbasis
Kearifan Lokal Budaya Pasola untuk Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten INI. Jurnalisa,
06(1), 84–103.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis mulltivariatel delngan program IBM SPSS 26 (10th eld.). Badan
Pelnelrbit Univelrsitas Diponelgoro.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2022). Multivariate data analysis.
Ibrahim, M., Butolo, M. N., & Bempa, S. A. (2024). Kajian Budaya Dikili Gorontalo Ditinjau Dari
Persepsi Generasi Z yang merupakan penduduk asli Gorontalo maupun Generasi Z yang
datang dan menetap. 5(November).
Icek Ajzen. (n.d.). organizational-behavior-and-human-decision-processes.
Maranisya, U., & Sharen, N. (2023). Analisis Promosi Event Budaya Pasola Sebagai Daya Tarik
Wisata Di Kabupaten Sumba Barat. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata,
Kebudayaan, Dan Antropologi, 2(2), 67–74. https://doi.org/10.54443/siwayang.v2i2.1340
Nurhidayati, H., & Nurchayati, Z. (2025). Transformasi Pariwisata Menuju Keberlanjutan dan Daya
Saing Global. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=Yx9kEQAAQBAJ
Paskalis ayuning Menkes/2022, P. R. N. (2022). Peran Generasi Muda Dalam Pelestarian Budaya
Ritual Nggua Bapu: Kede Kole Suku Lio Skripsi. Skripsi, 8.5.2017, 2003–2005.
Robbins, S. P., & 0-13-283487-1, T. A. J. — 15th ed. p. cm. I. indexes. I.-13: 978-0-13-283487-2 I.-
10: (2022). Organizational Behavior.
Santiyuda, P. C., Luh, N., Purnawan, R., Made, N., Amanda, R., & Burnett, M. D. (2023). Kampanye #
Berkaingembira Dalam Membangun Kesadaran Generasi Z Akan Budaya Berkain The #
Berkaingembira Campaign in Building Generation Z Awareness of Cloth Culture Kampanye
secara digital menjadi salah satu tren baru yang digunakan oleh berbagai pihak Ha. 12(1).
Sari, W. P., Pandrianto, N., Azeharie, S., Sukendro, G. G., & Irena, L. (2024). The Existence of
Tourism and Local Culture: A Study of the TALC Tourism Model in Bali. Revista de Gestão
Social e Ambiental, 18(11), e09357. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n11-051
Siregar, C. G. (2025). Dampak Ekonomi Digital Terhadap Identitas Budaya Periode 2010-2025:
Studi Kasus Indonesia-Vietnam.
http://repository.uki.ac.id/19829/%0Ahttp://repository.uki.ac.id/19829/5/BABIV.pdf.pdf
Sri Rahayu, Tjipto Sumadi, Sarbani, D. (2024). Membangun Tatanan Kebangsaan Indonesia
Berbasis Kearifan Lokal.
Sugiyono, D. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Kualitatif, Dan Tindakan, 189–190.
Taber, K. S. (2018). The Use of Cronbach ’ s Alpha When Developing and Reporting Research
Instruments in Science Education. 1273–1296. https://doi.org/10.1007/s11165-016-9602-2
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 3, No. 3, September 2026, page: 166-171
E-ISSN: 3047-2288
171
Marselinus Ngailu Peita et.al (Pengaruh Persepsi Budaya Terhadap....)
Wang, L., Nordin, J., & Liu, H. (2025). Participation intention in cultural heritage conservation
across generations: the influence of differential heritage value perception and place
attachment. International Journal of Urban Sustainable Development, 17(1), 336–357.
https://doi.org/10.1080/19463138.2025.2587386
Xie, L. (2022). Design and Enterprise in Contemporary China : September.