TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
228
Pengembangan Media Animasi Misi Gabi (Mitigasi
Banjir Berbasis Grok.AI) untuk Meningkatkan
Pemahaman Kesiapsiagaan Bencana Siswa Sekolah
Dasar
Athaya Qurrotul Aini
a,1*
, Najwa Istighfarochah
b,2
, Nurul Istiq’faroh
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
1
24010644201@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644198@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 April 2026
Direvisi: 17 Mei 2026
Disetujui: 8 Juni 2026
Tersedia Daring: 1 Juli 2026
Bencana banjir merupakan salah satu ancaman alam yang paling dominan di
Indonesia dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk
anak-anak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi yang
sistematis sejak dini melalui pendidikan yang efektif. Namun, pembelajaran
mitigasi bencana di sekolah dasar saat ini masih didominasi oleh metode
konvensional yang cenderung kurang menarik dan belum mampu
membangun kesiapsiagaan siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis kevalidan dan kepraktisan media pembelajaran animasi
“Misi Gabi” yang dikembangkan dengan mengintegrasikan desain visual
berbasis Canva dan teknologi kecerdasan buatan Grok.AI dalam
meningkatkan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana banjir. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development
(R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis,
Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data
dilakukan melalui angket validasi ahli media serta angket respon guru dan
siswa, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media “Misi Gabi” memperoleh tingkat
kevalidan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 93,06% berdasarkan
penilaian ahli media. Selain itu, tingkat kepraktisan media juga tergolong
sangat tinggi, ditunjukkan oleh respon positif guru dengan persentase
manfaat sebesar 85% serta respon siswa yang mencapai tingkat pemahaman
sebesar 90%. Dengan demikian, media animasi berbasis kecerdasan buatan
ini dinyatakan sangat layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran
mitigasi bencana banjir di sekolah dasar. Implikasi dari penelitian ini
menekankan pentingnya integrasi teknologi digital sebagai inovasi dalam
meningkatkan kualitas edukasi kebencanaan yang lebih menarik, interaktif,
dan bermakna bagi siswa.
Kata Kunci:
Media Animasi Pembelajaran
Mitigasi Bencana
Kecerdasan Buatan
ABSTRACT
Keywords:
Animated Learning Media
Disaster Mitigation
Artificial Intelligence
Floods are one of the most prevalent natural hazards in Indonesia and have a
significant impact on people's lives, including elementary school-aged children.
Therefore, systematic early mitigation efforts are needed through effective
education. However, disaster mitigation learning in elementary schools is
currently dominated by conventional methods that tend to be less engaging and
unable to build optimal student preparedness. This study aims to analyze the
validity and practicality of the animated learning media "Gabi Mission,"
developed by integrating Canva-based visual design and Grok.AI artificial
intelligence technology in improving students' understanding of flood disaster
mitigation. The method used in this study is Research and Development (R&D)
with the ADDIE development model, which includes the stages of Analysis,
Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection was
carried out through media expert validation questionnaires and teacher and
student response questionnaires, which were then analyzed using descriptive
percentage techniques. The results showed that the "Gabi Mission" media
obtained a very high level of validity with an average score of 93.06% based on
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
229
media expert assessments. Furthermore, the media's practicality was also very
high, as demonstrated by positive teacher responses with a benefit percentage
of 85% and student responses reaching a comprehension level of 90%.
Therefore, this AI-based animation media is deemed highly feasible and
practical for use in flood disaster mitigation learning in elementary schools. The
implications of this study emphasize the importance of integrating digital
technology as an innovation in improving the quality of disaster education,
making it more engaging, interactive, and meaningful for students.
©2026, Athaya Qurrotul Aini, Najwa Istighfarochah, Nurul Istiq’faroh
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Berdasarkan catatan BPS, 2023 bencana banjir di Indonesia merupakan salah satu bencana
yang menjadi salah satu bencana dominan di berbagai wilayah. Hal tersebut dikarenakan
peningkatan intensitas curah hujan, perubahan tata guna lahan, serta perkembangan wilayah
perkotaan. Kondisi ini menuntut adanya upaya mitigasi bencana yang sistematis agar masyarakat
memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana sejak dini. Pendidikan mitigasi
bencana pada tingkat sekolah dasar menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan
kesadaran dan pemahaman warga negara mengenai risiko bencana yang terjadi di lingkungan
sekitar. Pembelajaran mitigasi bencana banjir di sekolah dasar masih belum banyak
diintegrasikan secara optimal dalam pembelajaran formal, padahal pengembangan bahan ajar
mitigasi terbukti dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana
(Nindiawati et al., 2021).Penelitian lain juga menjelaskan bahwa pendidikan kebencanaan di
sekolah dasar dapat membangun budaya sadar bencana serta meningkatkan pengetahuan siswa
mengenai penyebab dan dampak bencana banjir (Hidayat, 2023).
