TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
250
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
Pengembangan Media Kuis Interaktif Berbasis
Wordwall Bermuatan Kearifan Lokal pada Materi
Teks Deskripsi Siswa Kelas III SDN Rungkut Kidul I
Aqila Tsabitha Artha Mevia
a,1*
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Rifda Tsabita Nona Salsabilla
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri,
Surabaya, Jawa Timur 60213
1
24010644153@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644337@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 April 2026
Direvisi: 17 Mei 2026
Disetujui: 8 Juni 2026
Tersedia Daring: 1 Juli 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penggunaan media
pembelajaran interaktif pada materi teks deskripsi di sekolah dasar yang
berdampak pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan media kuis interaktif berbasis
Wordwall bermuatan kearifan lokal pada materi teks deskripsi siswa kelas
III SDN Rungkut Kidul I, serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon
siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan
metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang
meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan
evaluation. Data diperoleh melalui validasi ahli materi, validasi ahli media,
serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media
memperoleh nilai validasi ahli materi sebesar 91,67% dan validasi ahli
media sebesar 92,31% dengan kategori sangat valid. Respon siswa juga
menunjukkan kategori sangat positif dengan persentase 92,31%, yang
mengindikasikan bahwa media menarik, mudah digunakan, dan membantu
pemahaman siswa terhadap teks deskripsi. Integrasi kearifan lokal dalam
media terbukti mampu meningkatkan relevansi pembelajaran dengan
kehidupan siswa. Dengan demikian, media kuis interaktif berbasis Wordwall
bermuatan kearifan lokal layak digunakan sebagai alternatif media
pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Kata Kunci:
kearifan lokal
media pembelajaran
teks deskripsi
Wordwall
sekolah dasar
ABSTRACT
Keywords:
descriptive text
elementary school
learning media
local wisdom
Wordwall
This study is motivated by the limited use of interactive learning media in
teaching descriptive text in elementary schools, which impacts students’
engagement and comprehension. This research aims to develop an interactive
quiz media based on Wordwall integrated with local wisdom for third-grade
students at SDN Rungkut Kidul I, and to determine its feasibility and student
responses. This study employs a Research and Development (R&D) method
using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development,
implementation, and evaluation stages. Data were collected through expert
validation (material and media experts) and student response questionnaires.
The results show that the media achieved a material expert validation score of
91.67% and a media expert validation score of 92.31%, both categorized as
very valid. Student responses also indicate a very positive category with a
percentage of 92.31%, suggesting that the media is attractive, easy to use, and
helps students understand descriptive text better. The integration of local
wisdom enhances the relevance of learning to students’ daily lives. Therefore,
the developed Wordwall-based interactive quiz media integrated with local
wisdom is feasible to be used as an alternative learning media in elementary
Indonesian language instruction.
©2026, Aqila Tsabitha Artha Mevia, Nurul Istiq’faroh, Rifda Tsabita Nona Salsabilla
This is an open access article under CC BY-SA license
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
251
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
1. Pendahuluan
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar menuntut peserta didik tidak hanya
mampu membaca, tetapi juga memahami, menafsirkan, dan mengomunikasikan isi teks secara
bermakna. Pada materi teks deskripsi, siswa perlu mengenali ciri objek, rincian keadaan, serta
penggunaan diksi yang tepat agar mampu membangun gambaran yang jelas dalam pikiran.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa di sekolah dasar masih
sering berlangsung secara konvensional, satu arah, dan belum didukung media yang cukup
variatif, sehingga siswa kurang aktif dan kesulitan membangun pemahaman yang mendalam.
Manuain et al. (2024) menegaskan bahwa guru masih memerlukan media yang lebih bervariasi
dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman membaca, sedangkan Fierdiansyah et al.
(2024) menunjukkan bahwa pembelajaran yang terlalu monoton berdampak pada motivasi
belajar yang rendah. Di sisi lain, media digital seperti Wordwall mulai banyak digunakan
sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan Kurikulum
Merdeka karena bersifat interaktif, menyenangkan, dan mudah dioperasikan.
Wordwall merupakan platform permainan edukatif digital yang memungkinkan guru
merancang kuis interaktif dengan tampilan menarik, umpan balik langsung, dan aktivitas
belajar yang lebih partisipatif. Temuan Indriani et al. (2025) menunjukkan bahwa asesmen
berbasis Wordwall terbukti valid, efektif, dan memberi dampak positif terhadap capaian
belajar Bahasa Indonesia. Riskinasih & Nurmalisa (2025) juga menegaskan bahwa Wordwall
pada pembelajaran teks deskripsi mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami
struktur dan unsur kebahasaan teks secara lebih efektif. Sejalan dengan itu, penelitian lain
tentang Wordwall menunjukkan bahwa media ini mendorong suasana belajar yang lebih
menyenangkan, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Dengan karakter
seperti itu, Wordwall layak dikembangkan tidak hanya sebagai alat evaluasi, tetapi juga
sebagai media belajar yang memfasilitasi pemahaman konsep secara aktif.
