TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
218
Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook Digital
Petualangan Literasi Nusantara pada Pembelajaran
Unsur Intrinsik SD
Karisma Budy Ramadhani
a,1*
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Maura Adien Nasywa Hamidiah
c,3
, Dewi Aprillya
d,4
a,b,c,d
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
1
24010644164@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id d;
3
24010644165@mhs.unesa.ac.id,
4
24010644167@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 April 2026
Direvisi: 17 Mei 2026
Disetujui: 8 Juni 2026
Tersedia Daring: 1 Juli 2026
Kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar masih tergolong
rendah, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan media
pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik sehingga
berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran
yang mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa, khususnya
dalam menganalisis unsur intrinsik cerita. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kevalidan dan kepraktisan media pembelajaran Flipbook
Digital berbasis cerita rakyat Sumatera Utara dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan mixed methods yang mengombinasikan data kuantitatif dan
kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu guru sebagai validator ahli
media untuk menilai aspek kevalidan, serta dua guru dan satu kelas
siswa kelas V sekolah dasar untuk menilai aspek kepraktisan. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi, angket respon
guru dan siswa, serta observasi. Data dianalisis menggunakan teknik
deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) dari
setiap aspek penilaian untuk menentukan kualifikasi kevalidan dan
kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media
Flipbook Digital memperoleh kategori baik hingga sangat baik pada
aspek tampilan, kegrafikan, keamanan, kesesuaian materi, dan
kepraktisan penggunaan dengan rata-rata skor 3,8. Selain itu, hasil uji
kepraktisan menunjukkan bahwa media mudah digunakan, memiliki
instruksi yang jelas, menarik, serta efisien dalam mendukung proses
pembelajaran. Temuan kualitatif juga menunjukkan bahwa penggunaan
media mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan mempermudah
pemahaman terhadap unsur intrinsik cerita. Dengan demikian, media
pembelajaran Flipbook Digital berbasis cerita rakyat Sumatera Utara
dinyatakan valid dan praktis digunakan sebagai alternatif media
pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa
sekolah dasar.
Kata Kunci:
Flipbook Digital
Kepraktisan
Kevalidan
Literasi Membaca
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Digital Flipbook
Elementary School
Practicality
Reading Literacy
Validity
Students’ reading literacy skills in elementary schools are still relatively
low, which is partly caused by the use of less varied and less engaging
learning media, resulting in low student involvement in the learning
process. Therefore, innovative learning media are needed to improve
students’ interest and understanding, especially in analyzing intrinsic
elements of stories. This study aims to analyze the validity and practicality
of a digital Flipbook learning media based on North Sumatran folklore in
Indonesian language learning at the elementary school level. This study
employed a mixed methods approach that combines quantitative and
qualitative data. The research subjects consisted of one teacher as a media
expert validator to assess the validity aspect, as well as two teachers and
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
219
one class of fifth-grade elementary school students to assess the
practicality aspect. Data were collected through validation sheets, teacher
and student response questionnaires, and observations. The data were
analyzed using descriptive quantitative techniques by calculating the
mean score of each assessment aspect to determine the level of validity and
practicality of the media. The results show that the digital Flipbook media
achieved good to very good categories in aspects of display, graphics,
safety, content suitability, and practicality, with an average score of 3.8.
Furthermore, the practicality test indicates that the media is easy to use,
has clear instructions, is engaging, and is efficient in supporting the
learning process. Qualitative findings also reveal that the use of the media
increases student engagement and facilitates understanding of intrinsic
elements of stories.
©2026, Karisma Budy Ramadhani, Nurul Istiq’faroh,
Maura Adien Nasywa Hamidiah, Dewi Aprillya
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Unesco menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan
merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Budaya literasi tentunya sangat penting
ditingkatkan di sekolah. Kemampuan dasar literasi yang berupa kemampuan membaca menulis
harus menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan literasi membaca
merupakan kompetensi fundamental dalam pendidikan dasar yang tidak hanya memengaruhi
pencapaian akademik pada mata pelajaran bahasa, tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa
di berbagai disiplin ilmu lainnya (Fatma Rabia et al., 2024). Banyak manfaat yang didapatkan
dari hasil membaca. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan,
kemudian kita mampu memenuhi tuntutan intelektual, meningkatkan minat terhadap suatu
bidang, dan mampu meningkatkan konsentrasi (Rusli et al., 2023). Pemahaman membaca
merupakan keterampilan literasi dasar yang secara signifikan memengaruhi pencapaian
akademik dan keberhasilan belajar sepanjang hayat di pendidikan dasar. Seiring dengan
reformasi pendidikan saat ini, terdapat kebutuhan mendesak akan pendekatan pedagogis inovatif
yang mampu mengintegrasikan berbagai domain kognitif siswa (Penelitian et al., 2026).
Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan
kemampuan berbahasa siswa secara menyeluruh, mencakup keterampilan menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis (Mubin & Aryanto, 2024).
Literasi merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, memahami, menggunakan,
dan menganalisis berbagai bentuk teks dan informasi yang relevan dengan kehidupan sehari-
hari. Penerapan literasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
menekankan pada pemahaman bacaan yang mendalam, analisis teks, dan kemampuan berpikir
kritis. Pentingnya peningkatan literasi di sekolah dasar melalui praktik literasi yang baik adalah
untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, inovatif, kreatif, dan menanamkan sifatbudi
pekerti (Putri1 et al., 2024). Menurut Setiawan et al., (2023), Hakekat Pembelajaran inovatif
adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan
pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Namun demikian, dalam
praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar sering kali belum berjalan secara
optimal. Banyak siswa menunjukkan kurangnya antusiasme dalam mengikuti pembelajaran
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
220
karena materi kerap disajikan secara monoton dan terlalu berfokus pada kegiatan menulis
semata. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi teks maupun menganalisis
unsur intrinsik cerita secara menyeluruh (Akip, 2025). Literasi membaca merupakan
keterampilan yang penting dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena
membantu siswa memahami informasi dan meningkatkan hasil belajar (Shella2024). Namun di
lapangan, minat baca siswa SD masih tergolong rendah, sehingga menjadi hambatan dalam
meningkatkan kemampuan literasi mereka dan proses pembelajaran di sekolah dasar masih
cenderung berpusat pada penggunaan buku paket tematik dari pemerintah sebagai sumber utama
pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mudah mengalami kebosanan karena
kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran
berlangsung. Selain itu, pada materi fabel, peserta didik sering mengalami kesulitan dalam
memahami isi cerita karena penyajian materi dalam buku tematik hanya berupa teks tanpa
didukung media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Oleh karena itu, diperlukan
pengembangan media pembelajaran yang inovatif untuk menunjang pemahaman peserta didik.
Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan
kurang bervariasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan literasi
siswa (Aliyah & Istiq’faroh, 2022).
Keadaan tersebut memerlukan upaya dari guru untuk merubah cara penyampaian materi
dan menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, serta kondusif. Salah satu langkah yang
dapat diambil adalah dengan mengembangkan media pembelajaran yang variatif dan menarik
untuk menciptakan iklim kelas yang lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa. Hal ini didukung oleh teori wosiri dan Biringan yang menyatakan kondisi tersebut
dapat disebabkan oleh kurang menariknya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru serta
minimnya keterkaitan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata yang dialami siswa dalam
kehidupan sehari-hari (Woisiri & Biringan, 2025). Pembelajaran yang masih bersifat monoton
dan berpusat pada guru cenderung membuat siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses
belajar, sehingga menurunkan minat dan motivasi belajar mereka. Selain itu, materi yang tidak
dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami
makna pembelajaran secara mendalam, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang
diperoleh. Menurut Rahman (2022), motivasi belajar adalah faktor kunci dalam mencapai
keberhasilan pendidikan. Dengan meningkatnya motivasi belajar, peserta didik cenderung lebih
aktif, kreatif, dan gigih dalam mengejar tujuan akademiknya (Milala et al., 2024). Menurut teori
Self Determination yang dikemukakan oleh Decidan Ryan (1985), motivasi intrinsik siswa dapat
berkembang apabila proses belajar dirancang dengan suasana yang menyenangkan, menantang
dan relevan dengan kehidupan nyata (Aliyah & Istiq’faroh, 2022). Oleh karena itu, guru perlu
kreatif dalam memilih media pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga
mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai
alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi dan
partisipasi siswa dalam proses pembelajaran (Sayuti et al., 2025). Pengelolaan pembelajaran
lebih efektif dan efisien dengan media pembelajaran, guru dapat terbantu untuk tidak perlu
banyak menulis atau mengilustrasikan di papan tulis. Ilustrasi dan tulisan yang dibutuhkan dapat
dipenuhi guru dengan waktu yang tepat dan cepat melaui fasilitas tang terdapat pada komputer.
