TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
91
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
Peran Guru dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
pada Pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Tompaso
Kabupaten Minahasa
Syalom Trivena Injili Pangaila
a,1*
, Julien Biringan
b,2
, Telly Delly Wua
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Manado, Jl. Kampus Unima, Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan
1
echapangaila10@gmail.com;
2
julienbiringan@unima.ac.id;
3
tellydellywua@unima.ac.id
*
echapangaila10@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 21 November 2025
Direvisi: 5 Desember 2025
Disetujui: 20 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam
meningkatkan kedisiplinan siswa pada pembelajaran Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP Negeri 2 Tompaso,
Kabupaten Minahasa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
dengan penyajian data secara deskriptif, karena penelitian ini
menitikberatkan pada pengamatan fenomena nyata yang terjadi di
lapangan. Metode ini memungkinkan peneliti menggambarkan kondisi
dan permasalahan secara detail serta memahami interaksi antara guru
dan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa guru PPKn memainkan peran penting dalam membimbing,
menasehati, memberikan motivasi, serta menjadi teladan bagi siswa
dalam menanamkan disiplin. Pendekatan personal yang diterapkan
guru terhadap siswa yang menghadapi kesulitan membantu
memperkuat kedisiplinan secara efektif. Selain itu, penerapan nilai-
nilai Pancasila dalam pembelajaran turut mendukung pembentukan
karakter disiplin siswa. Faktor-faktor lain, seperti kesadaran siswa,
dukungan lingkungan sekolah, dan keterlibatan orang tua, juga
berkontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan. Penelitian ini
menegaskan bahwa peran guru sangat strategis dalam membentuk
sikap disiplin siswa sehingga menciptakan proses pembelajaran yang
lebih teratur, efektif, dan kondusif.
Kata Kunci:
Peran Guru
Kedisiplinan Siswa
PPkn
ABSTRACT
Keywords:
The Role of Teachers
Student Discipline
Civics
This study aims to analyze the role of teachers in improving student
discipline in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning at SMP
Negeri 2 Tompaso, Minahasa Regency. The approach used was
qualitative with descriptive data presentation, because this study focuses
on observations of real phenomena occurring in the field. This method
allows researchers to describe conditions and problems in detail and
understand the interactions between teachers and students in the
learning process. The results show that PPKn teachers play a crucial role
in guiding, advising, providing motivation, and being role models for
students in instilling discipline. The personal approach applied by
teachers to students facing difficulties helps strengthen discipline
effectively. In addition, the application of Pancasila values in learning
also supports the formation of students' disciplined character. Other
factors, such as student awareness, school environmental support, and
parental involvement, also contribute to improving discipline. This study
confirms that the role of teachers is very strategic in shaping students'
disciplined attitudes, thus creating a more orderly, effective, and
conducive learning process.
©2026, Syalom Trivena Injili P, Julien Biringan, Telly Delly Wua
This is an open access article under CC BY-SA license
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 76-82
E-ISSN: 3048-3093
92
Syalom Trivena Injili P et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana guna
menciptakan suasana belajar serta proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik
berperan aktif dalam mengembangkan potensi dirinya. Potensi tersebut mencakup kekuatan
spiritual dan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Sejalan
dengan hal tersebut, Hamalik (2001:79) menyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu
proses yang bertujuan memengaruhi peserta didik agar mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungannya secara optimal. Proses ini akan menghasilkan perubahan dalam diri individu
sehingga ia dapat berfungsi dengan baik dalam kehidupan. Sementara itu, Marimba dan
Mahmud (2012:1) menjelaskan bahwa pendidikan adalah bimbingan yang mencakup aspek
jasmani dan rohani untuk membentuk kepribadian yang utama, sekaligus mengembangkan
keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sosial.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi pendidikan dasar
dan menengah, pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang berfokus pada
pembentukan warga negara yang memahami serta mampu melaksanakan hak dan
kewajibannya. Tujuannya adalah menciptakan warga negara Indonesia yang cerdas, terampil,
dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam
konteks tersebut, Biringan (2014:20) mengemukakan bahwa pendidikan kewarganegaraan
berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan, watak, serta karakter warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Hal ini karena PPKn berorientasi pada
penanaman nilai-nilai yang harus diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Pasandaran
(2004:107) juga menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan hasil refleksi
panjang terhadap praktik pendidikan selama puluhan tahun, sekaligus respons terhadap
perubahan besar seperti otonomi daerah, globalisasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Selanjutnya, Pasandaran (2004:109) menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan
memiliki peran penting sebagai pilar dalam membangun demokrasi di Indonesia. Oleh karena
itu, pembelajaran PPKn perlu mengembangkan aspek pengetahuan kewarganegaraan,
kecakapan intelektual dan partisipatif, serta karakter warga negara baik dalam ranah publik
maupun privat. Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi
juga menekankan pembentukan sikap, karakter, keterampilan, serta kedisiplinan peserta didik.
