TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
1
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
Pengaruh Self-Confidence Terhadap Hasil Belajar
Siswa
Ika Septi Hidayati
a,1*
, Evitri Setiyaningsih
b,2
, Poppy Aina Rahma Sagita
c.3
a
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Umbulharjo, Daerah istimewa Yogyakarta, Indonesia
b
SD Muhammadiyah Bugel, Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta, Indonesia
c
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Umbulharjo, Daerah istimewa Yogyakarta, Indonesia
1
septiika0909@gmail.com;
2
ehvitrisetiya31@gmail.com;
3
poppyaniars@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 11 Oktober 2025
Direvisi: 17 November 2025
Disetujui: 21 Desember 2025
Tersedia Daring:1 Januari 2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-confidence
terhadap hasil belajar siswa di MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Quasi-
Experimental Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa
kelas IX, dengan teknik pengambilan sampel yang menetapkan kelas IX
B sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol.
Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji
hipotesis dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Berdasarkan
hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test, diperoleh nilai
thitung sebesar 6,068 yang lebih besar dari ttabel 1,686 (6,068 > 1,686.
Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan
adanya pengaruh signifikan self-confidence terhadap hasil belajar
siswa.
Kata Kunci:
Self Confidence
Hasil Belajar
Matematika
ABSTRACT
Keywords:
Self Confidence
Learning Outcomes
Mathematics
This study aims to analyze the effect of self-confidence on student
learning outcomes at MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur. The
method used is an experiment with a Quasi-Experimental Design. The
research population includes all ninth-grade students, with a sampling
technique that designates ninth-grade class B as the experimental class
and ninth-grade class C as the control class. Data analysis was conducted
through normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests using
IBM SPSS Statistics 25 software. Based on the results of the hypothesis
test using the Paired Sample T-Test, a t-value of 6.068 was obtained,
which was greater than the t-table value of 1.686 (6.068 > 1.686). Thus,
H0 was rejected and H1 was accepted, indicating that there was a
significant effect of self-confidence on student learning outcomes.
©2026, Ika Septi Hidayati, Evitri Setiyaningsih, Poppy Aina Rahma Sagita
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi yang cerdas,
kreatif, berakhlak mulia, serta berdaya saing. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia
Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang berbunyi: “Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif dapat
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya
sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.” Ketika menyelesaikan soal, sikap percaya diri dan
semangat pantang menyerah sangat diperlukan dalam menemukan solusi. Ini berkaitan dengan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
2
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
salah satu faktor internal dalam diri siswa, yakni rasa percaya diri (self-confidence). Dengan
rasa percaya diri yang kuat, siswa diharapkan dapat lebih menikmati proses pembelajaran
karena merasa termotivasi dan terdorong untuk meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.
Rasa percaya diri dalam pembelajaran menggambarkan kapasitas siswa untuk belajar secara
efisien, cepat, dan memiliki ketekunan saat menghadapi berbagai rintangan. Individu dengan
rasa percaya diri akan merasakan keyakinan terhadap diri sendiri. Tanpa adanya rasa percaya
diri, seseorang akan menghadapi tantangan dalam merencanakan tujuan, aspirasi hidup, dan
mencapai keberhasilan. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri memiliki ekspektasi yang
realistis yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Sebelum menetapkan harapannya,
individu yang percaya diri terlebih dahulu mengidentifikasi kemampuan serta potensi yang
dimiliki. Sebaliknya, individu yang kurang percaya diri sering mengalami kesulitan dalam
mengenali potensi dan impian hidup mereka. Mereka yang memiliki percaya diri memiliki
kapasitas untuk menerima diri sendiri dan tetap optimis meskipun beberapa dari harapan-
harapannya tidak terwujud.
Hasil belajar merujuk pada modifikasi perilaku individu yang dapat terlihat dan diukur
dalam bentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Menurut Bloom dalam (Rusmono, 2014)
hasil belajar mencakup perubahan perilaku yang terbagi ke dalam tiga domain yaitu kognitif,
afektif, dan psikomotor. Domain kognitif berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang fokus
pada pengembangan pengetahuan serta peningkatan kemampuan intelektual dan keterampilan.
