Efisiensi tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga dari pengelolaan yang optimal agar
tidak menimbulkan pemborosan. Menurut Nugroho (2022), efisiensi penggunaan sumber daya
dapat diartikan sebagai kemampuan suatu organisasi untuk memaksimalkan fungsi sumber
daya yang ada demi mencapai tujuan dengan keterbatasan anggaran. Dengan demikian,
pemanfaatan sumber daya secara efisien di sekolah diharapkan mampu menunjang proses
belajar mengajar sekaligus mempertimbangkan kesejahteraan tenaga honorer.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa Kepala Sekolah menilai pemanfaatan sumber daya
sekolah sudah cukup efisien. Sumber daya sekolah tidak hanya mencakup tenaga manusia,
tetapi juga sarana prasarana seperti laboratorium sains dan laboratorium komputer yang
digunakan secara optimal. Sekolah menerapkan pengawasan untuk menjaga pemanfaatan
sarana dan prasarana, serta memastikan kerusakan dapat segera diperbaiki (Nugroho,
2022:29). Namun, penggunaan sumber daya manusia, khususnya tenaga honorer, meskipun
sudah berjalan baik, masih perlu pengoptimalan. Efisiensi anggaran tidak selalu sejalan
dengan peningkatan kesejahteraan tenaga honorer, terutama terkait honorarium. Kepala
Sekolah menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran berdampak langsung pada besaran
honorarium tenaga honorer, yang turun dari kisaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 3,2 juta
menjadi 2,6 juta.
Pandangan tenaga honorer mendukung temuan tersebut. Mereka menyatakan fasilitas
kerja cukup memadai, tetapi gaji yang diterima belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, keterlambatan pencairan dana BOS mempengaruhi waktu pembayaran honorarium,
menunjukkan bahwa efisiensi dan ketepatan pengelolaan anggaran berpengaruh langsung
terhadap kesejahteraan tenaga honorer.
Kesimpulan: Penggunaan sumber daya di SMA Negeri 1 Remboken efisien dalam hal
pemanfaatan sarana prasarana, tetapi efisiensi ini belum sepenuhnya berimbas pada
kesejahteraan tenaga honorer, khususnya dalam aspek honorarium dan ketepatan pembayaran
gaji.
B. Perencanaan
Perencanaan anggaran menjadi tahap awal yang sangat menentukan dalam penerapan
kebijakan efisiensi. Perencanaan yang baik harus mempertimbangkan efisiensi, kebutuhan
operasional, dan kesejahteraan tenaga kerja. Dalam konteks kebijakan publik, perencanaan
anggaran berfungsi sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya secara rasional dan
prioritas. Rahmawati dan Muhsyaf (2022) menyatakan bahwa perencanaan anggaran
merupakan proses menentukan prioritas penggunaan anggaran sesuai kebutuhan riil organisasi
agar keterbatasan dana tidak menimbulkan ketimpangan pemenuhan hak-hak tenaga kerja.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam perencanaan anggaran adalah
keterbatasan dana dan ketidakpastian kebutuhan di lapangan, misalnya fluktuasi harga dan
perubahan volume kegiatan. Kepala Sekolah menegaskan bahwa kesejahteraan tenaga honorer
sudah dianggarkan secara khusus, sehingga perubahan honor hanya dapat dilakukan melalui
evaluasi.
Kepala Sekolah juga menekankan bahwa seluruh tenaga honorer memiliki peran penting
dan dihargai jasanya, menunjukkan komitmen sekolah dalam memperhatikan kesejahteraan
mereka. Tenaga honorer mengungkapkan bahwa besaran honorarium sangat dipengaruhi oleh
perencanaan anggaran. Jika dana BOS dikurangi, gaji mereka turut berkurang.
Kesimpulan: Perencanaan anggaran di SMA Negeri 1 Remboken telah memperhitungkan
kesejahteraan tenaga honorer, namun keterbatasan dana, fluktuasi harga, dan ketergantungan
pada dana pusat menjadi tantangan utama dalam mewujudkanperencanaan yang efisien dan
berkeadilan.
C. Pendapatan
Pendapatan menjadi indikator utama kesejahteraan tenaga honorer karena menentukan
kemampuan mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk keluarga, kesehatan,