tersebut memperlihatkan bahwa media digital, literasi, dan kearifan lokal merupakan arah
pengembangan yang kuat, tetapi belum secara spesifik diarahkan pada kuis interaktif
Wordwall bermuatan kearifan lokal untuk materi teks deskripsi siswa kelas III sekolah dasar.
Berdasarkan kesenjangan tersebut, kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan
media kuis interaktif berbasis Wordwall yang memuat kearifan lokal pada materi teks
deskripsi untuk siswa kelas III SDN Rungkut Kidul I. Integrasi ini tidak hanya menempatkan
Wordwall sebagai sarana evaluasi yang menarik, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang
kontekstual, dekat dengan pengalaman siswa, dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran
bahasa di sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini berupaya menjawab kebutuhan akan
media yang mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan ketertarikan belajar siswa
secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media kuis interaktif berbasis
Wordwall bermuatan kearifan lokal pada materi teks deskripsi siswa kelas III SDN Rungkut
Kidul I, sekaligus menilai kelayakan dan penerimaan pengguna terhadap media tersebut.
Kontribusi penelitian ini diharapkan memberikan alternatif media pembelajaran Bahasa
Indonesia yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah digunakan guru dalam pembelajaran
kelas rendah. Selain itu, penelitian ini juga memperkaya kajian pengembangan media
pembelajaran berbasis digital yang mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam pembelajaran
teks deskripsi di sekolah dasar.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan
model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation) karena model ini sistematis dan banyak digunakan dalam pengembangan media
pembelajaran di sekolah dasar (Angko, 2017; Mulyatiningsih, 2016). Pendekatan yang
digunakan adalah kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat
kelayakan dan respon pengguna terhadap media kuis interaktif berbasis Wordwall bermuatan
kearifan lokal pada materi teks deskripsi. Pemilihan pendekatan ini sejalan dengan penelitian
pengembangan media pembelajaran interaktif yang menekankan pada pengukuran validitas,
kepraktisan, dan efektivitas produk (Astri et al., 2022; Luthfya et al., 2023).
Data dalam penelitian ini terdiri atas data kuantitatif yang bersumber dari hasil validasi
ahli dan angket respon siswa. Data validasi ahli meliputi ahli materi dengan 12 indikator
penilaian dan ahli media dengan 13 indikator penilaian yang mencakup aspek tampilan
visual, interaktivitas, aksesibilitas, dan muatan kearifan lokal. Sementara itu, data respon
siswa diperoleh dari angket yang diberikan kepada 26 siswa kelas III SDN Rungkut Kidul I,
yang terdiri atas 10 pernyataan dengan skala Likert lima tingkat (SS, S, N, TS, STS). Hasil
angket menunjukkan kecenderungan respon sangat positif, misalnya pada pernyataan “kuis
interaktif membuat belajar lebih menyenangkan” memperoleh 20 respon SS dan 6 respon S,
serta pernyataan “ingin menggunakan media lagi” memperoleh 23 respon SS dan 3 respon S,
yang mengindikasikan tingkat penerimaan yang sangat tinggi terhadap media yang
dikembangkan.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara awal (analysis), validasi ahli
(development), serta angket respon siswa (implementation). Validasi dilakukan untuk
memastikan kesesuaian materi dengan Kurikulum Merdeka dan karakteristik siswa sekolah
dasar (Mursyid et al., 2023), serta memastikan media memenuhi prinsip desain pembelajaran
yang baik (Arsyad, 2014; Munadi, 2019). Penggunaan media interaktif berbasis teknologi
juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media digital mampu
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (Melati et al., 2023; Budianti et al., 2023).
Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor
hasil validasi dan angket menggunakan rumus persentase, yaitu (skor diperoleh / skor
maksimum) × 100%, kemudian dikonversikan ke dalam kategori kelayakan: sangat valid