Oleh karena itu, guru perlu kreatif dalam memilih media pembelajaran yang tidak hanya
menyampaikan materi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif siswa.
Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga
sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
221
(Sayuti et al., 2025). Media ini berfungsi sebagai sumber belajar yang memuat materi
pembelajaran dan mampu merangsang minat serta motivasi siswa untuk belajar (Haya et al.,
2024). Di era digital saat ini, inovasi metode pembelajaran sangat diperlukan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Salah satu tantangan bagi
pendidik adalah menyajikan isi pelajaran dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh
siswa. Bagi peserta didik, penguasaan teknologi dapat menunjang proses berpikir dan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimana pelajar saat ini sangat lekat dengan
teknologi. Pengelolaan pembelajaran lebih efektif dan efisien dengan media pembelajaran, guru
dapat terbantu untuk tidak perlu banyak menulis atau mengilustrasikan di papan tulis. Ilustrasi
dan tulisan yang dibutuhkandapat dipenuhi guru dengan waktu yang tepat dan cepat melaui
fasilitas yang terdapat pada komputer. Oleh karena itu, pendidik harus menguasai teknologi
untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran. Salah satu minat siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran adalah dengan mengintegrasikan teknologi. Integrasi teknologi ini juga
mengacu pada adaptasi terhadap pendidikan abad ke-21 (Sumakul et al., 2024). Di era digital
saat ini, inovasi metode pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi proses belajar mengajar. Salah satu tantangan bagi pendidik adalah menyajikan isi
pelajaran dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Bagi peserta didik,
penguasaan teknologi dapat menunjang proses berpikir dan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dimana pelajar saat ini sangat lekat dengan teknologi. Oleh karena itu, pendidik harus
menguasai teknologi untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran. Salah satu minat siswa
alam mengikuti proses pembelajaran adalah dengan mengintegrasikan teknologi. Integrasi
teknologi ini juga mengacu pada adaptasi terhadap pendidikan abad ke-21.
Ilustrasi dan tulisan yang dibutuhkandapat dipenuhi guru dengan waktu yang tepat dan
cepat melaui fasilitas tang terdapat pada komputer. Menurut teori Self Determination yang
dikemukakan oleh Decidan Ryan (1985), motivasi intrinsik siswa dapat berkembang apabila
proses belajar dirancang dengan suasana yang menyenangkan, menantang dan relevan
dengan kehidupan nyata Aoliyah (Aliyah & Istiq’faroh, 2022)Perkembangan teknologi
informasi yang pesat telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek
kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan, kita
diharapkan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu
pendidikan. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi
untuk menciptakan dan mengembangkan berbagai alat bantu pembelajaran (Oktafiani & Tarigan,
2024). Dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan media pembelajaran digital
menjadi solusi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Pengembangan media pembelajaran dapat menciptakan atmosfer belajar yang positif,
meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang diajarkan, serta memperkuat
kreativitas dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Guru dan orang tua dapat berperan
aktif dengan memanfaatkan media digital untuk mengembangkan metode pembelajaran
membuat konten edukatif yang yang lebih menarik dan partisipatif (Kaka et al., 2025). Misalnya,
seperti video pembelajaran, podcast, maupun infografis interaktif, siswa lebih mudah memahami
materi pelajaran yang abstrak. Hal ini sejalan dengan pendapat Rontree yang menyatakan bahwa
salah satu peran media pembelajaran adalah untuk meningkatkan motivasi belajar. Selain itu,
pemanfaatan media pembelajaran juga berdampak pada hasil belajar siswa. Hal ini juga sejalan
dengan pendapat Oemar Hamalik dalam Wahyuningtyas (2020:24) yang menyatakan bahwa
penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan
keinginan dan minat baru, serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu,
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
222
mengemukakan bahwa media pembelajaran yang berkualitas adalah media yang memenuhi
kriteria valid, praktis, dan efektif. Media dikatakan valid apabila telah melalui penilaian
validator, praktis apabila mudah digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran, serta
efektif apabila mampu meningkatkan aktivitas, respon positif, dan hasil belajar siswa. (Salwa et
al., 2025).