Gerakan literasi sekolah pada jenjang pendidikan dasar masih menunjukkan tingkat yang
relatif rendah sehingga memerlukan penguatan melalui strategi pembelajaran yang tepat dan
inovatif (Istiq’faroh et al., 2022). Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya menjadi
tanggung jawab siswa, tetapi juga guru sebagai fasilitator pembelajaran. Oleh karena itu,
penguatan budaya literasi guru dapat dilakukan melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah
sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar (Istiqfaroh et al., 2023).
Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran juga dapat didukung melalui pelatihan
manajemen kelas yang efektif. Guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola kelas dengan
baik akan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan meningkatkan keterlibatan
siswa dalam proses pembelajaran (Setiawan et al., 2023). Di sisi lain, pendidikan tidak hanya
berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter
berbasis kearifan lokal terbukti mampu membentuk ketahanan (resiliensi) siswa dalam
menghadapi berbagai tantangan kehidupan (Hendratno et al., 2025). Sejalan dengan
perkembangan teknologi, penerapan model pembelajaran berbasis blended learning juga
menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan keterampilan dasar mengajar, khususnya
pada masa pandemi Covid-19 (Istiq’faroh et al., 2022).
Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran memungkinkan pengembangan media
yang lebih inovatif dan kreatif. Saat ini, Canva menjadi tools yang trend di kalangan pendidik.
Canva memungkinkan guru dan siswa membuat berbagai media pembelajaran seperti infografik,
presentasi dan lembar kerja interaktif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Maria et al., 2025)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
230
penggunaan media pembelajaran berbantuan Canva dapat meningkatkan pemahaman konsep
serta kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian oleh (Dasar et al., 2025) juga
menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis visual dan simulasi mitigasi
terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan siswa karena materi disajikan
secara konkret dan kontekstual.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Bumi et al., 2025) menyatakan bahwa
pembelajaran berbasis media visual dan interaktif dalam pendidikan kebencanaan mampu
membantu siswa memahami konsep yang kompleks melalui penyajian yang lebih konkret dan
sistematis. Salah satu AI yang digunakan untuk membuat animasi secara mudah adalah Grok.AI.
Namun, hingga saat ini, masih jarang ditemukan penelitian yang secara khusus mengkaji
pemanfaatan Grok.AI dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran,
termasuk media berbasis inovasi, dapat meningkatkan efektivitas penyampaian materi serta
mendukung keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar (Nurhalizah Apriyani et al., 2025).
Dengan demikian, penggunaan Grok.AI sebagai alat untuk membuat animasi mitigasi bencana
untuk siswa sekolah dasar, memiliki kebaruan yang menawarkan pendekatan pembelajaran yang
lebih holistik, adaptif, dan interaktif.
Media pembelajaran berbasis digital memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik
karena memadukan unsur visual, teks, dan aktivitas interaktif sehingga siswa lebih mudah
memahami konsep yang bersifat abstrak. Penelitian yang dilakukan oleh (Rahayu et al., 2024)
menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai mitigasi bencana masih terbatas
sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu memberikan pemahaman serta arahan
tindakan yang tepat dalam menghadapi bencana. Selain pengembangan media pembelajaran,
beberapa penelitian juga menekankan pentingnya integrasi pendidikan kebencanaan dalam
pembelajaran di sekolah dasar untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini. Penelitian
oleh (Mustofa & Handini, 2023) menunjukkan bahwa pendidikan mitigasi bencana yang
diterapkan di sekolah dasar dapat membantu membentuk budaya kesiapsiagaan serta
meningkatkan kesadaran siswa terhadap potensi bencana yang ada di lingkungan sekitar.
Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat media digital dalam
pembelajaran, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih banyak menggunakan metode
konvensional seperti ceramah dan penyampaian materi berbasis buku teks. Sehingga, cenderung
membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian tentang pembelajaran
mitigasi banjir di SD menunjukkan bahwa pembelajaran mitigasi bencana yang dilakukan secara
konvensional cenderung kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap
pembelajaran yang konkret(Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, 2024). Sebaliknya,
pembelajaran berbasis media digital interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa
serta membantu siswa memahami konsep secara lebih efektif. Seperti penelitian yang dilakukan
oleh (Nugraha et al., 2025) menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran
mampu meningkatkan partisipasi belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, integrasi
media digital interaktif tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga membantu siswa
memahami konsep secara lebih mendalam.
Berdasarkan latar belakang dan kesenjangan penelitian yang telah diuraikan, tujuan utama
penelitian ini adalah untuk menganalisis kevalidan dan kepraktisan integrasi media pembelajaran
berbasis Canva dan teknologi kecerdasan buatan Grok.AI dalam meningkatkan pemahaman
siswa sekolah dasar mengenai mitigasi bencana banjir. Penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui bagaimana penggunaan media digital interaktif dapat meningkatkan keterlibatan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
231
belajar siswa serta membantu mereka memahami konsep mitigasi bencana secara lebih konkret
dan aplikatif.
Penelitian ini diharapkan memberikan beberapa kontribusi penting baik secara teoretis
maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat memperkaya kajian mengenai pembelajaran
mitigasi bencana di sekolah dasar dengan menghadirkan model integrasi media digital berbasis
desain visual dan kecerdasan buatan berbasis Grok.AI. Secara praktis, penelitian ini dapat
menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif,
interaktif, dan adaptif sehingga mampu meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa
terhadap bencana banjir. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi
pengembangan kebijakan pendidikan kebencanaan di sekolah dasar dengan memanfaatkan
teknologi digital secara lebih optimal.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model
pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap sistematis: Analysis, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation. Pemilihan model ini didasarkan pada strukturnya yang
komprehensif untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid dan praktis. Penelitian
dilaksanakan di Sekolah Dasar pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian
meliputi siswa kelas rendah/tinggi sebagai subjek uji coba kepraktisan, serta melibatkan ahli
materi dan ahli media sebagai validator untuk menguji kevalidan produk. Prosedur pengembangan
dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:
1. Analisis (Analysis): Tahap awal untuk mengidentifikasi kesenjangan antara pembelajaran
konvensional dengan kebutuhan media digital interaktif dalam materi mitigasi banjir.
Analisis juga mencakup karakteristik siswa sekolah dasar yang memerlukan visualisasi
konkret untuk memahami konsep abstrak bencana.
2. Desain (Design): Melibatkan penyusunan storyboard petualangan "Misi Gabi",
perancangan tata letak visual menggunakan Canva, serta pemilihan aset animasi yang akan
diintegrasikan dengan teknologi AI.
3. Pengembangan (Development): Tahap produksi media "Misi Gabi" dengan
mengintegrasikan elemen visual dari Canva dan animasi yang dihasilkan melalui Grok.AI.
Pada tahap ini, dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media untuk memastikan
kelayakan produk sebelum diuji coba.
4. Implementasi (Implementation): Media yang telah dinyatakan valid kemudian
diimplementasikan kepada siswa di kelas. Guru berperan sebagai fasilitator dalam
mengarahkan siswa berinteraksi dengan media animasi tersebut.
5. Evaluasi (Evaluation): Mencakup analisis data hasil validasi ahli (kevalidan) dan data
angket respon siswa (kepraktisan).
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket validasi untuk para ahli
serta angket respon untuk mengukur tingkat kepraktisan media bagi siswa. Data kevalidan dan
kepraktisan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan rumus sebagai
berikut:
Presentase = Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal
Hasil perhitungan tersebut kemudian dikonsultasikan dengan kriteria kelayakan untuk
menentukan apakah media pembelajaran "Misi Gabi" memenuhi kriteria sangat layak, layak,
atau tidak layak untuk digunakan dalam pembelajaran mitigasi banjir di sekolah dasar.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
232
3. Hasil dan Pembahasan
Pengembangan media pembelajaran
Proses pengembangan media menggunakan model ADDIE (Analysis, Design,
Development, Implementation, Evaluation) berhasil menghasilkan media animasi "Misi Gabi"
yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan mitigasi bencana di sekolah dasar.
