TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
239
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir dalam
Meningkatkan Membaca Pemahaman dan
Kesiapsiagaan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Edelweiss Rosa Audyna
a,1*
, Nurul Istiq’faroh
b,2*
, Dhea Mutiara Dewi
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, 60213
1
24010644002@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiq’faroh@unesa.ac.id,
3
24010644215@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 April 2026
Direvisi: 17 Mei 2026
Disetujui: 8 Juni 2026
Tersedia Daring: 1 Juli 2026
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) berbasis mitigasi bencana banjir dalam meningkatkan
kemampuan membaca pemahaman dan kesiapsiagaan siswa kelas IV
sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-
Posttest digunakan untuk menganalisis data dari tujuh peserta didik.
Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan membaca
pemahaman yang telah melalui validasi ahli. Analisis data menggunakan
Normalized Gain (N-Gain) dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data
tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil
menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 75,71 (pretest) menjadi 97,86
(posttest) dengan rata-rata N-Gain 0,93 dalam kategori tinggi. Uji Wilcoxon
menghasilkan nilai signifikansi 0,018 (p < 0,05), membuktikan terdapat
perbedaan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman sebelum
dan sesudah penerapan LKPD. LKPD yang mengintegrasikan teks naratif
berbasis fenomena banjir lokal, media stik es krim bergambar, dan aktivitas
manipulatif terbukti efektif mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus
membangun kesiapsiagaan terhadap bencana banjir. Penelitian ini
berkontribusi pada pengembangan bahan ajar tematik yang responsif
terhadap konteks kebencanaan lokal dan sejalan dengan pendekatan
Kurikulum Merdeka.
Kata Kunci:
LKPD
Mitigasi Bencana Banjir
Membaca Pemahaman
Kesiapsiagaan Siswa
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
LKPD
Flood Disaster Mitigation
Reading Comprehension
Student Preparedness
Elementary School
This study aims to evaluate the effectiveness of the Flood Disaster Mitigation-
based Student Worksheet (LKPD) in improving reading comprehension skills
and disaster preparedness of fourth-grade elementary school students. A
quantitative approach using One Group Pretest-Posttest design was employed
with seven students as subjects. Data collection instruments included a
validated reading comprehension test. Data analysis used Normalized Gain (N-
Gain) and the Wilcoxon Signed Ranks Test due to non-normal data distribution
confirmed by the Shapiro-Wilk test. Results showed the average score
increased from 75.71 (pretest) to 97.86 (posttest), with an average N-Gain of
0.93 in the high category. The Wilcoxon test yielded a significance value of
0.018 (p < 0.05), confirming a significant difference in reading comprehension
before and after LKPD implementation. The LKPD, integrating local flood-
based narrative texts, illustrated ice cream stick media, and manipulative
activities, proved effective in encouraging active student engagement while
building flood disaster preparedness. This study contributes to developing
thematic teaching materials responsive to local disaster contexts and aligned
with the Merdeka Curriculum approach.
©2026, Edelweiss Rosa Audyna, Nurul Istiq’faroh, Dhea Mutiara Dewi
This is an open access article under CC BY-SA license
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
240
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
1. Pendahuluan
Indonesia adalah negara yang memiliki risiko bencana yang tinggi disebabkan oleh faktor
geografis, geologis, dan iklim yang mendukung terjadinya berbagai macam bencana alam,
termasuk banjir (Genika et al., 2022). Banjir menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi di
tanah air dan berdampak besar bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat
(BNPB, 2023). Tingginya jumlah kejadian banjir menunjukkan perlunya pendekatan yang
sistematis dalam pengurangan risiko bencana melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan
(Suryadi et al., 2024). Pendidikan tentang kebencanaan di tingkat sekolah dasar memiliki
peranan krusial dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi
bencana di sekitar mereka (Muhibah et al., 2024). Program mitigasi bencana yang diperkenalkan
sejak usia dini dapat membantu mereka memahami penyebab bencana, dampaknya, dan langkah-
langkah yang bisa diambil untuk menurunkan risiko yang ada (Susmini et al., 2024). Selain itu,
pendidikan yang berkaitan dengan kebencanaan juga berperan dalam membangun kesadaran
siswa akan pentingnya menjaga lingkungan dalam upaya pencegahan bencana (Setyorini dan
Purwanto, 2024).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengintegrasikan pendidikan mitigasi bencana ke
dalam kurikulum sekolah dasar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa untuk
menghadapi bencana alam (Hermalinda et al., 2024). Penelitian lain mengungkapkan bahwa
materi pembelajaran yang berfokus pada mitigasi bencana membantu siswa memahami konsep
kebencanaan dengan cara yang lebih kontekstual dan bermakna (Kurnia et al., 2023). Selain itu,
penggunaan media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam
memahami fenomena bencana yang ada di sekitar mereka (Apriyani et al., 2024). Istiq'faroh
(2020) menegaskan bahwa penggunaan cerita rakyat berbasis konteks lokal secara signifikan
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan motivasi siswa kelas IV sekolah dasar.
