TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
261
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada
Materi Ketahanan Pangan Pertanian di Kelas III SD
Firstya Maulidia
a,1*
, Nurul Istiq'faroh
b,2
, Amanda Frisca Dianaputri
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, 60213
1
24010644152@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644268@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 April 2026
Direvisi: 17 Mei 2026
Disetujui: 8 Juni 2026
Tersedia Daring: 1 Juli 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan kemampuan
membaca pemahaman siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh
penggunaan bahan ajar yang kurang menarik dan belum mengaitkan
materi dengan kehidupan nyata siswa. Kondisi tersebut menyebabkan
siswa kesulitan memahami isi bacaan secara optimal. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) berbasis kontekstual yang memenuhi kriteria kelayakan
dan kepraktisan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Penelitian
ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan
model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan,
implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa
sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket
validasi oleh ahli serta angket respon siswa untuk mengukur
kepraktisan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang
dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan
penilaian ahli, serta memiliki tingkat kepraktisan sebesar 87,75%
dengan kategori sangat praktis. LKPD berbasis kontekstual ini mampu
membantu siswa dalam memahami materi bacaan melalui keterkaitan
dengan pengalaman nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih
bermakna dan menarik. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan
dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar yang efektif untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran membaca pemahaman di sekolah
dasar. Selain itu, penelitian ini memberikan implikasi bahwa
pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan praktis sangat
diperlukan untuk mendukung keterlibatan aktif siswa dalam proses
pembelajaran.
Kata Kunci:
Kontekstual
LKPD
Membaca Pemahaman
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Contextual
Reading Comprehension
Student Worksheet
Elementary School
This study is motivated by the low interest and reading comprehension
ability of elementary school students, which is caused by the use of learning
materials that are less engaging and not yet connected to students’ real-
life contexts. This condition makes it difficult for students to understand
the content of reading texts optimally. Therefore, this study aims to
develop a contextual-based Student Worksheet (LKPD) that meets the
criteria of validity and practicality in teaching reading comprehension.
This research employed a Research and Development (R&D) method using
the ADDIE model, which consists of analysis, design, development,
implementation, and evaluation stages. The subjects of this study were 27
elementary school students. Data collection techniques included expert
validation questionnaires and student response questionnaires to measure
the practicality of the product. The results showed that the developed
LKPD was categorized as highly valid based on expert judgment and
achieved a practicality level of 87.75%, which falls into the “very practical”
category. The contextual-based LKPD helps students understand reading
materials by linking them to real-life experiences, making the learning
process more meaningful and engaging. Thus, the developed LKPD can be
used as an alternative teaching material to improve the quality of reading
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
262
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
comprehension learning in elementary schools. This study also implies that
the development of contextual and practical teaching materials is
essential to support students’ active involvement in the learning process.
©2026, Firstya Maulidia, Nurul Istiq’faroh, Amanda Frisca Dianaputri
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan sekolah dasar memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk
kepribadian dan pola pikir siswa melalui penciptaan suasana belajar yang bermakna. Pada
jenjang ini, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada
pengembangan keterampilan dasar, salah satunya adalah keterampilan membaca. Membaca
merupakan fondasi utama bagi siswa kelas III untuk memahami berbagai informasi, termasuk
kesadaran terhadap lingkungan dan keberlanjutan pangan. Iasha dkk. (2025) menyatakan bahwa
literasi memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter dan keberhasilan belajar siswa
sejak dini. Hal ini didukung oleh Rinawati (2020) yang menegaskan bahwa keterampilan
membaca memiliki hubungan positif dengan penguasaan keterampilan berbahasa lainnya,
sehingga menjadi fondasi kemampuan akademik siswa. Sebagaimana dinyatakan oleh
Mantopani dkk. (2023), sikap peduli lingkungan juga dapat dikembangkan secara optimal
melalui strategi literasi yang tepat di Sekolah Dasar.