Selain aspek interaktivitas, pembelajaran yang bermuatan kearifan lokal memiliki nilai
penting karena membantu siswa menghubungkan materi dengan lingkungan sosial dan budaya
yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Yusuf (2023) melalui meta-analisis menunjukkan
bahwa media pembelajaran berbasis kearifan lokal memberikan pengaruh yang sangat kuat
terhadap pembentukan karakter siswa di Indonesia. Silvi et al. (2024) juga menemukan bahwa
media berbasis budaya lokal pada topik pembelajaran dasar mampu menarik minat siswa
sekaligus memperkuat keterhubungan antara materi dan konteks nyata di sekitarnya. Pada
pembelajaran Bahasa Indonesia, muatan lokal tidak hanya memperkaya isi teks, tetapi juga
membuat pengalaman belajar lebih bermakna karena siswa mengenali objek, tradisi, atau
situasi yang dekat dengan kehidupannya. Karena itu, integrasi kearifan lokal dalam media
pembelajaran menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat keterlibatan belajar sekaligus
menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah.
Kebaruan penelitian ini didukung oleh telaah terhadap studi yang secara konsisten
menaruh perhatian pada literasi, media digital, dan konteks lokal dalam pembelajaran dasar.
Istiq’faroh et al. (2022) meneliti penguatan gerakan literasi sekolah pada masa pandemi dan
menegaskan pentingnya program literasi yang tetap produktif dan kontekstual. Istiq’faroh
(2022) juga menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran blended learning dalam
microteaching berkontribusi pada keterampilan dasar mengajar yang baik, termasuk
pemanfaatan media pembelajaran. Manuain et al. (2024) mengkaji kebutuhan awal media
Articulate Storyline pada pembelajaran membaca di sekolah dasar dan menegaskan bahwa
guru masih membutuhkan media yang lebih variatif. Istiq’faroh et al. (2024) menunjukkan
bahwa aplikasi Articulate Storyline berbasis kearifan lokal dapat menjadi cara baru untuk
meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar di Papua Barat. Fierdiansyah et al. (2024)
pun menegaskan perlunya buku cerita bergambar berbantuan pembelajaran berdiferensiasi
untuk meningkatkan membaca pemahaman dan motivasi belajar. Rangkaian penelitian
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
252
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
tersebut memperlihatkan bahwa media digital, literasi, dan kearifan lokal merupakan arah
pengembangan yang kuat, tetapi belum secara spesifik diarahkan pada kuis interaktif
Wordwall bermuatan kearifan lokal untuk materi teks deskripsi siswa kelas III sekolah dasar.
Berdasarkan kesenjangan tersebut, kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan
media kuis interaktif berbasis Wordwall yang memuat kearifan lokal pada materi teks
deskripsi untuk siswa kelas III SDN Rungkut Kidul I. Integrasi ini tidak hanya menempatkan
Wordwall sebagai sarana evaluasi yang menarik, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang
kontekstual, dekat dengan pengalaman siswa, dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran
bahasa di sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini berupaya menjawab kebutuhan akan
media yang mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan ketertarikan belajar siswa
secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media kuis interaktif berbasis
Wordwall bermuatan kearifan lokal pada materi teks deskripsi siswa kelas III SDN Rungkut
Kidul I, sekaligus menilai kelayakan dan penerimaan pengguna terhadap media tersebut.
Kontribusi penelitian ini diharapkan memberikan alternatif media pembelajaran Bahasa
Indonesia yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah digunakan guru dalam pembelajaran
kelas rendah. Selain itu, penelitian ini juga memperkaya kajian pengembangan media
pembelajaran berbasis digital yang mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam pembelajaran
teks deskripsi di sekolah dasar.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan
model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation) karena model ini sistematis dan banyak digunakan dalam pengembangan media
pembelajaran di sekolah dasar (Angko, 2017; Mulyatiningsih, 2016). Pendekatan yang
digunakan adalah kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat
kelayakan dan respon pengguna terhadap media kuis interaktif berbasis Wordwall bermuatan
kearifan lokal pada materi teks deskripsi. Pemilihan pendekatan ini sejalan dengan penelitian
pengembangan media pembelajaran interaktif yang menekankan pada pengukuran validitas,
kepraktisan, dan efektivitas produk (Astri et al., 2022; Luthfya et al., 2023).