Hal ini bertujuan agar siswa mampu berpartisipasi secara aktif, demokratis, dan bermoral
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, PPKn menjadi sarana
strategis dalam membangun karakter disiplin, karena kedisiplinan merupakan dasar dari
perilaku tertib, tanggung jawab, serta kemampuan menaati aturan (Winarno & Zamroni,
2021:7).
Terkait dengan hal tersebut, Naim (2012:142) menyatakan bahwa disiplin adalah bentuk
kepatuhan seseorang terhadap sistem yang mengharuskannya tunduk pada aturan, perintah,
dan ketentuan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin mencerminkan sikap taat terhadap
peraturan tanpa mengharapkan imbalan. Sementara itu, Semiawan (2008:27–28) memandang
disiplin sebagai suatu pengaruh yang dirancang untuk membantu individu, khususnya anak,
agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Disiplin tumbuh dari kebutuhan serta
keinginan individu untuk bertindak sesuai dengan batasan dan aturan yang berlaku. Namun
demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa belum
sepenuhnya berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 2
Tompaso, ditemukan beberapa permasalahan seperti siswa yang kurang mengikuti
pembelajaran dengan baik, datang terlambat ke sekolah, serta tidak mengenakan seragam
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
93
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
sesuai dengan ketentuan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan sikap disiplin
dalam pembelajaran PPKn masih menghadapi berbagai kendala. Upaya yang dilakukan oleh
sekolah maupun guru belum sepenuhnya mampu menghasilkan perubahan perilaku yang
signifikan pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih efektif serta peran guru
yang lebih optimal dalam membimbing dan menanamkan kesadaran disiplin kepada peserta
didik.
2. Metode
Penelitian ini dipilih karena data yang dianalisis bersumber langsung dari observasi dan
pengalaman menggunakan pendekatan kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif,
karena fokus kajiannya berkaitan dengan fenomena yang terjadi di lapangan. Metode ini nyata
di lapangan, sehingga memungkinkan peneliti untuk menggambarkan kondisi dan
permasalahan secara mendetail. Fokus penelitian ini diarahkan pada peran guru dalam upaya
meningkatkan kedisiplinan siswa pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Tompaso. Dalam
konteks ini, peran guru dianggap sebagai faktor utama yang berpengaruh dalam pembentukan
dan penguatan karakter disiplin siswa.
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, pada bagian ini peneliti akan
menguraikan temuan secara rinci sesuai dengan indikator penelitian, yaitu: (1) peran guru
yang meliputi membimbing dan menasehati, serta (2) kedisiplinan siswa yang terdiri dari
ketaatan, kepatuhan, dan keteraturan. Berikut pembahasannya:
A. Peran Guru
1) Membimbing
Peran guru berkaitan dengan upaya untuk mendorong siswa menjadi lebih baik, salah
satunya melalui bimbingan. Membimbing merupakan kegiatan memberikan arahan dan
pengawasan selama proses pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan
baik. Dalam pelaksanaannya, guru dituntut untuk melaksanakan bimbingan dengan
ketulusan agar siswa lebih mudah menerima dan mengaplikasikan materi (Hilmy &
Indri, 2020:43). Sudirman (2011:10) menambahkan bahwa membimbing adalah
menuntun perkembangan peserta didik melalui arahan serta menciptakan lingkungan
belajar yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, guru tidak
hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menuntun,
mengarahkan, dan menciptakan kondisi belajar yang kondusif.