Salah satu materi yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam aktivitas membaca
adalah ketahanan pangan pertanian, terutama karena topiknya yang sangat dekat dengan
kehidupan sehari-hari siswa di lingkungan agraris. Mawardi dkk. (2023) menjelaskan bahwa
mengenalkan literasi lingkungan lewat kurikulum sekolah sangat membantu siswa agar lebih
peka terhadap realitas di sekitar mereka, yang kemudian diperkuat oleh Kusmiyati dkk. (2021)
dengan penekanan bahwa edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal penting untuk
ditanamkan sejak dini sebagai langkah awal menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui kedua
perspektif tersebut, literasi tidak lagi sekadar aktivitas kognitif di kelas, melainkan menjadi
jembatan bagi siswa untuk memahami peran mereka dalam ekosistem pangan lokal sekaligus
membangun nalar kritis terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan Fahmi dkk. (2018) yang
menegaskan pentingnya materi ketahanan pangan bagi kesadaran konsumsi pangan lokal,
sehingga dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi ini dapat disajikan melalui teks
informatif yang memungkinkan siswa untuk tidak hanya sekadar membaca kata, tetapi juga
mampu memahami makna dan relevansinya dengan kehidupan nyata.
Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III, ditemukan indikasi bahwa
pengembangan keterampilan membaca masih sering terpaku pada teks-teks umum di buku paket
yang terasa kurang kontekstual. Materi yang sebenarnya berkaitan dengan lingkungan sekitar,
misalnya soal ketahanan pangan, justru sering disampaikan secara teoretis, sehingga siswa
kesulitan menghubungkan apa yang mereka baca dengan realitas di sekitarnya. Masalah ini
sejalan dengan temuan Ningsih dkk. (2025) yang menyebutkan bahwa materi yang terlalu
generik justru menciptakan hambatan bagi siswa untuk memahami isi bacaan secara mendalam
karena minimnya kaitan dengan pengalaman sehari-hari mereka. Kesenjangan antara kebutuhan
literasi yang bermakna dengan keterbatasan bahan ajar ini membuat pengembangan materi
berbasis kearifan lokal menjadi sangat krusial, sebagaimana ditekankan oleh Fitriyah dan
Wardani (2022) agar pembelajaran terasa lebih dekat dengan dunia siswa. Hal ini semakin
dipertegas oleh Suastika (2018) yang menyoroti bahwa pemilihan bahan ajar yang kurang tepat
sering menjadi kendala utama rendahnya kemampuan membaca di sekolah dasar, sehingga
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
263
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
diperlukan inovasi bahan ajar yang mampu mengajak siswa belajar langsung dari lingkungan
terdekatnya.
Kesenjangan tersebut diperkuat oleh masih terbatasnya bahan ajar seperti Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara khusus untuk membantu siswa memahami isi
bacaan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. LKPD berbasis kontekstual terbukti mampu
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran karena memberikan pengalaman
belajar yang lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan Sari
dan Listiadi (2023) yang menyatakan bahwa LKPD berbasis Contextual Teaching and Learning
(CTL) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan keaktifan siswa. Selain itu, Wulandari dan
Syafitri (2024) juga menemukan bahwa LKPD berbasis CTL efektif dalam membantu siswa
memahami konsep melalui keterkaitan dengan dunia nyata. Penelitian Simanjuntak dkk. (2025)
turut memperkuat bahwa LKPD kontekstual mampu meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan
siswa secara signifikan. Oleh karena itu, pengembangan LKPD berbasis konteks lokal menjadi
sangat penting dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) menjadi solusi yang relevan untuk
mengatasi permasalahan tersebut karena menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi
nyata yang dialami siswa. CTL membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman
langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Hal ini didukung oleh Zahwa dan
Indah (2024) yang menyatakan bahwa CTL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa melalui keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, Lestari dan Muchlis
(2022) menemukan bahwa penerapan CTL dalam LKPD dapat meningkatkan aktivitas belajar
dan pemahaman konsep siswa secara lebih baik. Prastica, Hilma, dan Santia (2025) juga
menyebutkan bahwa CTL berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa karena mendorong
pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Sehingga, CTL sangat sesuai digunakan dalam
pembelajaran membaca di Sekolah Dasar.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan karena berfokus pada
pengembangan keterampilan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tema
ketahanan pangan pertanian melalui LKPD berbasis kontekstual. Berbeda dengan penelitian
sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada mata pelajaran IPA atau matematika, penelitian
ini menekankan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Wulandari dan Syafitri (2024) menyatakan bahwa LKPD berbasis CTL efektif dalam
meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan siswa. Simanjuntak dkk. (2025) juga
menegaskan bahwa LKPD kontekstual dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa
secara signifikan. Selain itu, Sari dan Listiadi (2023) menunjukkan bahwa LKPD berbasis CTL
layak digunakan karena valid, praktis, dan efektif dalam pembelajaran. Oleh karena itu,
penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi dalam pengembangan LKPD berbasis
kontekstual untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang bertujuan
untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
berbasis kontekstual pada materi ketahanan pangan pertanian. Metode R&D digunakan untuk
menghasilkan suatu produk pembelajaran serta menguji kelayakan produk tersebut sebelum
digunakan dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design,
Development, Implementation, dan Evaluation. Model ADDIE merupakan kerangka
pengembangan pembelajaran yang bersifat umum dan fleksibel, sehingga dapat dijadikan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
264
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
acuan dalam merancang bahan ajar yang terstruktur, adaptif, dan mampu menunjang
keberhasilan proses pembelajaran (Fitriyah, Wiyokusumo, & Leksono, 2021).