Meskipun begitu, studi-studi tersebut masih lebih banyak menitikberatkan pada
pengembangan keterampilan mendengarkan dan evaluasi produk, serta belum secara khusus
meneliti pengaruh media Flipbook dalam memperkuat kemampuan analisis elemen-elemen
intrinsik dari cerita rakyat. Di samping itu, belum ada penelitian yang secara eksklusif
menciptakan media Flipbook dengan isi cerita rakyat dari Sumatera Utara yang ditujukan untuk
membantu siswa kelas V di sekolah dasar dalam menganalisis elemen-elemen intrinsik dengan
cara yang lebih mendalam dan terstruktur. Konteks budaya lokal dari Sumatera Utara juga belum
sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar literasi budaya dalam proses pembelajaran elemen-
elemen intrinsik.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta
menguji validitas dan praktikalitas media pembelajaran Flipbook Digital berbasis cerita rakyat
Sumatera Utara dalam pembelajaran elemen intrinsik Bahasa Indonesia pada siswa kelas V
sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoritis dalam
pengembangan media pembelajaran digital yang memperhatikan literasi budaya serta
sumbangan praktis bagi para pengajar dalam menyediakan pilihan media pembelajaran yang
inovatif, sesuai konteks, serta mendukung kemampuan analitis para siswa.
2. Metode
Penelitian ini merupakan jenis Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
yang bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran digital. Pendekatan yang
digunakan adalah Mixed Methods (kombinasi kuantitatif dan kualitatif) untuk menguji kevalidan
serta kepraktisan media dalam meningkatkan pemahaman unsur intrinsik melalui pendekatan
deep learning (Creswell, 2023). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam moda tatap muka
menggunakan model Cooperative Learning yang mengintegrasikan metode diskusi kelompok,
penugasan, permainan edukatif, serta refleksi (Wajdi et al., 2024).
Data penelitian meliputi data kuantitatif dari skor angket dan data kualitatif berupa saran
validator serta hasil observasi aktivitas siswa kelas 5 SD. Sumber data primer dalam penelitian
ini diperoleh dari satu guru yang berperan sebagai validator ahli media untuk menilai aspek
kevalidan, sedangkan subjek pada uji kepraktisan melibatkan dua guru dan satu kelas siswa kelas
V sekolah dasar. Fokus data spesifik terletak pada respon siswa terhadap fitur petualangan
nusantara dalam Flipbook yang dirancang untuk memicu keterlibatan mendalam (Deep
Learning) sesuai materi Bahasa Indonesia (Sitepu, 2021).
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar validasi ahli media dan
angket respon pengguna yang menggunakan skala Likert untuk menjamin objektivitas penilaian.
Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi. Creswell, (2023) menyebutkan
bahwa dokumentasi adalah proses pengumpulain data dari berbagai sumber tertulis seperti
dokumen, arsip, atau bahan lainnya yang relevan dengan fenomena penelitian (Septi et al.,
2026). Selain itu, observasi terstruktur dan dokumentasi hasil refleksi digunakan untuk
memantau efektivitas metode diskusi dan permainan edukatif dalam kelas (Anirowati et al.,
2025). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif persentase untuk menentukan kualifikasi
kelayakan media berdasarkan kriteria keberhasilan yang ditetapkan (Rukminingsih, 2021).