Sementara itu, domain afektif terbentuk melalui tujuan-tujuan belajar yang terkait dengan
nilai, minat, sikap, dan peningkatan apresiasi hingga penyesuaian. Di sisi lain, domain
psikomotor mencakup perubahan perilaku yang menunjukkan bahwa siswa telah belajar
keterampilan manipulatif fisik yang spesifik. Hamalik, (2015) menyatakan bahwa hasil belajar
adalah dampak dari proses belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai yang
mencerminkan hasil, yang dihasilkan dari perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor. Sementara itu, Wahidmurni, (2010) mengemukakan bahwa hasil belajar terjadi
ketika individu dapat menunjukkan perubahan dalam dirinya. Perubahan ini mencakup sikap
terhadap objek, keterampilan, dan pola pikir. Selanjutnya Achdiyat & Andriyani, (2016)
menjelaskan hasil belajar matematika merupakan capaian siswa setelah mengikuti proses
pembelajaran yang diukur berdasarkan kemampuan menyelesaikan masalah matematika dan
dinyatakan dalam bentuk skor melalui pemberian instrumen tes. Selanjutnya, Kunandar,
(2014) menjelaskan bahwa hasil belajar mencerminkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa,
di mana kemampuan kognitif berupa pengetahuan meliputi kecerdasan logika dan bahasa,
kemampuan afektif yang diperoleh dari nilai-nilai dan sikap emosional, serta kemampuan
psikomotor yang berkaitan dengan keterampilan seperti kecerdasan visual-spasial dan musikal.
2. Metode
Penelitian dilaksanakan di MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur Tahun Ajaran
2025/2026. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain
penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design Dimana subjek pada kelompok
kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara acak. Desain quasi experimental
terdapat pada tabel berikut.
Tabel 1. Desain Kelompok Quasi Experiment
O
1
X
O
2
O
3
-
O
4
Sumber : Sugiyono (2011)
Keterangan:
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
3
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
O
1
: Pretest kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan
O
2
: Posttest kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan
X : Perlakuan yang diberikan
- : Tidak diberi perlakuan
O
3
: Pretest kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan
O
4
: Posttest kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Darul Ulum Muhammadiyah
Galur tahun ajaran 2025/2026. Populasi terdiri dari 80 siswa yang terbagi menjadi 5 kelas.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Menurut
Sugiyono (2011) purposive sampling adalah Teknik pengambilan sampel sumber data dengan
pertimbangan tertentu. Purposive Sampling digunakan dalam penelitian ini karena tidak semua
sampel memenuhi kriteria yang relevan dengan fenomena penelitian. Pemilihan sampel
dilakukan berdasarkan rekomendasi guru dengan mengambil kelas IX C sebagai kelas
eksperimen dan IX B sebagai kelas kontrol. Pertimbangan utama pemilihan kedua kelas
tersebut adalah Tingkat kemampuan siswa yang tidak berbeda secara signifikan.
Peneliti menggunakan beberapa teknik untuk mengumpulkan data, antara lain
dokumentasi dan angket. Dokumentasi adalah proses pengumpulain data dari berbagai sumber
tertulis seperti dokumen, arsip, atau bahan lainnya yang relevan dengan fenomena penelitian
(Ardiansyah et al., 2023). Dalam penelitian ini dokumentasi dilakukan dengan pengambilan
foto pada setiap kegiatan penelitian. Angket merupakan alat ukur atau suatu instrumen.
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu objek atau mengumpulkan data
terkait variabel tertentu (Handayani et al., 2021). Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini berupa angket motivasi untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa. Angket ini
menggunakan skala Likert dengan 4 pilihan jawaban untuk menilai jawaban responden.
Menurut (Nugroho & Mawardi, 2021) skala likert merupakan metode penilaian yang
digunakan untuk mengukur tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan seseorang terhadap suatu
pernyataan.
Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik
inferensial. Analisis deskriptif adalah proses penggambaran data dan perhitungan yang
membantu peneliti memperoleh gambaran menyeluruh tentang data yang dihasilkan. Data
tersebut berupa pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis statistik
deskriptif meliputi rata-rata (mean), median, modus, varian, dan standar deviasi. Analisis
statistik inferensial bertujuan untuk menguji hipotesis. Analisis statistik inferensial meliputi uji
normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Uji normalitas dilakukan untuk menilai apakah
data penelitian berdistribusi normal. Uji normalitas yang dipilih dalam penelitian ini adalah uji
Shapiro-Wilk. Uji Shapiro-Wilk dipilih sebagai uji normalitas karena jumlah sampel dalam
penelitian ini kurang dari 50 responden. Selanjutnya yaitu uji homogenitas. Uji homogenitas
dilakukan untuk menentukan apakah varian data pada dua kelompok sama atau tidak. Teknik
untuk menguji homogenitas dengan bantuan spss statistics 25 uji menggunakan rumus levene
test. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji t. Uji t adalah
metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata yang
signifikan antara dua kelompok. Untuk menguji perbedaan rata-rata dua kelompok dalam uji t
terdapat beberapa rumus diantaranya polled varians dan separated varians. Jika jumlah anggota
sampel 𝑛1 = 𝑛2 dan varians homogen maka dapat menggunakan polled varians maupun
separated varians. Berdasarkan jumlah siswa dalam penelitian ini dimana kelas eksperimen
terdiri dari 20 siswa dan kelas kontrol terdiri dari 20 siswa maka dapat menggunakan rumus
polled varians maupun separated varians.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
4
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
3. Hasil dan Pembahasan
Setiap individu memiliki tingkat kepercayaan diri yang bervariasi, mulai dari kategori
rendah hingga sangat tinggi (Pradana, 2019). Sejalan dengan pandangan Malinda dan Minarti
(2018), setiap peserta didik perlu memiliki keyakinan atau self-confidence terhadap
kemampuan yang ada pada diri mereka masing-masing. Ramadhani dkk. (2014)
mendefinisikan rasa percaya diri sebagai sikap dan keyakinan individu terhadap berbagai
kompetensi yang dimilikinya serta kemampuan untuk menerimanya dengan baik. Sejalan
dengan hal tersebut, Hendriana dkk. (2017) menyatakan bahwa self-confidence berkaitan
dengan kepercayaan individu terhadap kompetensi pribadi dalam menjalani kehidupan, yang
merujuk pada konsep diri tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Sementara itu, Hasbullah (2014) menekankan bahwa individu yang memiliki kepercayaan diri
tinggi akan senantiasa optimis, memiliki tujuan yang realistis, dan meyakini bahwa rencana
yang telah disusun dapat tercapai. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan
bahwa self-confidence adalah sikap meyakini kemampuan diri sendiri yang dibarengi dengan
rasa optimis dalam mencapai tujuan hidup. Individu dengan tingkat kepercayaan diri yang
tinggi cenderung lebih mudah meraih prestasi belajar yang optimal. Sebaliknya, mereka yang
memiliki kepercayaan diri rendah sering kali memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
Perbedaan ini berakar pada pola pikir masing-masing individu; seseorang yang percaya diri
akan senantiasa berpikir positif dan optimis terhadap kompetensi yang dimilikinya, sedangkan
individu dengan kepercayaan diri rendah cenderung berpandangan negatif terhadap
kemampuannya sendiri (Syam & Amri, 2017).
Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan kepada 20 siswa kelas kontrol dan 20
siswa kelas eksperimen MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur Tahun pelajaran 2025/2026.
Instrumen yang digunakan terdiri dari angket untuk mengukur variabel kepercayaan diri serta
instrumen soal untuk mengukur capaian hasil belajar matematika siswa.
a. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan metode analisis data yang bertujuan untuk menjelaskan
atau menggambarkan karakteristik data yang telah terkumpul tanpa bermaksud
menarik kesimpulan umum bagi populasi (Sugiyono, 2015). Analisis ini mencakup
perhitungan ukuran pemusatan data seperti rata-rata (mean), median, dan modus serta
ukuran penyebaran data yang meliputi varians dan standar deviasi. Dalam penelitian
ini, analisis statistik deskriptif diterapkan pada hasil pretest dan posttest baik untuk
kelas kontrol maupun kelas eksperimen dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics
25.