Tahap analysis dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran, karakteristik
siswa, serta permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran pada materi ketahanan pangan
pertanian. Tahap design dilakukan dengan merancang isi dan struktur LKPD, seperti
menentukan tujuan pembelajaran, menyusun kegiatan belajar, serta merancang tampilan
LKPD yang sesuai dengan siswa kelas III SD. Tahap development dilakukan dengan
mengembangkan rancangan LKPD menjadi produk yang siap digunakan. Pada tahap ini LKPD
yang telah dibuat kemudian divalidasi oleh guru kelas III untuk mengetahui kelayakan isi,
bahasa, dan tampilan LKPD. Tahap implementation dilakukan dengan mengujicobakan LKPD
kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya pada tahap evaluation dilakukan
evaluasi untuk melihat hasil penggunaan LKPD serta melakukan perbaikan berdasarkan
masukan dari guru dan siswa agar LKPD menjadi lebih baik dan layak digunakan. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, angket, dan dokumentasi.
Wawancara dilakukan kepada guru untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran. Angket
digunakan untuk memperoleh penilaian kelayakan LKPD dari validator serta respon guru dan
siswa setelah menggunakan LKPD. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang
berkaitan dengan proses pengembangan produk.
3. Hasil dan Pembahasan
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Ketahanan Pangan Pertanian pada
materi teks narasi dan deskripsi untuk kelas III SDN Semolowaru IV ini dilakukan validasi
yaitu ahli matero dan ahli media. Proses validasi bertujuan untuk menjamin kelayakan produk
dari segi isi, kebahasaan, serta penyajian visual sebelum diuji cobakan kepada peserta didik.
Adapun rincian skor hasil penilaian dari ahli media disajikan secara lengkap pada tabel berikut:
Tabel 1 Hasil Validasi Ahli Materi
Aspek
Indikator Penilaian
Skor
Kesesuaian dengan
Kurikulum
Materi sesuai dengan capaian pembelajaran Bahasa
Indonesia kelas III SD
4
Materi mendukung peningkatan kemampuan membaca
siswa
4
Materi sesuai dengan tema ketahanan pangan (pertanian)
4
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan jelas
2
Tujuan pembelajaran berfokus pada kemampuan membaca
2
Materi
Materi disajikan dalam bentuk teks narasi dan deskripsi
sederhana
4
Teks bacaan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa
4
Materi relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa
4
Kebenaran Konsep
Tidak terdapat kesalahan konsep dalam materi
4
Kebahasaan
Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami
4
Kalimat membantu siswa memahami isi bacaan
4
Teks sesuai untuk melatih kemampuan membaca
4
Keterpaduan
Materi disusun secara runtut dan sistematis
3
Kegiatan dalam LKPD mendukung kemampuan membaca
pemahaman
4
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
265
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Soal sesuai untuk mengukur pemahaman bacaan siswa
3
Total Skor
54
Rata-rata
Keseluruhan
90%
Berdasarkan data pada Tabel 1, diketahui bahwa skor total dari ahli materi adalah 54 dari
skor maksimal 60 dengan persentase 90%. Capaian tersebut menempatkan produk pada kriteria
"Sangat Valid". Tingginya validitas pada aspek kelayakan isi ini menjadi jaminan bahwa materi
yang disusun telah akurat secara konsep dan sesuai dengan kurikulum. Hal ini sangat penting
karena bahan ajar merupakan bagian dari keseluruhan komponen pembelajaran yang memiliki
peran penting, di mana LKPD berbasis kontekstual pada aspek kelayakan isi harus memenuhi
kriteria sangat layak agar dapat meningkatkan hasil belajar (Rahman, 2020). Selain itu, validasi
materi juga berfungsi untuk memastikan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan
benar-benar siap secara pedagogis untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa di sekolah dasar
(Anwar et al., 2021).