Temuan ini menunjukkan bahwa konteks narasi yang relevan dengan pengalaman siswa mampu
mendorong pemrosesan informasi yang lebih mendalam dibandingkan pendekatan konvensional
(Istiq'faroh, 2020). Relevansi tematik antara bahan bacaan dan kehidupan nyata siswa terbukti
menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran literasi di sekolah dasar.
Masalah ini juga teridentifikasi berdasarkan observasi awal di salah satu sekolah dasar yang
menunjukkan bahwa materi tentang bencana banjir belum terintegrasi dengan baik dalam
kurikulum tematik di kelas IV. Guru lebih memilih menggunakan metode ceramah dan buku
paket yang mengakibatkan kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam mempelajari faktor
penyebab dan dampak banjir di sekitar mereka. Hasil wawancara dengan guru kelas IV juga
menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dipakai masih terbatas dan kurang
mengintegrasikan literasi membaca dengan materi mitigasi bencana (Muhibah et al., 2024).
Salah satu alat pembelajaran yang dapat mendukung pengajaran mitigasi bencana adalah Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara kontekstual dan interaktif, sehingga bisa
meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar (Kurnia et al., 2023). LKPD
memungkinkan siswa untuk terlibat dalam berbagai aktivitas menyenangkan seperti membaca,
mengamati, menganalisis, dan memecahkan masalah yang relevan dengan fenomena di sekitar
mereka (Apriyani et al., 2024). Menurut Istiq'faroh (2022), penerapan media flipbook pada
pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV sekolah dasar mampu meningkatkan minat dan hasil
belajar siswa secara signifikan, menunjukkan bahwa inovasi media ajar kontekstual memiliki
dampak positif nyata terhadap pencapaian kompetensi literasi peserta didik.
Istiq'faroh (2022) juga menemukan bahwa gerakan literasi sekolah yang diperkuat selama
masa pandemi memberikan dampak positif terhadap pembiasaan membaca dan menulis siswa
sekolah dasar. Internalisasi budaya literasi melalui program yang terstruktur terbukti
meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas berbahasa secara konsisten (Istiq'faroh, 2022).
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
241
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
Temuan ini memperkuat argumen bahwa program literasi yang terintegrasi dengan konteks
kehidupan nyata siswa memiliki dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan. Kebaruan
dalam penelitian ini terletak pada kreasi dan penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
yang fokus pada mitigasi bencana banjir, dengan menggabungkan cerita kontekstual untuk
meningkatkan literasi membaca, stik es krim bergambar untuk mengidentifikasi penyebab dan
solusi banjir, serta aktivitas manipulatif yang memungkinkan siswa mengaitkan faktor-faktor
dan solusinya secara nyata (Hermalinda et al., 2024). Penggabungan antara kegiatan literasi
membaca, pengelompokan penyebab bencana, dan aktivitas manipulatif dalam satu desain
LKPD masih jarang diteliti secara mendalam (Apriyani et al., 2024). Oleh sebab itu, pendekatan
ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan sesuai
dengan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar dalam memahami konsep mitigasi bencana
(Setyorini dan Purwanto, 2024). Mengacu pada penjelasan tersebut, tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengevaluasi efektivitas LKPD yang berfokus pada mitigasi bencana banjir dalam
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan kesiapsiagaan siswa kelas IV di sekolah
dasar (Genika et al., 2022). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis
dalam pengembangan studi pendidikan kebencanaan untuk tingkat sekolah dasar (Suryadi et al.,
2024).