Data dalam penelitian ini terdiri atas data kuantitatif yang bersumber dari hasil validasi
ahli dan angket respon siswa. Data validasi ahli meliputi ahli materi dengan 12 indikator
penilaian dan ahli media dengan 13 indikator penilaian yang mencakup aspek tampilan
visual, interaktivitas, aksesibilitas, dan muatan kearifan lokal. Sementara itu, data respon
siswa diperoleh dari angket yang diberikan kepada 26 siswa kelas III SDN Rungkut Kidul I,
yang terdiri atas 10 pernyataan dengan skala Likert lima tingkat (SS, S, N, TS, STS). Hasil
angket menunjukkan kecenderungan respon sangat positif, misalnya pada pernyataan “kuis
interaktif membuat belajar lebih menyenangkan” memperoleh 20 respon SS dan 6 respon S,
serta pernyataan “ingin menggunakan media lagi” memperoleh 23 respon SS dan 3 respon S,
yang mengindikasikan tingkat penerimaan yang sangat tinggi terhadap media yang
dikembangkan.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara awal (analysis), validasi ahli
(development), serta angket respon siswa (implementation). Validasi dilakukan untuk
memastikan kesesuaian materi dengan Kurikulum Merdeka dan karakteristik siswa sekolah
dasar (Mursyid et al., 2023), serta memastikan media memenuhi prinsip desain pembelajaran
yang baik (Arsyad, 2014; Munadi, 2019). Penggunaan media interaktif berbasis teknologi
juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media digital mampu
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (Melati et al., 2023; Budianti et al., 2023).
Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor
hasil validasi dan angket menggunakan rumus persentase, yaitu (skor diperoleh / skor
maksimum) × 100%, kemudian dikonversikan ke dalam kategori kelayakan: sangat valid
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
253
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
(81100%), valid (6180%), cukup valid (4160%), dan tidak valid (<41%). Hasil validasi
menunjukkan bahwa media memperoleh skor 91% pada aspek materi dan 92% pada aspek
media, sehingga termasuk kategori sangat valid dan layak digunakan tanpa revisi besar.
Analisis ini sejalan dengan prosedur evaluasi dalam penelitian pengembangan media
pembelajaran yang menekankan pada interpretasi kuantitatif untuk menentukan kualitas
produk (Najib et al., 2018; Khairunnisa, 2023). Dengan demikian, metode yang digunakan
mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai kelayakan dan penerimaan media
pembelajaran yang dikembangkan.
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan angket respon yang diisi oleh 26 siswa kelas III, media kuis interaktif
berbasis Wordwall memperoleh skor total 1.200 dari 1.300 atau 92,31%. Hasil ini
menunjukkan bahwa media berada pada kategori sangat positif karena seluruh butir
pernyataan didominasi jawaban Sangat Setuju dan Setuju, sementara jawaban negatif sangat
sedikit. Butir dengan dukungan tertinggi adalah pernyataan bahwa kuis interaktif membuat
belajar lebih menyenangkan serta media ini mudah digunakan, masing-masing memperoleh 26
respons positif. Data tersebut menegaskan bahwa siswa menerima media ini dengan baik
sebagai sarana belajar teks deskripsi yang menarik dan mudah dioperasikan.
Tabel 1. Rekapitulasi Respon Siswa Terhadap Media Wordwall
No
Pernyataan
SS
TS
STS
Sko
r
1
Media Wordwall yang digunakan
menarik perhatian saya
19
0
0
121
2
Tampilan media (warna, gambar,
animasi) membuat saya lebih semangat
belajar
17
1
0
115
3
Materi dalam media mudah saya
pahami
17
0
0
119
4
Contoh yang diberikan sesuai dengan
kehidupan sehari-hari saya
16
1
0
115
5
Media membantu saya memahami teks
deskripsi dengan lebih baik
18
1
0
118
6
Kuis interaktif dalam Wordwall
membuat belajar lebih menyenangkan
20
0
0
124
7
Saya lebih aktif saat pembelajaran
menggunakan media ini
18
0
0
119
8
Saya tertarik dengan materi yang
berkaitan dengan budaya lokal
17
0
0
119
9
Media ini mudah digunakan
19
0
0
123
10
Saya ingin menggunakan media seperti
ini lagi di pembelajaran berikutnya
23
0
0
127
Total
184
3
0
1200
Catatan: SS = Sangat Setuju, S = Setuju, N = Netral, TS = Tidak Setuju, STS = Sangat Tidak Setuju;
skor SS = 5, S = 4, N = 3, TS = 2, STS = 1. Sumber: angket respon siswa, diolah peneliti.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
254
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
Tabel 2. Rekapitulasi kelayakan berdasarkan respon siswa
Aspek
Skor
Maksimum
Skor
Diperoleh
Persentase
Interpretasi
Respon siswa
1300
1200
92,31%
Sangat positif
Catatan: interpretasi didasarkan pada dominasi respons SS dan S pada seluruh butir angket.
Temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall berfungsi bukan hanya sebagai media
evaluasi, tetapi juga sebagai pemantik keterlibatan belajar. Hal ini sejalan dengan temuan studi
tentang Wordwall yang melaporkan peningkatan hasil belajar dan pemecahan masalah siswa
sekolah dasar, serta pengembangan media Wordwall yang dikombinasikan dengan video untuk
meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, respon positif siswa pada penelitian ini
memperkuat posisi Wordwall sebagai media interaktif yang efektif untuk pembelajaran dasar.
Secara teoritis, hasil ini juga selaras dengan Istiq’faroh (2020) yang menegaskan bahwa
kebijakan Merdeka Belajar mengarah pada kebebasan peserta didik untuk berpikir kritis dan
memberi ruang bagi guru untuk menyusun perangkat pembelajaran yang lebih adaptif. Dalam
konteks itu, media Wordwall mendukung pembelajaran yang aktif, ringan, dan berpusat pada
siswa. Istiq’faroh (2022) juga menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam blended
learning memperkuat keterampilan dasar mengajar dan memperlancar proses belajar,
sedangkan Setiawan et al. (2023) menegaskan bahwa metode pembelajaran Bahasa Indonesia
yang inovatif di sekolah dasar perlu ditopang oleh media yang sesuai dengan karakter materi
dan peserta didik.
Muatan kearifan lokal menjadi pembeda utama pada media yang dikembangkan.
Istiq’faroh et al. (2024) menunjukkan bahwa aplikasi Articulate Storyline berbasis kearifan
lokal mampu meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, dan Fauziah et al. (2024)
menempatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.
Rukmi et al. (2023) juga menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual
melalui problem based learning meningkatkan hasil belajar karena materi terasa nyata dan
bermakna. Respons siswa pada penelitian ini, terutama pada butir yang berkaitan dengan
budaya lokal dan contoh yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari, memperlihatkan pola yang
sama: semakin dekat isi media dengan pengalaman siswa, semakin tinggi penerimaan mereka.
Karena itu, tujuan penelitian untuk menghasilkan media kuis Wordwall yang menarik, mudah
digunakan, dan kontekstual tercapai dengan baik.
Kelayakan Media Berdasarkan Validasi Ahli Materi
Hasil validasi ahli materi menunjukkan bahwa media kuis interaktif berbasis Wordwall
bermuatan kearifan lokal memperoleh skor 44 dari 48 atau 91,67%, sehingga berada pada
kategori sangat valid. Dari 12 indikator penilaian, seluruh aspek berada pada capaian yang
sama, yaitu 91,67%, yang berarti materi sudah sesuai dengan CP dan TP Kurikulum Merdeka,
akurat, selaras dengan karakter teks deskripsi, dan integrasi kearifan lokalnya sudah baik.
Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi
No
Indikator penilaian
Skor
1
Materi sesuai dengan CP dan TP Kurikulum Merdeka Kelas III SD
4
2
Indikator pembelajaran termuat jelas dalam butir soal
3
3
Tujuan pembelajaran teks deskripsi tercapai melalui kuis
4
4
Konsep teks deskripsi disajikan jelas
3
5
Jawaban dalam kuis akurat dan tepat
4
6
Materi sesuai dengan perkembangan kognitif siswa
4
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
255
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
7
Soal mencakup teks deskripsi
3
8
Kalimat dalam kuis mudah dipahami dan tidak ambigu
4
9
Soal mencakup ragam teks deskripsi
4
10
Konteks kearifan lokal yang dipilih dekat dengan kehidupan siswa
4
11
Deskripsi objek akurat dan autentik
3
12
Kearifan lokal terintegrasi dengan baik dalam teks deskripsi
4
Total
44
Persentase
91,67%
Kategori
Sangat
valid
Sumber: olah data lembar validasi ahli materi.
Temuan ini menunjukkan bahwa isi media sudah cukup kuat untuk digunakan sebagai
sarana belajar teks deskripsi di kelas III. Skor tinggi pada indikator kesesuaian kurikulum,
akurasi jawaban, dan kedekatan konteks kearifan lokal memperlihatkan bahwa media tidak
hanya menarik secara format, tetapi juga benar secara isi dan sesuai perkembangan siswa
sekolah dasar. Pola ini sejalan dengan pengembangan media flipbook Bahasa Indonesia materi
fabel oleh Istiq’faroh & Aliyah (2022) yang juga memperoleh kelayakan tinggi melalui
validasi ahli, serta penelitian Istiq’faroh (2022) tentang blended learning pada microteaching
yang menunjukkan bahwa media digital yang tersusun rapi dapat mendukung proses belajar
secara sangat baik. Temuan ini juga sejalan dengan Istiq’faroh et al. (2022) yang menekankan
bahwa literasi sekolah tetap perlu diarahkan pada aktivitas produktif dan kontekstual, sehingga
teks yang dekat dengan kehidupan siswa menjadi penting dalam pembelajaran dasar.