Meskipun secara keseluruhan mendapatkan penilaian sangat baik, peneliti melakukan
revisi pada aspek tujuan pembelajaran yang pada draf awal sempat mendapatkan skor rendah
yaitu 2. Perbaikan dilakukan dengan merumuskan tujuan yang lebih eksplisit dan terukur agar
dapat memandu siswa dalam proses literasi. Langkah ini sejalan dengan prinsip bahwa tujuan
pembelajaran menjadi pedoman utama bagi pendidik untuk menentukan langkah-langkah yang
akan diambil dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran agar efektif dan terukur (Albina &
Pratama, 2025). Meskipun secara keseluruhan mendapatkan penilaian sangat baik, peneliti
melakukan revisi pada aspek tujuan pembelajaran yang pada draf awal sempat mendapatkan skor
rendah yaitu 2. Perbaikan dilakukan dengan merumuskan tujuan yang lebih eksplisit dan terukur
agar dapat memandu siswa dalam proses literasi. Langkah ini sejalan dengan prinsip bahwa
tujuan pembelajaran menjadi pedoman utama bagi pendidik untuk menentukan langkah-langkah
yang akan diambil dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran agar efektif dan terukur (Albina
& Pratama, 2025). Ketajaman tujuan pembelajaran sangat krusial karena tanpa arah yang jelas,
siswa akan kesulitan dalam memetakan informasi kunci dari sebuah teks bacaan (Tahir et al.,
2023).
Integrasi materi pertanian lokal dalam LKPD ini diharapkan mampu menjawab tantangan
di lapangan, terutama mengenai fakta bahwa kesulitan yang dihadapi siswa antara lain: 1).
kesulitan dalam menyimpulkan isi teks bacaan, 2). kesulitan dalam menemukan ide pokok, 3).
kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks secara tersirat (Budiantoro
et al., 2024). Dengan mengangkat tema yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal, siswa
dapat belajar tanpa tercerabut dari budayanya karena pendidikan yang memerdekakan adalah
pendidikan yang menitikberatkan pada proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan
lingkungan tempat tinggal peserta didik, sehingga mereka tidak asing dengan realitasnya sendiri
(Istiq'faroh, 2020). Selain aspek materi, kelayakan LKPD juga ditentukan oleh kualitas penyajian
visual dan kemudahan penggunaannya. Oleh karena itu, dilakukan validasi ahli media untuk
menilai aspek tampilan, keterbacaan, daya tarik, dan kepraktisan produk. Hasil penilaian validasi
ahli media dirinci pada tabel berikut:
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
266
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Tabel 2 Hasil Validasi Ahli Media
Indikator Penilaian
Skor
Desain LKPD menarik dan sesuai untuk siswa SD
4
Penggunaan warna nyaman dilihat
4
Gambar/ilustrasi mendukung isi materi
4
Tata letak (layout) rapi dan proporsional
3
Huruf mudah dibaca oleh siswa
4
Ukuran huruf sesuai untuk siswa SD
4
Jenis huruf mendukung keterbacaan
4
Spasi dan penataan teks jelas
4
LKPD mampu menarik minat membaca siswa
3
Aktivitas dalam LKPD variatif
3
Penyajian tidak membosankan
4
LKPD mudah digunakan oleh siswa
4
Petunjuk penggunaan jelas
3
LKPD mudah digunakan dalam pembelajaran di kelas
4
52
92,8%
Berdasarkan data pada Tabel 2, penilaian dari ahli media memperoleh skor total 52 dari
skor maksimal 56 dengan persentase 92,8% yang termasuk dalam kriteria "Sangat Layak". Skor
yang tinggi pada aspek tampilan dan keterbacaan menunjukkan bahwa desain visual LKPD telah
disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas III SD. Penggunaan ilustrasi yang kontekstual
membantu siswa dalam memahami teks bacaan secara konkret. Hal ini sejalan dengan teori
bahwa pembelajaran kontekstual muncul sebagai solusi inovatif yang menghubungkan materi
instruksional dengan konteks kehidupan siswa, sehingga konten pembelajaran tidak lagi
dianggap abstrak dan tidak relevan (Suhermi et al., 2025). Pengemasan media yang menarik
secara visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam mengikuti alur
pembelajaran (De’Aulia et al., 2023).