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh penerapan
LKPD berbasis mitigasi bencana banjir terhadap kemampuan membaca pemahaman dan
kesiapsiagaan siswa kelas IV sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif digunakan karena mampu
menghasilkan data yang terukur dan dapat dianalisis secara statistik (Sugiyono, 2022). Desain
penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, yaitu satu kelompok
subjek yang diberikan tes sebelum dan sesudah perlakuan tanpa kelompok kontrol (Creswell &
Creswell, 2018). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan kesesuaian karakteristik
siswa dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2022). Perlakuan yang diberikan berupa pembelajaran
menggunakan LKPD berbasis mitigasi bencana banjir yang telah melalui validasi ahli materi dan
ahli media. Istiq'faroh (2020) menekankan pentingnya validasi ahli dalam pengembangan bahan
ajar yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan motivasi siswa, terutama dalam
konteks pembelajaran tematik di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi tes,
observasi, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman
melalui pretest dan posttest (Arikunto, 2021), sedangkan observasi dan dokumentasi digunakan
untuk melengkapi data penelitian. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest
dan posttest menggunakan Normalized Gain (N-Gain) (Hake, 1999). Sebelum uji hipotesis,
dilakukan uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji homogenitas (Levene's Test). Pengujian
hipotesis menggunakan paired sample t-test atau uji Wilcoxon apabila data tidak berdistribusi
normal. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 (Santoso, 2019).
3. Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan penelitian mengenai Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir dalam
Meningkatkan Membaca Pemahaman dan Kesiapsiagaan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar di UPT
SDN 109 Gresik dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan penelitian
ini berlangsung dalam beberapa tahap, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi
pembelajaran, dengan alokasi waktu yang disesuaikan dengan jadwal pembelajaran di kelas IV.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
242
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
3.1 Deskripsi LKPD Berbasis Mitigasi Bencana Banjir
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan dalam penelitian ini dirancang
khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Fase B, dengan tema mitigasi
bencana banjir sesuai kurikulum Merdeka Belajar. LKPD ini memuat dua kegiatan utama: (1)
membaca teks naratif tentang banjir dan menjawab pertanyaan pemahaman bertingkat, serta (2)
aktivitas manipulatif menggunakan media stik dan es krim bergambar untuk mengidentifikasi
faktor penyebab banjir dan cara mengatasinya.
Gambar 1. Cover LKPD Mitigasi Bencana Alam Banjir
Gambar 2. Halaman Kegiatan 2 - Es Krim Klasifikasi Faktor Banjir dan Cara
Mengatasinya
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
243
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
Gambar 3. Halaman Kegiatan 2 - Lembar Stik untuk Mencocokkan Faktor dan Cara
Mengatasi Banjir
Desain visual LKPD menggunakan ilustrasi ramah anak dengan warna cerah dan elemen
gambar yang menarik untuk memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Komponen manipulatif berupa potongan stik dan es krim yang dapat dipotong dan ditempelkan
sesuai kategori (Faktor Penyebab / Cara Mengatasi) memberikan pengalaman belajar yang aktif
dan bersifat hands-on.
3.2 Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran berlangsung di ruang kelas IV di salah satu sekolah dasar di Gresik. Dua
mahasiswa PGSD UNESA berperan sebagai guru model, didampingi oleh guru kelas. Peserta
didik mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, terutama pada sesi manipulatif menggunting
dan menempelkan stik es krim sesuai kategori.
Gambar 4. Suasana Kegiatan Pembelajaran di Kelas IV Mahasiswa PGSD UNESA
Menyampaikan Materi Mitigasi Bencana Banjir
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
244
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
Gambar 5. Siswa Mengerjakan LKPD Aktivitas Menggunting dan
Mengelompokkan Stik Es Krim
3.3 Hasil Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa
Penelitian ini melibatkan tujuh peserta didik kelas IV di salah satu sekolah dasar dengan
menerapkan rancangan one group pretest-posttest. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah
tes kemampuan membaca pemahaman yang telah melalui proses validasi ahli sebelum
diimplementasikan. Pengumpulan data dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pengukuran awal
(pretest) sebelum pemberian perlakuan dan pengukuran akhir (posttest) setelah peserta didik
menyelesaikan serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan LKPD berbasis mitigasi
bencana banjir (Arikunto, 2021).