Hasil wawancara dengan guru PPKn, Ibu Henny D. Th Mangundap, S.Pd:
Pertanyaan: Bagaimana cara Ibu membimbing siswa agar disiplin selama
pembelajaran PPKn?
Jawaban: "Saya mengingatkan siswa agar mematuhi aturan, masuk kelas tepat waktu,
fokus, dan serius selama pembelajaran. Arahan ini saya sampaikan sebelum kegiatan
belajar dimulai."
Pertanyaan: Apa tindakan Ibu terhadap siswa yang sering melanggar disiplin?
Jawaban: "Jika siswa tetap melanggar setelah teguran awal, saya akan mengirim surat
panggilan kepada orang tua. Jika pelanggaran berlanjut, sanksi berupa skorsing akan
diterapkan."
Berdasarkan hasil wawancara, guru PPKn telah menjalankan peran bimbingan
dengan baik, sehingga siswa terarah dan termotivasi untuk mengikuti ketentuan kelas.
2) Menasehati
Menurut Sudjana (2002:21), menasehati merupakan bagian dari fungsi guru sebagai
pembimbing, yaitu memberikan dorongan moral, motivasi, dan arahan agar siswa dapat
memperbaiki diri dan berkembng ke arah yang lebih positif. Dalam konteks ini, guru
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
94
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
berperan membantu siswa membentuk karakter, menanamkan disiplin, dan memberi
motivasi secara konsisten. Tujuannya adalah agar siswa lebih patuh pada aturan dan
mampu menjalani proses belajar dengan tertib.
Hasil wawancara dengan guru PPKn:
Pertanyaan: Bagaimana cara Ibu menasehati siswa yang melanggar disiplin?
Jawaban: "Saya berbicara baik-baik dengan siswa tanpa menggunakan emosi."
Analisis menunjukkan bahwa guru telah menerapkan metode menasehati yang efektif
dan humanis, sehingga siswa dapat memahami kesalahan mereka tanpa merasa
tertekan.
B. Kedisiplinan Siswa
1) Ketaatan
Kartono (2007:32) menyebutkan bahwa ketaatan terlihat dari perilaku siswa yang
mematuhi tata tertib sekolah, menaati jam belajar, dan mengikuti proses pembelajaran
secara tertib, sehingga membentuk kebiasaan positif.
Hasil wawancara dengan guru PPKn:
Pertanyaan: Apakah metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan
ketaatan siswa?
Jawaban: "Saya menggunakan berbagai metode, tidak hanya ceramah, agar siswa
lebih tertib. Namun, beberapa siswa masih belum sepenuhnya taat."
Dari wawancara ini, terlihat bahwa masih ada siswa yang perlu diarahkan lebih lanjut
agar disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran.
2) Kepatuhan
Menurut Sochib (2010:14), kepatuhan adalah kesediaan siswa mematuhi peraturan
sekolah dan arahan guru, baik karena kesadaran diri maupun pengawasan eksternal,
sehingga tercipta perilaku tertib.
Hasil wawancara dengan guru PPKn:
Pertanyaan: Apakah siswa sudah patuh dan disiplin terhadap guru?
Jawaban: "Dalam satu kelas, sekitar 4-5 siswa masih sulit menerapkan kepatuhan.
Kami terus berupaya agar mereka dapat mengikuti aturan dengan baik."
Analisis menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa patuh, sebagian masih
membutuhkan bimbingan untuk disiplin penuh.
3) Keteraturan
Sugihartono (2013:20) menjelaskan bahwa keteraturan merupakan keselarasan
perilaku siswa dengan norma dan tata tertib, sehingga proses belajar mengajar dapat
berlangsung kondusif.
Hasil wawancara dengan guru PPKn:
Pertanyaan: Apakah siswa sudah menunjukkan kedisiplinan yang baik selama
pembelajaran?
Jawaban: "Masih ada sekitar 4-5 siswa yang kurang disiplin, sehingga saya terus
berupaya mengajak mereka mengikuti aturan kelas."