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
223
3. Hasil dan Pembahasan
Validasi ahli media bertujuan untuk menilai kelayakan produk media pembelajaran
Flipbook dari segi kepraktisan media, tampilan media, kelayakan kegrafikan, keamanan
digunakan, dan kesesuaian materi. Proses penilaian ini dilakukan oleh satu validator yang ahli di
bidang media menggunakan instrumen berupa lembar angket penilaian. Rekapitulasi data hasil
uji validasi oleh ahli media tersebut disajikan pada Tabel 1, berikut ini:
Tabel 1. Tabel Hasil Uji Validitas Ahli Media
No
Aspek Penilaian
Skor (14)
1
Kepraktisan Media
3,5
2
Tampilan Media
4
3
Kelayakan Kegrafikan
3,75
4
Keamanan Digunakan
4
5
Kesesuaian Materi
3,75
Berdasarkan hasil penilaian terhadap media Flipbook digital Literasi Nusantara,
diperoleh skor pada lima aspek dengan rentang nilai 1-4. Secara umum, seluruh aspek
menunjukkan kategori baik hingga sangat baik, yang mengindikasikan bahwa media yang
dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Kepraktisan Media memperoleh skor 3,5
dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa media cukup mudah digunakan oleh
pengguna, baik dari segi navigasi maupun pengoperasian. Tampilan Media mendapatkan skor
4 dengan kriteria sangat baik. Ini berarti desain visual, tata letak, dan estetika media dinilai
sangat menarik dan mampu meningkatkan minat pengguna. Kelayakan Kegrafikan
memperoleh skor 3,75 dengan kriteria baik. Artinya, aspek grafis seperti pemilihan warna,
gambar, dan tipografi sudah sesuai dan mendukung penyampaian materi. Keamanan
Digunakan mendapatkan skor 4 dengan kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa
media aman digunakan tanpa risiko teknis atau konten yang tidak sesuai. Kesesuaian Materi
memperoleh skor 3,75 dengan kriteria baik. Ini menandakan bahwa isi materi dalam flipbook
telah relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Secara keseluruhan, rata-rata skor dari seluruh aspek adalah sekitar 3,8, yang termasuk
dalam kategori baik hingga sangat baik. Dengan demikian, media Flipbook digital Literasi
Nusantara dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran, serta dapat
mendukung proses pembelajaran secara efektif. Uji kepraktisan oleh guru bertujuan untuk
menilai tingkat kepraktisan penggunaan produk media pembelajaran Flipbook dari segi
kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, dan efisiensi waktu dalam proses pembelajaran.
Proses penilaian ini dilakukan oleh dua guru kelas menggunakan instrumen berupa lembar
angket kepraktisan. Rekapitulasi data hasil uji kepraktisan oleh guru tersebut disajikan pada
Tabel 2, berikut ini:
Tabel 2. Tabel Hasil Uji Kepraktisan Guru
No
Responden
Aspek
Kemudahan Penggunaan
Kejelasan Instruksi
Efisiensi Waktu
1
Guru 1
20
15
4
2
Guru 2
20
15
4
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
224
Berdasarkan hasil uji kepraktisan yang disajikan pada tabel di atas, diketahui bahwa media
pembelajaran Flipbook Digital Petualangan Literasi Nusantara memperoleh kategori sangat
praktis berdasarkan respon guru. Hal ini ditunjukkan dari penilaian dua orang guru yang
memberikan skor maksimal pada aspek kemudahan penggunaan (20) dan kejelasan instruksi
(15), serta skor tinggi pada aspek efisiensi waktu (4). Skor yang konsisten dari kedua responden
menunjukkan bahwa media mudah dioperasikan tanpa memerlukan keterampilan teknis yang
kompleks, serta memiliki instruksi yang jelas sehingga memudahkan guru dalam memahami alur
penggunaan maupun dalam menyampaikan materi kepada siswa. Selain itu, dari segi efisiensi
waktu, media ini dinilai mampu membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif karena
materi disajikan secara terstruktur dan dapat langsung digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa media tidak hanya praktis
digunakan oleh siswa, tetapi juga sangat mendukung guru dalam pelaksanaan pembelajaran di
kelas, sehingga layak untuk diterapkan. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa media
pembelajaran yang praktis ditandai dengan kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, serta
efisiensi dalam mendukung proses pembelajaran (W. N. Hidayat et al., 2024)(F. Hidayat &
Nizar, 2021).
Tabel 3. Tabel Hasil Uji Kepraktisan Siswa
No.
Aspek Penilaian
Rata-rata Skor
Kriteria
1.
Kemudahan Penggunaan
3,6
Baik
2.
Kejelasan Penyajian Media
3,4
Baik
3.
Daya Tarik Media
3,5
Baik
4.