Sebelum dilakukan uji hipotesis, distribusi data terlebih dahulu diuji menggunakan Uji
Shapiro-Wilk mengingat jumlah sampel kurang dari 30 subjek (Santoso, 2019). Berdasarkan
kajian Istiq'faroh dan rekan (2021), penggunaan komik digital dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan menulis siswa
sekolah dasar, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran multimodal yang diterapkan dalam
LKPD ini. Data perolehan nilai seluruh peserta didik beserta perhitungan Normalized Gain (N-
Gain) berdasarkan formula Hake (1999) disajikan secara lengkap pada Tabel 1.
3.4 Uji Normalitas Data
Sebelum melakukan uji hipotesis, normalitas distribusi data pretest dan posttest diuji
menggunakan Uji Shapiro-Wilk. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang
tepat dalam uji hipotesis, apakah menggunakan uji parametrik atau non-parametrik. Hasil uji
normalitas disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest dan Posttest
Data
Statistik (W)
Sig.
Pretest
0,568
0,012
Posttest
0,394
0,001
Tabel 1 menunjukkan bahwa data pretest menghasilkan nilai signifikansi 0,012 dan posttest
0,001. Kedua nilai tersebut berada di bawah taraf signifikansi 0,05 (p < 0,05), yang berarti
distribusi data tidak memenuhi asumsi normalitas. Kondisi ini mengharuskan penggunaan uji
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
245
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test sebagai substitusi uji paired sample t-test
(Sugiyono, 2022).
3.5 Nilai LKPD Peserta Didik
Selain tes kemampuan membaca pemahaman, setiap peserta didik juga dinilai berdasarkan
hasil pengerjaan LKPD yang mencakup ketepatan dalam mengidentifikasi faktor penyebab
banjir dan cara mengatasinya, serta kelengkapan dan kreativitas dalam aktivitas manipulatif stik
es krim. Nilai LKPD masing-masing peserta didik disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Nilai LKPD Peserta Didik Kelas IV
No
Nama Siswa
Nilai LKPD
Keterangan
1
Dhiaz
94
Sangat Baik
2
Akmal
93
Sangat Baik
3
Hakiki
85
Baik
4
Djoko
88
Baik
5
Bintang
96
Sangat Baik
6
Aca
87
Baik
7
Hendra
95
Sangat Baik
Rata-rata
91,14
Sangat Baik
Tabel 2 menunjukkan bahwa seluruh peserta didik memperoleh nilai LKPD yang
memuaskan dengan rata-rata 91,14. Sebanyak empat siswa (Dhiaz, Akmal, Bintang, dan Hendra)
masuk kategori Sangat Baik (nilai ≥ 90), sementara tiga siswa lainnya (Hakiki, Djoko, dan Aca)
berada pada kategori Baik (nilai 8089). Nilai tertinggi diraih Bintang (96) dan terendah Hakiki
(85). Hasil ini mencerminkan bahwa desain LKPD yang interaktif dan berbasis manipulatif
mampu memfasilitasi seluruh peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal dalam
satu sesi pembelajaran.
3.6 Perolehan Nilai Pretest, Posttest, dan N-Gain
Data perolehan nilai pretest, posttest, dan N-Gain seluruh peserta didik beserta kategorinya
disajikan pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Perolehan Nilai Pretest, Posttest, dan N-Gain Kemampuan Membaca
Pemahaman
No
Nama Siswa
Pretest
Posttest
N-Gain
Kategori
1
Dhiaz
65
100
1,00
Tinggi
2
Akmal
70
85
0,50
Sedang
3
Hakiki
75
100
1,00
Tinggi
4
Djoko
90
100
1,00
Tinggi
5
Bintang
80
100
1,00
Tinggi
6
Aca
85
100
1,00
Tinggi
7
Hendra
65
100
1,00
Tinggi
Rata-rata
75,71
97,86
0,93
Tinggi
Berdasarkan Tabel 3, rata-rata nilai pretest seluruh peserta didik tercatat sebesar 75,71,
kemudian meningkat secara signifikan menjadi 97,86 pada posttest. Peningkatan terjadi pada
seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Sebanyak enam dari tujuh peserta didik berhasil mencapai
nilai sempurna (100) pada posttest, sementara satu peserta didik atas nama Akmal mengalami
kenaikan dari 70 menjadi 85. Nilai N-Gain tertinggi sebesar 1,00 diraih oleh Dhiaz, Hakiki,
Djoko, Bintang, Aca, dan Hendra, sedangkan Akmal memperoleh N-Gain 0,50 yang masuk
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
246
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
kategori sedang. Secara keseluruhan, rata-rata N-Gain mencapai 0,93 yang tergolong dalam
kategori tinggi menurut kriteria klasifikasi Hake (1999).
Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Kemampuan Membaca Pemahaman
Variabel
Z
Asymp. Sig. (2-
tailed)
Keterangan
Posttest - Pretest
-2,366
0,018
Signifikan
Berdasarkan Tabel 4, uji Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai Z sebesar -
2,366 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,018. Oleh karena nilai signifikansi tersebut
lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), maka hipotesis penelitian diterima: terdapat perbedaan yang
signifikan antara kemampuan membaca pemahaman peserta didik sebelum dan sesudah
diterapkannya LKPD berbasis mitigasi bencana banjir.
3.7 Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui LKPD Berbasis Mitigasi
Bencana
Temuan utama penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan LKPD berbasis mitigasi
bencana banjir menghasilkan peningkatan kemampuan membaca pemahaman yang signifikan
pada peserta didik kelas IV, ditandai oleh kenaikan rata-rata skor dari 75,71 menjadi 97,86 serta
rata-rata N-Gain sebesar 0,93 dalam kategori tinggi. Capaian ini jauh melampaui ambang batas
kategori tinggi (N-Gain 0,70) yang ditetapkan oleh Hake (1999), mengindikasikan bahwa
intervensi pembelajaran yang dirancang mampu mendorong pertumbuhan kompetensi literasi
peserta didik secara substansial dalam satu siklus perlakuan.
Capaian N-Gain yang tinggi pada penelitian ini sejalan dengan kajian Kurnia et al. (2023)
yang menemukan bahwa bahan ajar berbasis konteks lokal secara konsisten menghasilkan
peningkatan pemahaman konsep yang lebih bermakna dibandingkan pendekatan konvensional,
khususnya ketika materi yang disajikan relevan dengan pengalaman langsung peserta didik.
Relevansi tematik inilah yang menjadi kekuatan utama LKPD berbasis mitigasi bencana banjir:
banjir merupakan fenomena yang tidak asing bagi sebagian besar peserta didik di Indonesia,
sehingga konteks bacaan yang disajikan dalam LKPD memiliki daya resonansi yang tinggi
terhadap skema pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik.
Hal ini diperkuat oleh temuan Istiq'faroh (2020) bahwa penggunaan cerita rakyat Indonesia
sebagai bahan bacaan bagi siswa kelas IV terbukti meningkatkan motivasi dan kemampuan
membaca pemahaman secara signifikan. Prinsip yang sama berlaku pada LKPD ini: teks naratif
yang menggambarkan situasi banjir yang dekat dengan kehidupan siswa menciptakan
keterlibatan emosional dan kognitif yang lebih mendalam dibandingkan teks generik yang tidak
kontekstual.
Lebih lanjut, Apriyani et al. (2024) menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang
menggabungkan elemen visual dan aktivitas manipulatif secara signifikan meningkatkan
keterlibatan kognitif peserta didik selama proses belajar berlangsung. Dalam penelitian ini,
penggunaan media stik bergambar untuk kegiatan identifikasi penyebab banjir dan aktivitas
pengelompokan solusi mitigasi secara mandiri terbukti menciptakan pengalaman belajar yang
lebih aktif dan mengesankan.
3.8 Pengaruh LKPD terhadap Kesiapsiagaan Peserta Didik dalam Menghadapi Bencana
Banjir
Di luar peningkatan kompetensi literasi, penerapan LKPD berbasis mitigasi bencana banjir
turut memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan kesadaran dan kesiapsiagaan peserta
didik dalam menghadapi risiko bencana. Melalui aktivitas-aktivitas terstruktur dalam LKPD,
seperti mengidentifikasi faktor-faktor penyebab banjir, menelaah dampaknya terhadap
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
247
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
kehidupan sosial dan lingkungan, serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat sasaran, peserta
didik membangun representasi mental yang komprehensif mengenai fenomena bencana. Suryadi
et al. (2024) menyatakan bahwa internalisasi pengetahuan kebencanaan melalui aktivitas
berbasis masalah di sekolah dasar berkontribusi pada terbentuknya kesiapsiagaan yang bersifat
proaktif, bukan sekadar reaktif.