Analisis ini menegaskan bahwa keteraturan siswa sebagian besar tercapai, meski
beberapa siswa masih perlu pendampingan lebih lanjut.
C. Peran Guru dalam Meningkatkan Disiplin Siswa
Peran guru PPKn sangat penting dalam membentuk karakter disiplin siswa, terutama di
SMP Negeri 2 Tompaso, di mana beberapa siswa masih kurang disiplin. Guru
bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter yang
disiplin dan bertanggung jawab. Guru tidak hanya mengajar secara teori, tetapi juga
menjadi teladan bagi siswa. Pendekatan ini mencakup:
• Memberikan bimbingan sebelum pembelajaran dimulai, misalnya mengingatkan
ketepatan waktu dan fokus belajar. Memberikan bimbingan personal kepada siswa
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
95
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
yang kesulitan disiplin dengan cara menasehati secara baik tanpa mempermalukan di
depan teman.
• Memberikan nasehat dan motivasi secara rutin agar siswa memahami pentingnya
disiplin.
• Menjadi contoh nyata dengan menerapkan disiplin pribadi sebelum mengajarkan
disiplin kepada siswa.
• Menegakkan aturan secara bertahap, termasuk melibatkan orang tua dan memberikan
sanksi jika diperlukan.
• Mengaitkan pembelajaran PPKn dengan nilai-nilai Pancasila, misalnya mengajak
berdoa sebelum belajar dan menekankan tanggung jawab serta kepatuhan.
Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa mereka menyadari pentingnya
disiplin dan merasa termotivasi karena guru aktif membimbing serta memberikan
contoh nyata.
D. Faktor Pendukung Disiplin Siswa
Faktor utama yang mendukung kedisiplinan siswa adalah peran guru yang aktif
memberikan bimbingan, motivasi, dan keteladanan. Guru mengingatkan siswa agar datang
tepat waktu, memperhatikan materi, dan menjaga ketertiban. Pendekatan personal juga
membantu siswa memperbaiki perilaku tanpa merasa tertekan. Selain itu, penggunaan
metode pembelajaran yang variatif dan menarik membuat siswa lebih fokus dan tertib.
Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan belajar juga menjadi faktor pendukung,
misalnya berdoa bersama dan menekankan tanggung jawab moral. Kesadaran siswa
sendiri juga menjadi faktor pendukung, karena sebagian besar memahami pentingnya
disiplin dalam menciptakan.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut:
Guru PPKn di SMP Negeri 2 Tompaso memiliki peran yang sangat strategis dalam
meningkatkan kedisiplinan siswa. Melalui bimbingan sebelum kegiatan pembelajaran,
pemberian nasihat dan motivasi, serta pendekatan personal terhadap siswa yang mengalami
kesulitan, guru berupaya membentuk perilaku disiplin secara efektif. Selain itu, guru juga
berfungsi sebagai teladan dengan menunjukkan kedisiplinan dalam tindakan sehari-hari dan
menerapkan pengelolaan kelas yang tegas namun tetap edukatif. Nilai-nilai Pancasila
diterapkan dalam proses pembelajaran sebagai upaya memperkuat karakter disiplin siswa. Hal
ini membantu siswa memahami serta menerapkan kedisiplinan tidak hanya selama proses
belajar mengajar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor-faktor yang mendukung peningkatan kedisiplinan siswa antara lain:
Peran aktif guru PPKn, yang memberikan bimbingan, motivasi, dan keteladanan. Guru
secara konsisten mengingatkan siswa untuk datang tepat waktu, menjaga ketertiban, fokus
saat belajar, serta menasihati siswa secara personal tanpa membuat mereka merasa tertekan.
Dorongan dan arahan yang berkelanjutan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya
disiplin. Kesadaran siswa, di mana banyak peserta didik menyadari bahwa disiplin diperlukan
untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan meningkatkan tanggung jawab mereka.