Jika dilihat lebih rinci, skor 3 muncul pada indikator kejelasan indikator pembelajaran
dalam butir soal, kejelasan konsep teks deskripsi, cakupan soal terhadap teks deskripsi, dan
keautentikan deskripsi objek. Ini menunjukkan bahwa produk sudah sangat layak, tetapi masih
memiliki ruang revisi kecil pada penajaman redaksi dan penguatan contoh agar indikator,
konsep, dan deskripsi objek tampil lebih eksplisit. Secara konseptual, hasil ini dapat dibaca
sebagai tanda bahwa media sudah memenuhi fungsi dasarnya, namun tetap perlu dipoles agar
hubungan antara tujuan pembelajaran, soal, dan konteks lokal menjadi lebih menyatu. Pola
serupa juga tampak pada studi Istiq’faroh et al. (2024) tentang aplikasi Articulate Storyline
berbasis kearifan lokal, Arifah et al. (2024) tentang media Canva untuk meningkatkan
keterampilan menulis puisi, dan Herlina & Istiq’faroh (2025) tentang buku digital cerita fabel
bergambar; ketiganya menunjukkan bahwa media digital akan lebih kuat ketika isi, konteks,
dan pengalaman belajar siswa dirancang secara utuh.
Hasil validasi materi ini menjawab tujuan penelitian pada tahap pengembangan, yaitu
menghasilkan media kuis interaktif Wordwall yang layak digunakan pada materi teks deskripsi
kelas III SDN Rungkut Kidul I. Kebaruan penelitian ini tampak pada penggabungan
Wordwall, teks deskripsi, dan kearifan lokal dalam satu produk yang disusun khusus untuk
siswa kelas rendah; perpaduan ini belum tampak secara spesifik pada penelitian-penelitian
terdahulu yang lebih banyak berfokus pada flipbook, Articulate Storyline, Canva, atau buku
digital fabel. Dengan demikian, produk yang dikembangkan tidak hanya valid secara materi,
tetapi juga memiliki posisi baru dalam pengembangan media pembelajaran Bahasa Indonesia
berbasis konteks lokal.
Kelayakan Media Berdasarkan Validasi Ahli Media
Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa media kuis interaktif berbasis Wordwall
bermuatan kearifan lokal memperoleh skor 48 dari 52 atau 92,31%, sehingga berada pada
kategori sangat valid. Penilaian ini mencakup empat aspek utama, yaitu tampilan visual,
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
256
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
interaktivitas, aksesibilitas, dan muatan kearifan lokal. Secara umum, media telah memenuhi
kriteria desain media pembelajaran yang baik, meliputi kejelasan tampilan, kemudahan
penggunaan, serta keberfungsian fitur secara optimal dalam mendukung pembelajaran.
Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Media
No
Aspek
Penilaian
Indikator
Skor
1
Tampilan
visual
Tampilan Wordwall menarik dan sesuai siswa
4
Penggunaan warna serasi
4
Jenis dan ukuran huruf mudah dibaca
4
Kontras teks terhadap latar belakang cukup jelas
3
Gambar yang disajikan relevan
4
2
Interaktivitas
Fitur media berfungsi dengan baik dan mudah
dipahami
4
Skor/hasil kuis ditampilkan dengan jelas
4
Respons input siswa cepat (tanpa lag)
3
3
Aksesibilitas
Media dapat diakses melalui berbagai perangkat
4
Petunjuk penggunaan media jelas dan mudah
dipahami
4
Alokasi waktu kuis sesuai kemampuan siswa
4
4
Muatan
kearifan lokal
Elemen kearifan lokal terintegrasi dalam media
3
Muatan kearifan lokal meningkatkan daya tarik
siswa
3
Total
48
Persentase
92,31%
Kategori
Sangat
valid
Sumber: olah data lembar validasi ahli media.
Hasil ini menunjukkan bahwa media memiliki kekuatan utama pada aspek aksesibilitas
(100%) dan tampilan visual (95%), yang berarti media sangat mudah diakses oleh siswa
melalui berbagai perangkat serta memiliki desain yang menarik dan sesuai karakteristik siswa
sekolah dasar. Hal ini sejalan dengan teori media pembelajaran yang menyatakan bahwa
media yang baik harus memenuhi prinsip mudah digunakan, menarik, dan komunikatif
(Munadi, 2019). Selain itu, fungsi interaktif Wordwall yang memberikan umpan balik
langsung juga terbukti berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sedikit kendala pada
kecepatan respons sistem.
Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media
berbasis teknologi interaktif mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Melati et
al. (2023) menyatakan bahwa media animasi berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi
belajar, sedangkan Budianti et al. (2023) menunjukkan bahwa media interaktif seperti
PowerPoint mampu meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Dalam konteks yang lebih
spesifik, Djatmika & Praherdhiono (2024) menegaskan bahwa multimedia berbasis gamifikasi
membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan partisipasi aktif
siswa. Dengan demikian, hasil validasi media pada penelitian ini memperkuat bahwa
Wordwall sebagai media berbasis kuis interaktif memiliki karakteristik yang sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
257
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
Namun demikian, terdapat beberapa indikator yang memperoleh skor 3, yaitu pada aspek
kontras teks, kecepatan respons, serta integrasi kearifan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa
meskipun media sudah sangat layak, masih diperlukan penyempurnaan pada aspek teknis dan
integrasi konten. Secara khusus, muatan kearifan lokal masih perlu diperdalam agar tidak
hanya hadir sebagai elemen tambahan, tetapi benar-benar menyatu dalam desain visual dan
alur kuis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Istiq’faroh et al. (2024) yang menegaskan
bahwa integrasi kearifan lokal dalam media digital harus dilakukan secara menyeluruh agar
berdampak signifikan terhadap literasi siswa. Selain itu, Manuain et al. (2024) juga
menekankan bahwa pengembangan media pembelajaran harus mempertimbangkan kebutuhan
awal siswa dan konteks belajar agar media lebih relevan dan efektif.
Penelitian lain dari Istiq’faroh et al. (2022) menunjukkan bahwa penguatan literasi melalui
media digital membutuhkan desain yang kontekstual dan berkelanjutan, sedangkan
Fierdiansyah et al. (2024) menegaskan bahwa media pembelajaran yang tidak kontekstual
cenderung kurang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Oleh karena itu, hasil validasi
media dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa integrasi antara desain visual,
interaktivitas, dan kearifan lokal menjadi faktor kunci keberhasilan media pembelajaran
digital.
Secara keseluruhan, hasil validasi ahli media ini menjawab tujuan penelitian dalam
menghasilkan media yang layak, menarik, dan mudah digunakan. Kebaruan penelitian ini
terletak pada integrasi Wordwall dengan muatan kearifan lokal dalam bentuk kuis interaktif
yang dirancang khusus untuk materi teks deskripsi kelas III. Berbeda dengan penelitian
sebelumnya yang lebih banyak mengembangkan media PowerPoint, Articulate Storyline, atau
multimedia animasi, penelitian ini menunjukkan bahwa Wordwall dapat dikembangkan tidak
hanya sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang utuh, interaktif, dan
kontekstual.
Keefektifan dan Kebaruan Media dalam Pembelajaran Teks Deskripsi
Berdasarkan keseluruhan hasil validasi ahli dan respon siswa, media kuis interaktif
berbasis Wordwall bermuatan kearifan lokal terbukti layak dan efektif digunakan dalam
pembelajaran teks deskripsi di kelas III sekolah dasar. Efektivitas ini tidak hanya ditunjukkan
oleh skor validasi yang tinggi (>91%) dan respon siswa yang sangat positif (92,31%), tetapi
juga dari ketercapaian fungsi media dalam meningkatkan perhatian, keterlibatan, dan
pemahaman siswa terhadap materi. Hal ini menjawab tujuan utama penelitian, yaitu
menghasilkan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik
siswa sekolah dasar.
Secara temuan, media ini mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam
pembelajaran. Hal ini terlihat dari dominasi respon sangat setuju pada pernyataan bahwa siswa
lebih aktif dan merasa pembelajaran lebih menyenangkan. Temuan ini sejalan dengan teori
bahwa media interaktif berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi belajar karena
melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran (Munadi, 2019). Selain itu,
penelitian Melati et al. (2023) menunjukkan bahwa media berbasis animasi dan teknologi
mampu meningkatkan motivasi belajar, sedangkan Djatmika & Praherdhiono (2024)
menegaskan bahwa pendekatan gamifikasi dalam media pembelajaran dapat menciptakan
pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Dari sisi pemahaman materi, media Wordwall yang dikembangkan juga terbukti
membantu siswa memahami teks deskripsi dengan lebih baik. Hal ini didukung oleh respon
siswa pada butir angket yang menunjukkan bahwa materi mudah dipahami dan contoh yang
diberikan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini relevan dengan penelitian Najib et
al. (2018) yang menyatakan bahwa multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
258
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
konsep karena menyajikan materi secara visual dan kontekstual. Selain itu, Khairunnisa (2023)
juga menegaskan bahwa media berbasis aplikasi interaktif dapat membantu siswa memahami
materi secara lebih efektif melalui penyajian yang menarik dan sistematis.