Muhibah et al. (2024) menekankan pentingnya mengintegrasikan pendidikan kebencanaan
ke dalam pembelajaran tematik sejak jenjang sekolah dasar sebagai strategi pembentukan
karakter tanggap bencana yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini mendukung argumen
tersebut, karena peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman kognitif tentang banjir, tetapi
juga mengembangkan sikap kritis terhadap faktor-faktor lingkungan yang melatarbelakangi
terjadinya bencana.
3.9 Kajian Teoretis: Konstruktivisme dan Pembelajaran Kontekstual sebagai Kerangka
Desain LKPD
Dari sudut pandang teoretis, efektivitas LKPD berbasis mitigasi bencana banjir dalam
penelitian ini dapat dijelaskan melalui dua kerangka teori utama. Pertama, teori konstruktivisme
sosial Vygotsky yang menekankan peran pengalaman bermakna dan interaksi sosial dalam
proses pembentukan pengetahuan (Creswell dan Creswell, 2018). LKPD yang dirancang dengan
tahapan scaffolding, mulai dari membaca teks naratif, mengidentifikasi informasi,
mengelompokkan penyebab, hingga merumuskan solusi, memberikan dukungan struktural yang
memungkinkan peserta didik membangun pemahaman secara mandiri dalam Zone of Proximal
Development (ZPD) mereka.
Kedua, kerangka Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menempatkan relevansi
konteks sebagai faktor kunci dalam memotivasi dan memfasilitasi pembelajaran (Setyorini dan
Purwanto, 2024). Penerapan CTL dalam LKPD ini diwujudkan melalui penggunaan teks bacaan
yang menggambarkan kejadian banjir di lingkungan yang familiar bagi peserta didik. Aspek
kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada sinergi tiga elemen inovatif dalam satu desain
LKPD, yaitu teks naratif berbasis fenomena banjir lokal yang autentik, media stik bergambar
sebagai alat identifikasi visual, dan aktivitas manipulatif pengelompokan solusi mitigasi
(Apriyani et al., 2024).
3.10 Implikasi Temuan dan Rekomendasi Pengembangan Pembelajaran Selanjutnya
Secara praktis, temuan penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi para pendidik
di jenjang sekolah dasar, khususnya dalam merancang perangkat pembelajaran yang mampu
memadukan pengembangan kompetensi literasi dengan pendidikan kebencanaan secara
terintegrasi. LKPD berbasis mitigasi bencana banjir yang diujicobakan dalam penelitian ini dapat
dijadikan sebagai model referensi dalam pengembangan bahan ajar tematik yang responsif
terhadap isu-isu lingkungan lokal. Pendekatan semacam ini bersesuaian dengan semangat
Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis projek nyata dan konteks
kehidupan peserta didik (Hermalinda et al., 2024).
Kendati demikian, penelitian ini tidak lepas dari sejumlah keterbatasan. Keterbatasan utama
terletak pada jumlah subjek yang hanya tujuh peserta didik dan tidak adanya kelompok kontrol
dalam desain penelitian. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian lanjutan dengan desain
quasi-eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar sangat
direkomendasikan guna memvalidasi temuan ini secara lebih robust (Sugiyono, 2022).
Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa penerapan LKPD berbasis
mitigasi bencana banjir efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta
didik kelas IV sekolah dasar secara signifikan, dengan rata-rata N-Gain 0,93 dalam kategori
tinggi dan didukung oleh hasil uji Wilcoxon yang signifikan (p = 0,018 < 0,05). Temuan ini
menegaskan bahwa integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam aktivitas literasi di sekolah dasar
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
248
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
bukan hanya layak dilakukan, tetapi juga memberikan hasil pembelajaran yang optimal apabila
dirancang dengan tepat (Genika et al., 2022).
4. Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa LKPD berbasis mitigasi bencana banjir yang
mengintegrasikan teks naratif kontekstual, media stik es krim bergambar, dan aktivitas
manipulatif efektif meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV sekolah
dasar secara signifikan. Rata-rata N-Gain sebesar 0,93 (kategori tinggi) dan hasil uji Wilcoxon
(p = 0,018 < 0,05) mengkonfirmasi efektivitas intervensi ini. Selain itu, proses pembelajaran
berbasis LKPD juga berkontribusi pada pembentukan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa
terhadap bencana banjir melalui aktivitas kognitif dan manipulatif yang terstruktur. Penelitian
ini merekomendasikan pengembangan dan uji coba LKPD serupa dengan skala yang lebih besar,
menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok kontrol, dan memperluas cakupan
variabel dependen untuk mencakup aspek kesiapsiagaan bencana secara lebih komprehensif.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Nurul Istiq'faroh, M.Pd. selaku dosen
pembimbing yang senantiasa memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi dalam penelitian ini.
Terima kasih juga kepada pihak sekolah dasar, guru kelas IV, serta seluruh peserta didik yang
telah bersedia berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian ini. Penghargaan setinggi-tingginya
juga disampaikan kepada Program Studi PGSD UNESA atas dukungan fasilitas dan kesempatan
melaksanakan penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Apriyani, R., et al. (2024). Media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan keterlibatan siswa
pada pembelajaran tematik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(2), 78
95.
Arikunto, S. (2021). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi 3). Bumi Aksara.
BNPB. (2023). Data Informasi Bencana Indonesia 2023. Badan Nasional Penanggulangan
Bencana.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed
Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Genika, P. R., et al. (2022). Risiko bencana banjir di Indonesia: Analisis spasial dan implikasinya
terhadap kebijakan mitigasi. Jurnal Kebencanaan Indonesia, 5(1), 1227.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. American Educational Research Association
Division D, Measurement and Research Methodology.
Hermalinda, H., et al. (2024). Integrasi materi mitigasi bencana dalam kurikulum sekolah dasar:
Studi kasus di beberapa wilayah rawan banjir Indonesia. Jurnal Pendidikan dan
Kebudayaan, 9(1), 4562.
Istiq'faroh, N. (2020). Improving elementary school students' creativity and writing skills
through digital comics. Elementary Education Online (Ilkogretim Online), 19(2), 426435.
Istiq'faroh, N. (2020). The effect of Indonesian folktales on fourth-grade students' reading
comprehension and motivation. Elementary Education Online (Ilkogretim Online), 19(4),
21492160.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 239-249
E-ISSN: 3048-3093
249
Edelweiss Rosa Audyna et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Bencana Banjir....)
Istiq'faroh, N. (2022). Pengembangan Media Flipbook pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
Materi Fabel pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 1(1),
19.
Istiq'faroh, N. (2022). Strengthening School Literature Movement in Elementary School During
the Covid-19 Pandemic. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(3), 39033914.
Istiq'faroh, N., & Rekan. (2021). Using Digital Comics to Learn Indonesia's Geographical
Characteristics: Social Studies Education Solutions for Elementary School Students during
the Covid-19 Pandemic. 2021 7th International Conference on Education and Technology
(ICET), 214220.
Kurnia, A., et al. (2023). Bahan ajar berbasis konteks lokal untuk meningkatkan pemahaman
konsep siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 7(2), 112128.
Muhibah, S., et al. (2024). Integrasi pendidikan kebencanaan dalam pembelajaran tematik di
sekolah dasar sebagai strategi pembentukan karakter tanggap bencana. Jurnal Ilmu
Pendidikan, 30(1), 98115.
Santoso, S. (2019). Panduan Lengkap SPSS Versi 26. Elex Media Komputindo.
Setyorini, D., & Purwanto, A. (2024). Pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan untuk
meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa sekolah dasar.
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 12(1), 3450.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 3). Alfabeta.
Suryadi, R., et al. (2024). Pendidikan kebencanaan melalui sektor pendidikan formal: Tinjauan
sistematis penelitian di Indonesia 20192023. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan
Kebencanaan, 6(2), 5572.
Susmini, T., et al. (2024). Program mitigasi bencana usia dini: Dampaknya terhadap pemahaman
dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 210226.