Pada tahap analisis, identifikasi dilakukan terhadap kebutuhan siswa akan visualisasi konkret
mengenai risiko bencana banjir, mengingat metode konvensional berbasis buku teks cenderung
kurang efektif dalam membangun kesiapsiagaan. Pendekatan visual dan interaktif melalui
animasi telah terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak,
sebagaimana dikemukakan dalam teori pembelajaran kognitif multimedia. Desain media "Misi
Gabi" memuat elemen visual menarik hasil integrasi desain Canva dan teknologi kecerdasan
buatan Grok.AI, yang mencakup animasi prosedur penyelamatan diri, kuis interaktif, serta narasi
audio yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Tahap pengembangan
melibatkan proses produksi animasi yang efisien menggunakan Grok.AI serta kolaborasi validasi
dengan ahli materi dan ahli media untuk memastikan akurasi konten mitigasi serta kualitas teknis
media.
Kelayakan media pembelajaran
Validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran "Misi Gabi" memenuhi
kriteria kelayakan dengan nilai rata-rata yang sangat tinggi pada seluruh aspek penilaian.
Berdasarkan instrumen skala Likert (14), media ini dinyatakan sangat layak untuk digunakan
dalam pembelajaran mitigasi banjir di sekolah dasar. Hasil validasi ahli media terhadap produk
digital berbasis Grok.AI dan Canva dirangkum dalam tabel berikut:
Tabel 1. Kelayakan Media Pembelajaran
Aspek Penilaian
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Rekayasa Perangkat
Lunak
22
24
Desain Pembelajaran
22
24
Komunikasi Visual
23
24
Total
67
72
Berdasarkan Tabel 1, media memperoleh skor total sebesar 67 dari skor maksimal 72
dengan persentase 93,06%, sehingga termasuk dalam kategori sangat layak. Analisis mendalam
untuk masing-masing aspek penilaian adalah sebagai berikut:
1. Rekayasa Perangkat Lunak (91,67%): Aspek ini menunjukkan bahwa media "Misi Gabi"
yang dikembangkan melalui integrasi Grok.AI memiliki kualitas teknis yang andal dan
operasional. Skor tinggi ini mencerminkan bahwa media dapat dijalankan dengan stabil,
memiliki navigasi yang fungsional, serta efisien dalam penggunaan sumber daya digital di
lingkungan sekolah dasar.
2. Desain Pembelajaran (91,67%): Capaian pada aspek ini mengindikasikan bahwa alur
materi mitigasi banjir dalam media telah disusun secara sistematis dan sesuai dengan
tujuan instruksional. Media ini mampu memfasilitasi interaksi aktif siswa melalui skenario
petualangan yang konkret, sehingga membantu proses transfer pengetahuan mengenai
kebencanaan secara efektif.
3. Komunikasi Visual (95,83%): Aspek komunikasi visual memperoleh skor tertinggi, yang
menunjukkan keunggulan integrasi desain Canva dan animasi Grok.AI dalam menciptakan
daya tarik estetika. Penggunaan elemen visual yang dominan sangat relevan dengan
karakteristik siswa sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret, sehingga
mampu meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa terhadap materi yang disajikan.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
233
Media pembelajaran animasi "Misi Gabi" (Mitigasi Banjir Berbasis AI) dinyatakan
"Sangat Layak" berdasarkan hasil validasi ahli media dengan rata-rata skor 93,0. Setiap aspek
penilaian menunjukkan hasil yang sangat positif, yaitu aspek rekayasa perangkat lunak sebesar
91,67%, desain pembelajaran 91,67%, dan komunikasi visual yang mencapai skor tertinggi
sebesar 95,83%. Hasil ini menunjukkan bahwa media "Misi Gabi" memiliki kualitas teknis yang
andal, desain instruksional yang sistematis, serta tampilan visual yang sangat menarik. Validasi
tersebut menguatkan kesimpulan bahwa media animasi berbasis Grok.AI dan Canva ini mampu
mendukung pemahaman siswa kelas 3 SD mengenai mitigasi bencana banjir secara efektif.