1. Deskripsi Data Angket Self Confidence Siswa Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Minim
um
Maxim
um
Mean
Std.
Deviation
Variance
EKSPERIMEN
20
67
97
84.00
7.262
52.737
KONTROL
20
66
86
73.95
5.385
28.997
Valid N
(listwise)
20
Berdasarkan hasil pengolahan data posttest motivasi belajar matematika pada Tabel
dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25, diperoleh deskripsi statistik sebagai
berikut. Kelas eksperimen dengan 20 siswa memiliki nilai minimum 67 dan nilai
maksimum 97, dengan rata-rata (mean) sebesar 84,00, standar deviasi 7,262, serta
varians 52,737. Sementara itu, kelas kontrol yang juga terdiri dari 20 siswa
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
5
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
menunjukkan nilai minimum 66 dan nilai maksimum 86. Rata-rata nilai pada kelas
kontrol adalah 73,95 dengan standar deviasi 5,385 dan varians 28,997.
2. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
N
Minim
um
Maximu
m
Mean
Std.
Deviatio
n
Varian
ce
Posttest_Pemahama
nKonsep_Eksperime
n
20
67
94
82.30
7.855
61.695
Posttest_Pemahama
nKonsep_Kontrol
20
61
88
74.90
7.793
60.726
Valid N (listwise)
20
Berdasarkan hasil analisis data posttest pemahaman konsep matematis pada Tabel
4.4 menggunakan IBM SPSS Statistics 25, diketahui bahwa kelas eksperimen
(N=20) memiliki rentang nilai antara 67 hingga 94. Rata-rata (mean) yang diperoleh
adalah 82,30 dengan standar deviasi 7,855 dan varians 61,695. Sementara itu, kelas
kontrol (N=20) menunjukkan nilai minimum 61 dan nilai maksimum 88, dengan
capaian rata-rata sebesar 74,90, standar deviasi 7,793, serta varians 60,726.
b. Analisis Statitik Inferensial
Menurut Sugiyono (2019), statistik inferensial adalah metode statistik yang digunakan
untuk menganalisis data sampel, di mana hasil analisis tersebut nantinya akan
digeneralisasikan sebagai kesimpulan yang berlaku bagi seluruh populasi.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk berbantuan IBM
SPSS Statistics 25. Data berdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0,05.
Sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
Hasil analisis uji normalitas disajikan dalam tabel berikut.
Data pada tabel menunjukkan nilai signifikansi angket kelas kontrol sebesar 0,130
dan kelas eksperimen sebesar 0,252. Karena kedua nilai tersebut lebih besar dari
0,05 maka data kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan bantuan IBS SPSS Statistics 25. Kriteria
pengujian menetapkan bahwa data dinyatakan homogen jika nilai signifikansi
lebih besar dari 0,05. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data tidak
homogen. Hasil uji homogenitas disajikan dalam tabel berikut.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
6
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
Berdasarkan hasil uji homogenitas pada tabel diperoleh nilai signifikansi sebesar
0,106. Karena nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa varians data kelas kontol dan kelas eksperimen adalah
homogen.
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t (paired sample t-test)
berbantuan program IBM SPSS Statistics 25. Pengambilan keputusan dilakukan
dengan membandingkan nilai t
hitung
dengan t
tabel
. Jika nilai t
hitung
< t
tabel
maka H0
diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan
kemampuan self confidence antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Sebaliknya, jika t
hitung
> t
tabel
maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat
disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kemampuan antara
kedua kelas.