Keberhasilan media ini juga tidak terlepas dari integrasi kearifan lokal yang menjadi ciri
khas penelitian. Muatan lokal yang diangkat dalam soal dan konteks kuis membuat siswa lebih
mudah memahami materi karena berkaitan langsung dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Hal ini sejalan dengan penelitian Istiq’faroh et al. (2024) yang menunjukkan bahwa media
berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian
lain oleh Istiq’faroh et al. (2022) juga menegaskan bahwa penguatan literasi melalui konteks
lokal dapat membuat pembelajaran lebih bermakna dan tidak terlepas dari kehidupan nyata
siswa.
Selain itu, penelitian Manuain et al. (2024) menunjukkan bahwa pengembangan media
pembelajaran perlu mempertimbangkan kebutuhan awal siswa agar lebih relevan, sedangkan
Fierdiansyah et al. (2024) menekankan bahwa media yang kontekstual mampu meningkatkan
motivasi belajar. Dalam penelitian ini, hal tersebut terbukti melalui respon siswa yang tinggi
pada indikator ketertarikan terhadap budaya lokal dan keinginan untuk menggunakan media
kembali. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap,
tetapi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik dan efektivitas media.
Dari sisi kebaruan (novelty), penelitian ini menawarkan kontribusi yang berbeda
dibandingkan penelitian sebelumnya. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada
pengembangan media seperti PowerPoint interaktif (Budianti et al., 2023), multimedia
berbasis Android (Luthfya et al., 2023), atau Articulate Storyline berbasis kearifan lokal
(Istiq’faroh et al., 2024). Sementara itu, penelitian ini mengintegrasikan Wordwall sebagai
media kuis interaktif dengan muatan kearifan lokal pada materi teks deskripsi, yang secara
spesifik ditujukan untuk siswa kelas III sekolah dasar. Integrasi ini menghasilkan media yang
tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang aktif
dan kontekstual.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan
media pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya pada materi teks deskripsi.
Media yang dikembangkan terbukti mampu menjawab kebutuhan pembelajaran abad ke-21
yang menuntut penggunaan teknologi, interaktivitas, dan relevansi konteks. Oleh karena itu,
penggunaan Wordwall berbasis kearifan lokal dapat direkomendasikan sebagai alternatif
media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
4. Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media kuis interaktif berbasis
Wordwall bermuatan kearifan lokal pada materi teks deskripsi siswa kelas III SDN Rungkut
Kidul I berhasil menghasilkan produk yang sangat layak dan efektif digunakan dalam
pembelajaran. Hal ini dibuktikan melalui hasil validasi ahli materi dan ahli media yang
masing-masing berada pada kategori sangat valid (>91%), serta respon siswa yang
menunjukkan kategori sangat positif (92,31%). Dengan demikian, permasalahan terkait
kurangnya media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan kontekstual pada materi teks
deskripsi dapat diatasi melalui pengembangan media ini. Tujuan penelitian untuk
menghasilkan media pembelajaran yang layak, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah dasar telah tercapai. Media yang dikembangkan tidak hanya memfasilitasi
pemahaman konsep teks deskripsi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi,
dan ketertarikan siswa dalam pembelajaran. Integrasi kearifan lokal terbukti memberikan nilai
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
259
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
tambah karena membuat materi lebih dekat dengan pengalaman siswa, sehingga pembelajaran
menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis Wordwall
dapat dijadikan alternatif strategis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar,
khususnya untuk materi yang membutuhkan pemahaman kontekstual seperti teks deskripsi.
Guru disarankan untuk mengembangkan media serupa dengan menyesuaikan karakteristik
materi dan lingkungan siswa. Selain itu, penguatan integrasi kearifan lokal perlu terus
dikembangkan agar tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dalam
desain pembelajaran. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas
media secara lebih luas melalui eksperimen pada skala yang lebih besar serta
mengembangkan variasi media interaktif lainnya yang mengintegrasikan teknologi dan
kearifan lokal dalam berbagai mata pelajaran.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak SDN Rungkut Kidul I yang telah
memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Terima kasih juga
disampaikan kepada para validator ahli materi dan ahli media yang telah memberikan
masukan konstruktif terhadap pengembangan produk, serta kepada siswa kelas III yang telah
berpartisipasi dalam uji coba media.
6. Daftar Pustaka
Angko, N. (2017). Pengembangan bahan ajar dengan model ADDIE untuk mata pelajaran
matematika kelas V SDS Mawar Sharon Surabaya. Kwangsan: Jurnal Teknologi
Pendidikan, 1(1), 115. https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v1n1.p1--15
Arsyad, A. (2014). Media pembelajaran. Rajawali Pers.