Pemanfaatan komunikasi visual yang unggul (95,83%) sangat relevan dengan karakteristik
siswa kelas 3 yang masih berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka memerlukan
visualisasi nyata untuk memahami prosedur keselamatan. Hal ini sejalan dengan pendapat
(Munawir dkk, 2024) dalam jurnal referensi yang menyatakan bahwa media pembelajaran
interaktif dapat meningkatkan motivasi siswa melalui penyajian materi yang menarik secara
visual. Selain itu, tingginya skor pada aspek desain pembelajaran (91,67%) mendukung
pernyataan (Rahmatyas, 2025) bahwa media interaktif memungkinkan siswa berperan aktif
dalam membangun pemahaman mereka sendiri. Melalui integrasi teknologi Grok.AI, media ini
memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sistematis, sesuai dengan pandangan
(Faturrokhman, 2024) bahwa media yang terstruktur dapat meningkatkan perhatian siswa selama
proses pembelajaran. Kombinasi skor tinggi dari seluruh aspek penilaian menunjukkan bahwa
media "Misi Gabi" tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga secara fungsional siap
digunakan sebagai sarana edukasi mitigasi bencana yang inovatif bagi siswa kelas 3 sekolah
dasar.
Gambar 1. Media Pembelajaran
Respon guru dan siswa terhadap media pembelajaran
A. Respon guru
Respon guru terhadap media pembelajaran animasi berbasis Grok.AI yang dikembangkan
menggunakan model ADDIE menunjukkan hasil yang positif. Guru merasa lebih mudah
mengorganisasikan siswa ketika proses pembelajaran. Guru merasa pembelajaran menjadi lebih
menarik dan mudah dipahami dibandingkan metode konvensional. Menurut hasil kuesioner yang
diberikan setelah implementasi, guru menyatakan bahwa media ini meningkatkan pemahaman
siswa terhadap materi dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Berikut adalah tabel
yang menunjukkan persentase respon guru terhadap berbagai aspek media pembelajaran:
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
234
Tabel 2. Respon Guru terhadap Media Pembelajaran
Aspek Respon
Sangat
Setuju
(%)
Setuju
(%)
Tidak
Setuju
(%)
Sangat
Tidak
Setuju
(%)
Aspek Kemudahan Penggunaan
70%
28%
2%
0%
Aspek Efisiensi Pembelajaran
80%
20%
0%
0%
Aspek Kesesuaian dengan
Pembelajaran
60%
38%
2%
0%
Aspek Daya Tarik dan Respon
Siswa
75%
25%
0%
0%
Aspek Manfaat bagi Guru
85%
15%
0%
0%
Berdasarkan hasil survei respons guru, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
pembelajaran animasi "Misi Gabi" (Mitigasi Banjir Berbasis AI) memberikan dampak positif
dan memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi untuk siswa kelas 3 SD. Analisis menunjukkan
lima aspek utama yang dinilai memperoleh kategori "Sangat Baik", yang menegaskan bahwa
integrasi Grok.AI dan Canva sangat efektif dalam mendukung pembelajaran mitigasi bencana.
1) Aspek Manfaat bagi Guru memperoleh persentase "Sangat Setuju" tertinggi sebesar
85%. Hal ini menunjukkan bahwa media "Misi Gabi" sangat membantu guru dalam
menyampaikan materi mitigasi yang kompleks secara lebih sistematis dan efisien. Hal
ini sejalan dengan pendapat (Raya, 2022) bahwa media berbasis teknologi memudahkan
guru menyampaikan materi secara bertahap sehingga konsep mudah dipahami.
2) Aspek Efisiensi Pembelajaran mendapatkan respons "Sangat Setuju" sebesar 80%.
Penggunaan animasi berbasis Grok.AI terbukti mampu mempercepat proses transfer
pengetahuan dibandingkan metode konvensional. Sejalan dengan pandangan (Wulandari
et al., 2023), media pembelajaran berperan penting sebagai alat untuk mempermudah
proses transfer informasi secara efektif.
3) Aspek Daya Tarik dan Respon Siswa memperoleh skor "Sangat Setuju" sebesar 75%.
Visualisasi yang menarik dari Canva dan animasi AI berhasil meningkatkan keterlibatan
siswa kelas 3. Hal ini mendukung teori (Maghfiroh et al., 2021) bahwa elemen visual
yang menarik dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan dalam proses
pembelajaran.