Lingkungan pergaulan yang positif, yang mendukung terbentuknya kebiasaan baik dan
mengurangi kemungkinan perilaku negatif. Peran orang tua, yang menjadi bagian penting
dalam membimbing dan meningkatkan kedisiplinan anak di rumah dan sekolah. Secara
keseluruhan, kombinasi peran guru, kesadaran siswa, lingkungan yang mendukung, dan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
96
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
keterlibatan orang tua terbukti efektif dalam membentuk disiplin siswa di SMP Negeri 2
Tompaso.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
a. Bagi pihak sekolah, disarankan untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas kepada
guru, sehingga guru dapat lebih maksimal dalam membimbing siswa untuk
menanamkan sikap disiplin yang baik.
b. Bagi guru PPKn, dianjurkan untuk lebih intens memberikan arahan dan pembinaan
kepada siswa, agar seluruh peserta didik memahami pentingnya kedisiplinan dalam
proses pembelajaran PPKn.
c. Bagi guru dan orang tua, disarankan untuk menjalin kerja sama yang baik dalam
memantau dan membimbing siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar
sekolah. Sinergi ini akan membantu membentuk perilaku positif siswa dan
mengembangkan karakter yang baik.
d. Bagi siswa, penting untuk memahami makna disiplin secara menyeluruh, sehingga
mampu mematuhi peraturan sekolah, bersikap santun, dan menanamkan kebiasaan
disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat membentuk
karakter yang baik dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab di masa depan.
5. Daftar Pustaka
Ahmad, M. (2019). Strategi Pengembangan Kedisiplinan Siswa. 16.
Apeles, Theodorus (2016). Etika Kewarganegaraa, Ombak. 83
Biringan, J. (2014). Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan NilaiMoral dan
Budi Pekerti, Pusat Penelitian STKIP Kusuma Negara, 20.
Diah, Trisna. (2023) Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membentuk
Kepribadian Gen Z di Era 5.0. 68
Fitriani. (2021). Peran Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa DiDalam Proses
Pembelajaran PPKn.
Gagne. (2007). Jurnal Universitas Dharmawangsa. 162.
Hakin, Dkk (2022). Landasan Teori Pendidikan Karakter. Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung. 99
Hamalik. (2001). Jurnal Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jember, 79.
Kartono. (2007). Psikologi Sosial Untuk Manajemen Perusahan Dan Industri.Mandar
Maju. Bandung.
Mahmud, M. d. (2012). Publikasi Ilmiah Dari Berbagai Bidang. 1.
Minto, R (2007). Pendidikan Kewarganegaraan: Perjuangan Menghidupi Jati Diri Bangsa.
Grasindo. 11
Muhammad, S. (2020). Konstribusi Kemandirian dan Kedisiplinan Terhadap Hasil
Belajar. Guepedia.17
Nazarudin. (2007). Universitas Dharmawangsa. 163.
Pasandaran, Sjamsi. (2017). Peran Pendidikan Karakter Dalam PenguatanNilai-nilai
Kebangsaan.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 91-97
E-ISSN: 3048-3093
97
Syalom Trivena Injili Pangaila et.al (Peran Guru dalam Meningkatkan...)
Pristiwanti. (2022). Pengertian Pendidikan. Pendidikan dan Konseling.
Priyanto, W. (2019). Media Pembelajaran Tematik Ular Tangga Berbagai Pekerjaan.
Universitas PGRI,Semarang.
Ramadani. (2022). Peran Guru PPKn Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa .
Shafarina, Dinie. (2021). Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan DalamMembangun
Karakter Generasi Muda. 270.
Sari, M. S. (2019). Pengaruh Akuntabilitas,Pengetahuan,dan Pengalaman Pegawai Negeri
Sipil Beserta Kelompok Masyarakat (pokmas) Terhadap Kualitas Pengelola Dana
Kelurahan. Universitas Mitra Indonesia.
Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar.
Suryani, I. (2014). Strategi Public Relations PT Honda Megatama Kapuk Dalam
Customer Relations.
Syarifan, N, (2015). Profesi Keguruan : Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta. Samudra Biru
Sardiman A.M (2011). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta.
Rajawali Pers.
Sudjana, Nana (2002). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung.Sinar Baru
Algesindo.
Tohirin. (2007). Bimbingan dan Konseling Di Sekolah dan Madrasah.