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel, diperoleh nilai thitung sebesar -6,068. Nilai
negatif ini menunjukkan bahwa rata-rata skor angket self-confidence kelas kontrol
lebih rendah dibandingkan kelas eksperimen, sehingga dalam pengujian hipotesis
nilai mutlak 6,068 yang digunakan sebagai pembanding. Selanjutnya, nilai tersebut
dibandingkan dengan ttabel pada derajat kebebasan (dk = n1 + n2 - 2 = 38) dan
taraf signifikansi 5%, yang menghasilkan nilai ttabel sebesar 1,686. Karena thitung
(6,068) > ttabel (1,686), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata self-confidence yang
signifikan antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan antara self-confidence terhadap hasil belajar siswa. Hasil
ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri memiliki korelasi positif dalam menentukan
pencapaian akademik siswa. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa self-
confidence memberikan kontribusi signifikan terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini
sejalan dengan penelitian Purwasih, (2015) yang menyatakan adanya hubungan positif antara
self-confidence dengan capaian belajar. Hubungan tersebut bersifat mutualis dan saling
mendukung; ketika siswa memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hal tersebut akan
menstimulasi kemampuan kognitif lainnya untuk berkembang lebih optimal. Hubungan
antarvariabel ini menunjukkan sifat interdependensi, di mana penguatan pada satu aspek
akan berdampak pada peningkatan kualitas aspek lainnya.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
7
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh signifikan antara self-confidence terhadap hasil belajar siswa. Hal ini
dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 6,068 yang lebih besar dari ttabel yakni 1,686 (6,068
> 1,686), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
5. Daftar Pustaka
Achdiyat, M., & Andriyani, F. (2016). Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Model
Pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI). Formatif: Jurnal Ilmiah
Pendidikan MIPA, 6(3), 246255. https://doi.org/10.30998/formatif.v6i3.996
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen
Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal
Pendidikan Islam, 1(2), 19.
Hasbullah. 2014. "Pengaruh Metode Belajar dan Rasa Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar
Matematika Siswa." AdMathEdu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu
Matematika dan Matematika Terapan134.
Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara.
Handayani, F., Hendriana, H., & Yuliani, W. (2021). Validitas Dan Reliabilitas Angket
Keterampilan Sosial Anak Usia Dini. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam
Pendidikan), 4(4), 250.
Hendriana, H, and dkk. 2017. Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa.Bandung: PT.
Refika Aditama.
Malinda, Pamila, and Eva Dwi Minarti. 2018. "Pengaruh Self Confidence Terhadap
Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMP." Jurnal Pendidikan Tambusai1829-1837.
Nugroho, A. S., & Mawardi, M. (2021). Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap
Tanggungjawab dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(2),
808817.
Pradana. (2019). Pentingnya Kepercayaan Diri dan Motivasi Sosial Dalam KEaktifan
Mengikuti Proses Kegiatan Belajar. Jurnal Edueksos, VIII(2), 7087.
Purwasih, R. (2015). Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Dan Self Confidence
Siswa MTs Di Kota Cimahi Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Jurnal
Ilmiah STKIP Siliwangi Bandung, 9(1), 1625. http://e-
journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/didaktik/article/view/113
Ramadhani, T N, F G Putriani, F Psikologi, and U S Tamansiswa. 2014. "Hubungan Antara
Kepercayaan Diri dengan Citra Diri Pada Remaja Akhir." 22-32.
Rusmono. (2014). Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu. Ghalia
Indonesia.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD.
Syafa’atun, & Nurlaela. (2022). Analisis Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematika Pada Mata Kuliah Kalkulus Dasar. Jurnal Ilmiah Wahana
Pendidikan, 8(19), 430436.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 1-8
E-ISSN: 3048-3093
8
Ika Septi Hidayati et.al (Pengaruh Self-Confidence Terhadap....)
Syam, Asrullah, and Amri. 2017. "Pengaruh Kepercayaan Diri (Self Confidence) Berbasis
Kaderisasi IMM Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi Kasus di Program Studi
Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare)."
Jurnal Biotek87-102.
Undang-Undang RI. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional. In Departemen Pendidikan Nasional (pp. 142).
Wahidmurni. (2010). Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktek. UM PRESS.