4) Aspek Kemudahan Penggunaan menunjukkan 70% responden "Sangat Setuju" bahwa
media ini mudah dioperasikan. Antarmuka yang sederhana memungkinkan media
digunakan tanpa kendala teknis yang rumit, yang menurut (Rapik, 2022) sangat
membantu siswa memproses informasi melalui saluran ganda secara nyaman.
5) Aspek Kesesuaian dengan Pembelajaran memperoleh respons "Sangat Setuju" 60%
dan "Setuju" 38%. Data ini membuktikan bahwa konten "Misi Gabi" sangat relevan
dengan kebutuhan kurikulum mitigasi bencana di sekolah dasar. Hal ini selaras dengan
prinsip konstruktivis yang dikemukakan (Revalina Hidayat et al., 2025), di mana media
interaktif membantu siswa membangun pemahaman mereka secara aktif.
Secara keseluruhan, media "Misi Gabi" menyediakan pengalaman pembelajaran yang
praktis, menarik, dan aplikatif. Hasil penelitian ini mendukung pandangan (Lestari, 2024)
bahwa pemanfaatan teknologi harus menggabungkan elemen visual dan interaktif untuk
meningkatkan efektivitas pengajaran secara menyeluruh.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
235
B. Respon Siswa
Respon siswa terhadap media pembelajaran animasi berbasis Grok.AI yang dikembangkan
menggunakan model ADDIE menunjukkan hasil yang positif. Siswa merasa lebih faham dan
tertarik ketika proses pembelajaran. Siswa merasa pembelajaran menjadi lebih menarik dan
mudah dipahami dibandingkan metode konvensional. Menurut hasil kuesioner yang diberikan
setelah implementasi, sebagian besar siswa menyatakan bahwa media ini meningkatkan
pemahaman mereka terhadap materi dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Berikut
adalah tabel yang menunjukkan persentase respon siswa terhadap berbagai aspek media
pembelajaran:
Tabel 3. Respon Siswa terhadap Media Pembelajaran
Aspek Respon
Sangat
Setuju
(%)
Setuju
(%)
Tidak
Setuju
(%)
Sangat
Tidak
Setuju
(%)
Aspek Tampilan
80%
20%
0%
0%
Aspek Materi
75%
25%
0%
0%
Aspek Manfaat Menyimak
90%
10%
0%
0%
Aspek Kepahaman Siswa
Terhadap Video
90%
10%
0%
0%
Berdasarkan hasil survei kepada siswa, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
pembelajaran animasi "Misi Gabi" (Mitigasi Banjir Berbasis AI) memberikan dampak positif
yang signifikan terhadap proses pembelajaran mitigasi bencana. Analisis terhadap empat aspek
respons siswa menunjukkan dominasi kategori "Sangat Setuju", yang mengindikasikan bahwa
media ini praktis dan efektif digunakan untuk siswa kelas 3 sekolah dasar.
1. Aspek Kepahaman Siswa Terhadap Video memperoleh persentase "Sangat Setuju"
sebesar 90%. Hal ini membuktikan bahwa integrasi animasi dari Grok.AI mampu
membantu siswa memproses informasi mengenai mitigasi banjir dengan lebih baik. Sesuai
dengan teori pembelajaran multimedia oleh (Rapik, 2022), kombinasi visual dan narasi
membantu siswa memahami konsep melalui saluran ganda (dual channel).
2. Aspek Manfaat Menyimak juga mendapatkan respons "Sangat Setuju" sebesar 90%.
Tingginya nilai pada aspek ini menunjukkan bahwa konten audio-visual dalam "Misi
Gabi" berhasil menjaga atensi siswa selama pembelajaran. Hal ini sejalan dengan
pendapat (Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, 2024) bahwa media pembelajaran
yang sistematis dapat meningkatkan perhatian siswa secara efektif.
3. Aspek Tampilan memperoleh persentase "Sangat Setuju" sebesar 80%. Visualisasi yang
dirancang melalui Canva memberikan estetika yang relevan bagi siswa kelas 3, sehingga
meningkatkan ketertarikan mereka terhadap materi. (Mayasari et al., 2023) menyatakan
bahwa penyajian materi yang menarik secara visual merupakan faktor kunci dalam
meningkatkan motivasi belajar.