Efisiensi Waktu dan Kegiatan
3,5
Baik
Berdasarkan hasil uji kepraktisan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa media
pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori baik pada seluruh aspek penilaian,
yaitu kemudahan penggunaan dengan rata-rata skor 3,6, kejelasan penyajian media sebesar
3,4, daya tarik media sebesar 3,5, serta efisiensi waktu dan kegiatan sebesar 3,5. Hasil ini
menunjukkan bahwa media telah memenuhi kriteria kepraktisan karena mudah digunakan oleh
peserta didik tanpa memerlukan keterampilan khusus, memiliki penyajian materi yang jelas
sehingga mudah dipahami, serta mampu menarik perhatian siswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Selain itu, media juga dinilai efisien karena dapat membantu proses pembelajaran
menjadi lebih terarah dan tidak memerlukan waktu tambahan yang lama dalam
penggunaannya. Secara keseluruhan, media pembelajaran yang dikembangkan dapat
dikatakan praktis dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena mampu
mendukung keterlaksanaan pembelajaran secara efektif dan efisien, sesuai dengan
karakteristik media yang baik yaitu mudah digunakan, jelas, menarik, dan efisien. Penelitian
ini sejalan dengan penelitian Putra et al., (2023) yang menyatakan bahwa kepraktisan media
pembelajaran ditentukan oleh kemudahan akses, kemudahan penggunaan, serta efisiensi waktu
dalam penggunaannya di kelas.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
225
4. Kesimpulan
Media pembelajaran Flipbook Digital berbasis cerita rakyat Sumatera Utara memiliki
tingkat kelayakan dan kepraktisan yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia di sekolah dasar. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa media memperoleh
kategori baik hingga sangat baik pada aspek tampilan, kegrafikan, keamanan, kesesuaian materi,
serta kepraktisan penggunaan. Selain itu, hasil analisis kualitatif yang diperoleh dari observasi
dan respon pengguna menunjukkan bahwa media mampu meningkatkan keterlibatan peserta
didik dalam proses pembelajaran, membantu pemahaman terhadap elemen-elemen intrinsik
cerita, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian,
media pembelajaran Flipbook Digital dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran
yang efektif dalam mendukung peningkatan kemampuan literasi membaca, khususnya dalam
menganalisis unsur intrinsik cerita pada siswa sekolah dasar.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Pengembangan
Pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama proses
perkuliahan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Ucapan terima kasih
juga disampaikan kepada guru dan peserta didik kelas V sekolah dasar yang telah berpartisipasi
dalam penelitian ini serta membantu dalam proses pengumpulan data. Penulis juga
menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara
langsung maupun tidak langsung, sehingga kegiatan penelitian ini dapat terlaksana dengan baik.
6. Daftar Pustaka
Akip, M. (2025). ANALISIS STRATEGI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA PADA
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS IV SD NEGERI 14 KELAKIK. 3(4).
Aliyah, A., & Istiq’faroh, N. (2022). Pengembangan Media FlipBook Bahasa Indonesia Materi
Fabel Kelas IV SD. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 1(1), 19.
Anirowati, L., Rahma, S., & Komariah, N. (2025). Education Evaluation Models. Indonesian
Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 1(3), 133145.
Creswell. (2023). Metode Penelitian Bagi Pemula. 978-623-459-522-2, Juni, 2023(2), 123.
Fatma Rabia, S., Abdul Nasir Zakaria, G., Nurul, Alfi Muhimmah, H., & Hadi Wibowo, A.
(2024). Study on Reading Literacy in Elementary Schools: Bibliometric Analysis 2013-
2023. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 5870.
https://doi.org/10.26740/eds.v8n1.p58-70
Haya, A. F., Khofifah, I. N., Ainia, V. N., Azahra, D. B., Angelyta, S., Istiq’faroh, N., & Zahroh,
U. A. (2024). Pengembangan Media Ajar Wallchart pada Mata Pelajaran Matematika Kelas
1 di Sekolah Dasar. Tumoutou Social Science Journal, 1(2), 158163.
https://doi.org/10.61476/vqbcw270
Hidayat, F., & Nizar, M. (2021). 2. Evaluasi kep. Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
(JIPAI), 1(1), 2838.
Hidayat, W. N., Smaragdina, A. A., Kirana, K. C., Firmasyah, M. F., Ramadhani, A., Mas, L.,
Akbar, I., & Sari, R. K. (2024). The Effectiveness of Flipbook-Based Learning Media Using
Problem-Based Learning on Students’ Interest in UX Design Course. Edu Komputika
Journal, 11(1), 3949. https://doi.org/10.15294/edukom.v11i1.10696
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
226
Kaka, M. A., Zebua, S. H., Bahagia, Y. A., Lisa, R. F., & Puja, A. (2025). Penggunaan Media
Digital sebagai Alat untuk Meningkatkan Literasi Kewarganegaraan dan Etika di Kalangan
Remaja. Tumoutou Social Science Journal, 2(2), 116123.
https://doi.org/10.61476/8magfd38
Milala, D., Walujan, M., & Pangalila, T. (2024). Pemanfaatan Youtube Sebagai Media
Pembelajaran Guna Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik. Tumoutou Social
Science Journal, 1(1), 1520.
