yang terbaik bagi setiap tamu hotel. Dalam industri perhotelan kualitas pelayanan tidak hanya
dilihat dari fasilitas dan kenyamanan kamar saja, namun juga kualitas makanan dan minuman
yang disajikan yang memberikan pengalaman menginap semakin memuaskan. Salah satu
faktor penting yang mendukung pelayanan yaitu food & beverage product departement yaitu
bagian yang bertanggung jawab dalam membuat dan mengolah makanan bagi tamu, termasuk
pengolahan pastry. Pastry adalah bagian dari food & beverage product departement yang
bertugas untuk membuat berbagai hidangan kue, roti, pudding mulai dari makanan pembuka
(appetizer) hingga penutup (dessert). Sebagai hidangan yang disajikan mulai dari makanan
pembuka (appatizer) hingga makanan penutup (dessert), produk pastry memegang peran
penting dalam meningkatkan kepuasan bersantap para tamu. Untuk mencapai tingkat
kenyamanan dan kepuasan tamu tersebut, mutu dari produk yang dihasilkan harus senantiasa
terjaga. Kualitas produk pastry sendiri dapat dinilai secara organoleptik, melalui indikator
warna, tekstur, rasa, aroma hingga estetika bentuk fisualnya.
Sejalan dengan hal tersebut Kotler & Armstong (2018) mengatakan bahwa “kualitas
produk adalah karakteristik dari suatu produk atau layanan yang bergantung pada
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baik yang dinyatakan secara langsung
maupun tersirat”. Oleh karena itu produk pastry harus memiliki daya tarik fisual serta
konsistensi mutu agar mampu memberikan kepuasan yang berkelanjutan bagi konsumen.
Pastry section sangat berperan penting dalam menjaga kualitas produk yang di hasilkan mulai
dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan mulai dari pencampuran, pemanggangan
hingga platingan dari setiap produk yang dihasilkan. untuk itu sangat dibutuhkan keterampilan
setiap karyawan pastry dalam mengolah dan menghasilkan produk yang berkualitas. Dalam
pengolahan pastry kebersihan peralatan dan area kerja juga harus di jaga dan harus menerapkan
hygiene dan sanitasi yang dapat mendukung produk pastry yang di hasilkan aman untuk di
konsumsi oleh setiap tamu hotel.
Hotel Niagara Parapat adalah salah satu hotel yang berada di kawasan Danau Toba
tepatnya di Jalan Pembangunan no 1 Parapat Kecamatan Girsang Simpangan Bolon,
Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, 21174, Indonesia yang memiliki pastrysection dalam
mendukung kemajuan hotel tersebut. Pastry section memiliki banyak jenis olahan dalam
mendukung kelancaran operasional hotel, salah satu produk pastry yaitu sponge cake yang
merupakan produk yang banyak diminati oleh tamu hotel dan menjadi salah satu produk best
seller di hotel niagara paraparat. Sponge cake hotel niagara memiliki beberapa jenis pilihan
diantarnya red velvet, moka cake, black forest, klepon cake, durian cake. Melihat banyaknya
tamu yang berminat terhadap sponge cake maka produk sponge cake perlu di kembangkan dan
dijaga kualitasnya agar tetap dapat memenuhi harapan tamu.
Namun berdasarkan pengamatan penulis selama melaksanakan praktek kerja lapangan
pada pastry section di food & beverage product Hotel Niagara Parapatditemukan beberapa
kendala terkait konsistensi kualitas produk. Penulis menjumpai adanya keluhan dari tamu
mengenai higienitas produk, sepertiditemukannya ulat di selai durian pada sponge cakedurian,
adanya temuan baud dalam cake red velvet, serta adanya serabut asing pada bagian cream
lapisan sponge cake. Keluhan keluhan tersebut mengidentifikasikan adanya kendala dalam
proses pengelolaan yang dipicu oleh keterbatasan bahan baku tertentu serta kurangnya
ketelitian dan pengawasan dari karyawan selama proses produksi berlangsung.
Jika permasalahan ini dibiarkan tanpa adanya evaluasi, maka kepuasan konsumen akan
menurun dan pada akhirnya dapat memperburuk citra (image) hotel dimata publik, sebaliknya
pengelolaan mutu pastry yang optimal akan menjadi nilai tambah yang siknifikan bagi
pelayanan hotel. Berdasarkan urgensi tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
mendalam dengan judul “Penerapan Pastry Section Dalam Menjaga Produk Sponge Cakedi
Hotel Niagara Parapat”.