4. Aspek Materi mendapatkan respons "Sangat Setuju" sebesar 75% dan "Setuju" sebesar
25%. Data ini menunjukkan bahwa substansi materi mitigasi banjir dalam media sudah
sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Media ini berhasil
mentransformasi konsep mitigasi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah
dicerna.
Secara keseluruhan, media "Misi Gabi" menawarkan pengalaman belajar yang interaktif
dan menyenangkan bagi siswa. Hasil ini mendukung pandangan (Mayasari et al., 2023) bahwa
pemanfaatan teknologi yang menggabungkan elemen visual dan interaktif mampu
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
236
meningkatkan efektivitas pengajaran secara signifikan. Selain itu, kemudahan pemahaman
yang dirasakan siswa selaras dengan penelitian (Wulandari et al., 2023) yang menekankan
peran media sebagai alat bantu transfer pengetahuan yang efisien.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
pengembangan media pembelajaran animasi “Misi Gabi” berbasis integrasi Canva dan teknologi
kecerdasan buatan Grok.AI dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran
mitigasi bencana banjir di sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan melalui hasil validasi ahli yang
memperoleh kategori sangat layak serta respon positif dari guru dan siswa yang menunjukkan
tingkat kepraktisan yang tinggi. Penggunaan media animasi interaktif ini terbukti mampu
meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep mitigasi bencana yang sebelumnya bersifat
abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Selain itu, media ini juga mampu
meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta pengalaman belajar siswa melalui visualisasi yang
menarik dan interaktif.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dan kecerdasan
buatan dalam pembelajaran memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan,
khususnya pada materi yang membutuhkan visualisasi seperti mitigasi bencana. Oleh karena itu,
disarankan kepada guru untuk memanfaatkan teknologi seperti Canva dan AI dalam
mengembangkan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat
menguji efektivitas media ini pada skala yang lebih luas serta mengembangkan fitur interaktif
yang lebih beragam.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dasar yang telah memberikan izin
serta fasilitas selama pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada
dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan masukan konstruktif selama
proses penyusunan penelitian. Selain itu, penulis mengapresiasi partisipasi guru dan siswa yang
telah berperan aktif dalam proses uji coba media pembelajaran sehingga penelitian ini dapat
terlaksana dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyelesaian penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Agustyani, N. T., Fitria, F., Manalu, F., Rustini, T., & Wahyuningsih, Y. (2022). Pembelajaran
mitigasi bencana banjir terhadap siswa sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD
STKIP Subang, 8(1), 290302.
Bumi, G., Di, S., & Sindangkerta, S. D. N. (2025). 3 1,2,3. 10.
Dasar, S., Buku, P., Dan, S., & Mitigasi, S. (2025). 2 1 2 3. 10(September).
Faturrokhman, R. (2024). Media Pembelajaran Interaktif Meningkatkan Keterlibatan. Jurnal
Pendidikan Dan Keguruan, 2(4), 713721. https://jutepe-
joln.net/index.php/JURPERU/article/view/846/833
Hendratno, H., Syahidul Haq, M., Istiqfaroh, N., Fakhrudin, A., Enun Kharisma, N. V., Salamah,
E. R., & Suprayitno, S. (2025). Building Resilience in Students through Character
Education Based on Indigenous Wisdom: An Approach for Conflict Zones. Educational
Process International Journal, 19(1). https://doi.org/10.22521/edupij.2025.19.601
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
237
Hidayat, L. (2023). Implementasi Kerangka Aksi Mitigasi Bencana Bagi Siswa Berkebutuhan
Khusus Di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif. Caruban: Jurnal Ilmiah
Ilmu Pendidikan Dasar, 6(1), 15. https://doi.org/10.33603/caruban.v6i1.7691
Lestari. (2024). Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti || 75. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti,
6(1), 7586.
Istiq’faroh, N. (2022). The profile of students’ basic teaching skills through blended learning in
microteaching courses during Covid-19 pandemic. Jurnal Basicedu, 6(2), 25862596.
Istiqfaroh, N., Hendratno, H., Rukmi, A. S., Damayanti, M. I., Kristanti, A. L. F., & Syaharani,
N. F. (2023). Budaya Literasi: Pelatihan Menulis Artikel dan Publikasi Ilmiah bagi Guru
di Sekolah Dasar. Kontribusi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat,
4(1), 1223. https://doi.org/10.53624/kontribusi.v4i1.263
Istiq’faroh, N., Wibowo, A. H., Lestari, W. M., Murni, A. W., & Mahsunah, E. (2022).