Mubin, M., & Aryanto, S. J. (2024). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Edu
Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(03), 554559.
https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i03.3429
Oktafiani, W., & Tarigan, Y. A. B. (2024). Penerapan Aplikasi Wordwall sebagai Kuis Interaktif
dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn di SMA
Negeri 2 Tondano. Tumoutou Social Science Journal, 1(1), 3135.
https://doi.org/10.61476/gecqwx06
Penelitian, J., Ashari, S., Kholidya, C. F., & Istiq, N. (2026). Jurnal Teknologi Pendidikan :
Integration of Computational Elements in the Development of Teaching Materials to
Enhance Reading Comprehension Skills of Elementary School Students : A Systematic
Literature Review Jurnal Teknologi Pendidikan : 11(2), 203218.
Putra, Y. I., Fadli, R., & Dahry, S. (2023). Meta analyzing the ease of use of e-modules in
learning. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 10(4), 338343.
https://doi.org/10.21831/jitp.v10i4.62229
Putri1, I. T. A., Agusdianita2, N., & Desri3. (2024). Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Era Digital. 7(3), 20572066.
Rukminingsih. (2021). Metode Penelitian Pendidikan. In Angewandte Chemie International
Edition, 6(11), 951952.
Salwa, U., Rhomadhona, L. P., Ervianto, D. N. P., Witono, M. H., Rahmawati, S., Istiq’faroh,
N., & Zahroh, U. A. (2025). Pengembangan Media Buku Interaktif Bahasa Indonesia “Satu
Titik” Guna Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar. Tumoutou
Social Science Journal, 2(1), 1826. https://doi.org/10.61476/45vdaz77
Sayuti, A. S. L., Berliani, M. K., Lestari, S., Saputra, D. D., Amalia, H., Istiq’faroh, N., &
Zahroh, U. A. (2025). Efektivitas Media Pembelajaran Digital LiBeRu dalam Membangun
Lingkungan Belajar yang Interaktif dan Menyenangkan. Tumoutou Social Science Journal,
2(1), 2741. https://doi.org/10.61476/3h35zp97
Septi, I., Setiyaningsih, E., Aina, P., & Sagita, R. (2026). Pengaruh Self-Confidence Terhadap
Hasil Belajar Siswa. 3(1), 18.
Setiawan, R., Muhimmah, H. A., Subrata, H., Istiq’faroh, N., Abidin, Z., & Noerdiana, A. F.
(2023). Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Inovatif Tingkat Sekolah Dasar
Dengan Teori Belajar Sibernetika. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian
Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 9(2), 117122. https://doi.org/10.26740/jrpd.v9n2.p117-
122
Shella Salsabila1, Eko Kuntarto2, S. N. (2024). EKSPLORASI PEMAHAMAN LITERASI
MEMBACA TEKS NARASI PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR. 09.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 218-227
E-ISSN: 3048-3093
Karisma Budy Ramadhani et.al (Analisis Kevalidan dan Kepraktisan Flipbook)
227
Sitepu, E. N. (2021). , E. N. (2021). PROSIDING PENDIDIKAN DASAR URL:
https://journal.mahesacenter.org/index.php/ppd/index MPSitepuedia Pembelajaran
Berbasis Digital. URL: Https://Journal.Mahesacenter.Org/Index.Php/Ppd/Index, 1, 242
248. https://doi.org/10.34007/ppd.v1i1.195RO. URL:
Https://Journal.Mahesacenter.Org/Index.Php/Ppd/Index, 1, 242248.
https://doi.org/10.34007/ppd.v1i1.195
Sumakul, H. I., Tendean, S. V., & Lonto, A. L. (2024). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi sebagai Media Pembelajaran. Tumoutou Social Science Journal, 1(1), 2130.
https://doi.org/10.61476/xy1xwh12
Wahyu Titis Kholifah1 , F. K. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Cerita Bergambar Tematik
untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3(2), 524
532. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971
Wajdi, Farid; Astiswijaya, Nike; Suandi; Hozairi; Usman, E. (2024). Metode Penelitian
Pendidkan dan Pengembangan.
Woisiri, C. J., & Biringan, J. (2025). Strategi Pembelajaran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Melalui Mata Pelajaran PPKn di SMA Advent Waropen Papua. Tumoutou
Social Science Journal, 2(2), 7479. https://doi.org/10.61476/r7xdmx91