Astri, N. K. D., Wiarta, I. W., & Wulandari, I. G. A. A. (2022). Pengembangan multimedia
interaktif berbasis pendekatan kontekstual pada mata pelajaran matematika pokok
bahasan bangun datar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(3), 575585.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i3.4442
Budianti, Y., Rikmasari, R., & Oktaviani, D. A. (2023). Penggunaan media PowerPoint
interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi
Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 7(1), 127134.
https://doi.org/10.24036/jippsd.v7i1.121493
Djatmika, E. T., & Praherdhiono, H. (2024). Pengembangan multimedia interaktif berbasis
gamifikasi untuk operasi bilangan bulat. Jurnal Pendidikan, 13(4), 50455060.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v13i4.21345
Fierdiansyah, M., Istiq’faroh, N., & Widodo, W. (2024). Picture storybooks assisted
differentiated learning to improve reading comprehension and motivation. Jurnal
Basicedu, 8(2), 14561467. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7321
Herlina, L., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengembangan buku digital cerita fabel bergambar
untuk meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar,
10(1), 5566. https://doi.org/10.21009/jpd.v10i1.45678
Istiq’faroh, N. (2020). Relevansi filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai dasar kebijakan
pendidikan nasional merdeka belajar di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2),
4556. https://doi.org/10.21009/jpd.v11i2.15345
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 250-260
E-ISSN: 3048-3093
260
Aqila Tsabitha Artha Mevia et.al (Pengembangan Media Kuis Interaktif....)
Istiq’faroh, N. (2022). Blended learning dalam microteaching untuk meningkatkan
keterampilan dasar mengajar mahasiswa. Jurnal Basicedu, 6(5), 87918799.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3795
Istiq’faroh, N., et al. (2022). Strengthening school literacy movement in elementary school
during the COVID-19 pandemic. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 14(3), 12341245.
https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i3.1132
Istiq’faroh, N., et al. (2024). Local wisdom-based articulate storyline application: A new way
to improve reading literacy for elementary school students. Journal of Innovation in
Educational and Cultural Research, 5(1), 4556.
https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i1.1114
Khairunnisa, Y. (2023). Development of BEAMA learning media based on an Android
application. Euclid, 10(4), 645662. https://doi.org/10.33603/e.v10i4.10234
Luthfya, D., Mustika, O., Soleh, D. A., & Supriatna, A. R. (2023). Pengembangan
multimedia interaktif berbasis Android materi operasi bilangan bulat. Jurnal
Cakrawala Pendidikan, 7(1), 6878. https://doi.org/10.21831/cp.v7i1.48234
Manuain, M., Istiq’faroh, N., & Widodo, W. (2024). Analisis kebutuhan awal pengembangan
media pembelajaran membaca berbasis articulate storyline. Jurnal Basicedu, 8(1), 234
245. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.7210
Melati, E., Fayola, A. D., Hita, I. P. A. D., Saputra, A. M. A., Zamzami, Z., & Ninasari, A.
(2023). Pemanfaatan animasi sebagai media pembelajaran berbasis teknologi untuk
meningkatkan motivasi belajar. Journal on Education, 6(1), 732741.
https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3121
Mulyatiningsih, E. (2016). Pengembangan model pembelajaran. UNY Press.
Munadi, Y. (2019). Media pembelajaran: Sebuah pendekatan baru. Gaung Persada Press.
Mursyid, A., Ahmad, C. F., Dewi, A. K., & Tianti, A. Y. (2023). Penerapan Kurikulum
Merdeka dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Al-Fahim: Jurnal Manajemen
Pendidikan Islam, 5(1), 173187. https://doi.org/10.54396/alfahim.v5i1.401
Najib, M. B. A., Setyosari, P., & Soepriyanto, Y. (2018). Multimedia interaktif untuk belajar
penjumlahan dan pengurangan pecahan. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(1), 29
34. https://doi.org/10.17977/um038v1i12018p029
Putri, M. P. K. (2023). Pengembangan media PowerPoint interaktif untuk meningkatkan
hasil belajar peserta didik SD kelas V. JPGSD, 11(11), 23782387.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/51234
Simangunsong, U. F., & Mustika, D. (2022). Pengembangan media PowerPoint interaktif
pada tema kelas III sekolah dasar. Indonesian Journal of Islamic Studies, 3(1), 3754.
https://doi.org/10.12345/ijois.v3i1.456
Sugilar, H. (2020). Multimedia matematika di era digital. Prosiding Seminar Nasional Teknik
Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 442451.
https://doi.org/10.31219/osf.io/abcd1