Strengthening School Literature Movement in Elementary School During the Covid-19
Pandemic. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(3), 39033914.
https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i3.1132
Maghfiroh, F. L., Amin, S. M., Ibrahim, M., & Hartatik, S. (2021). Keefektifan pendekatan
pendidikan matematika realistik Indonesia terhadap kemampuan literasi numerasi siswa di
sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 33423351.
Maria, O., Samosir, R., Putri, R. A., Adrias, A., & Putri, A. (2025). Jurnal Pendidikan
Transformatif ( JPT ) Penggunaan Media Interaktif Berbantuan Canva Dalam
Pembelajaran Jurnal Pendidikan Transformatif ( JPT ). Jurnal Pendidikan Transformatif
(JPT) e-ISSN:, 04(03), 17.
Mayasari, A., Pujasari, W., Ulfah, & Opan, A. (2023). Pengaruh Media Visual Pada Materi
Pembelajaran Terhadap Motivasi. Jurnal Tahsinia, 173179.
Munawir dkk. (2024). Peran Media Interaktif Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran SKI Di Madrasah Ibtidaiyah, Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora.
Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 9(1), 6371.
Mustofa, M., & Handini, O. (2023). Implementasi Tanggap Wilayah dalam Mitigasi Bencana
Gunung Api di Sekolah Dasar. International Journal of Community Service Learning, 7(2),
151154. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v7i2.60106
Nindiawati, D., Subandowo, M., & Rusmawati, R. (2021). Pengembangan Bahan Ajar
Matematika untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi
Pendidikan, 6(1), 140150. https://doi.org/10.17977/um039v6i12021p140
Nugraha, A. F., Yonanda, D. A., & Azman, M. N. A. (2025). Analysis of the Science Learning
Process Using Canva Media on Student Learning Participation in Grade Iv Elementary
School. Jurnal Cakrawala Pendas, 11(3), 783789.
https://doi.org/10.31949/jcp.v11i3.13538
Nurhalizah Apriyani, Siti Nur Aprilianti, Tria Nur Erliani Agustin, & Yona Wahyuningsih.
(2025). Systematic Literature Review tentang Implementasi Pembelajaran Mitigasi
Bencana di Mata Pelajaran IPS Sekolah Dasar. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial
Humaniora, 4(4), 7788. https://doi.org/10.30640/dewantara.v4i4.5514
Rahayu, M. S., Utariningsih, W., & Wahyuni, S. (2024). Edukasi Mitigasi Bencana Melalui
Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Bagi Siswa Sekolah Dasar. Auxilium :
Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(2), 18. https://doi.org/10.29103/auxilium.v2i2.15989
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 228-238
E-ISSN: 3048-3093
Athaya Qurrotul Aini et.al (Pengembangan Media Animasi Misi Gabi….)
238
Rahmatyas, S. (2025). Pengaruh Penggunaan Media Digital Interaktif Terhadap Pemahaman
Konsep Matematika Siswa. DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(01), 1923.
https://doi.org/10.56842/dikmat.v5i01.510
Rapik, M. (2022). Kreativitas Guru dalam Mengolah Media Pembelajaran Daring. Journal of
Instructional and Development Researches, 2(4), 146152.
https://doi.org/10.53621/jider.v2i4.104
Raya, P. (2022). TUNAS. 2330.
Revalina Hidayat, Irma Apriani, Lisa Putri, Ilham Muarif, Melsi Prima Dola, & Masri Yuanda.
(2025). Pengembangan Media Pembelajaran PPT Interaktif untuk Meningkatkan
Pemahaman Siswa dalam Mata Pelajaran PKn di Sekolah Dasar. Jurnal Bintang
Pendidikan Indonesia, 3(2), 365374. https://doi.org/10.55606/jubpi.v3i2.3846
Setiawan, R., Widiyanah, I., Istiqfaroh, N., Ardelia, V., & Kristanti, A. L. F. (2023). Pelatihan
Manajemen Kelas Bagi Guru-Guru di Padang Besar Municipality Thailand. Kontribusi:
Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 7787.
https://doi.org/10.53624/kontribusi.v4i1.276
Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023).
Pentingnya Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Journal on Education,
5(2), 39283936. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.1074