Aspek visual dalam LKPD ini dirancang untuk memperkuat daya tarik dan mempermudah
pemahaman konsep literasi. Dukungan visual berupa gambar pertanian lokal terbukti membantu
siswa dalam memvisualisasikan isi teks yang mereka baca. Hal ini diperkuat oleh pendapat
bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat membantu siswa dalam memvisualisasikan isi
cerita, sehingga memudahkan mereka dalam memahami alur dan pesan yang disampaikan dalam
teks (Istiq'faroh et al., 2020). Selain itu, bahasa visual yang komunikatif dalam LKPD dapat
meminimalisir beban kognitif siswa sehingga proses literasi menjadi lebih menyenangkan
(Rohman et al., 2022).
Kombinasi antara desain media yang menarik dan konten yang nyata di sekitar siswa
memberikan dampak positif terhadap kualitas perangkat pembelajaran. Keunggulan desain ini
memastikan bahwa penerapan LKPD berbasis kontekstual memberikan kontribusi signifikan
terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa karena siswa mempelajari prinsip
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
267
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
melalui realitas yang nyata (Tahir & Marniati, 2022). Implementasi desain yang teruji secara
valid ini pada akhirnya akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna bagi peserta
didik (Sartika et al., 2022). Dengan demikian, setelah melalui tahap revisi sesuai saran para ahli,
LKPD ini dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman
di SDN Semolowaru IV.
Namun, kelayakan produk belum sepenuhnya menjamin bahwa LKPD dapat digunakan
secara optimal dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diperlukan pengujian lebih
lanjut untuk mengetahui bagaimana LKPD tersebut digunakan oleh siswa, khususnya dari segi
kemudahan penggunaan, keterpahaman, dan kenyamanan selama proses pembelajaran
berlangsung. Pengujian ini menjadi penting untuk memastikan bahwa LKPD tidak hanya layak
secara teoritis, tetapi juga efektif dan praktis ketika diimplementasikan dalam situasi
pembelajaran yang nyata. Uji kepraktisan dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan
penggunaan LKPD oleh siswa dalam proses pembelajaran. Data diperoleh melalui angket respon
siswa yang diberikan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan jumlah responden
sebanyak 27 siswa.
Tabel 3 Hasil Uji Kepraktisan LKPD
Aspek
Indikator Penilaian
Skor
Iya
Tidak
Kemudahan
Penggunaan
LKPD ini mudah digunakan
24
3
Petunjuk dalam LKPD mudah
dipahami
24
3
Bahasa dalam LKPD mudah
dimengerti
26
1
Saya dapat mengikuti kegiatan
dalam LKPD dengan baik
26
1
Daya Tarik
Tampilan LKPD ini menarik
22
5
LKPD membuat saya semangat
belajar
23
4
Gambar dalam LKPD membantu
saya memahami materi
22
5
LKPD ini tidak membuat saya bosan
21
6
Pemahaman Materi
Saya mudah memahami isi LKPD
25
2
Soal dalam LKPD mudah dikerjakan
24
3
LKPD membantu saya memahami
hasil pertanian
26
1
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
268
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Keefektifan Waktu
Saya dapat menyelesaikan LKPD
tepat waktu
24
3
Kegiatan dalam LKPD
menyenangkan untuk dikerjakan
22
5
TOTAL
308
43
Berdasarkan Tabel 3.3, diperoleh total skor jawaban “Ya” sebanyak 308 dan “Tidak”
sebanyak 43. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon
positif terhadap LKPD yang digunakan. Secara keseluruhan, tingkat kepraktisan LKPD berada
pada kategori sangat praktis dengan persentase sebesar 87,75%. Pada aspek kemudahan
penggunaan, mayoritas siswa menyatakan bahwa LKPD mudah digunakan, baik dari segi
petunjuk maupun bahasa yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD telah sesuai
dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang membutuhkan instruksi sederhana dan jelas.
Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa bahan ajar yang dirancang
dengan bahasa sederhana dan sistematis akan mempermudah siswa dalam mengikuti
pembelajaran (Asan et al., 2024; Hasanah & Lestari, 2024).
Pada aspek daya tarik, LKPD dinilai menarik oleh siswa karena adanya gambar dan
aktivitas yang variatif. Hal ini mampu meningkatkan minat belajar dan mengurangi kebosanan
siswa selama pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual dan
interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan (Chusna et al., 2024;
Monalisa et al., 2024). Selain itu, media yang menarik secara visual akan membuat siswa lebih
aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada aspek pemahaman materi, LKPD membantu
siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Hal ini terlihat dari tingginya respon positif
pada indikator kemudahan memahami isi LKPD dan pengerjaan soal. Temuan ini sejalan dengan
penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis aktivitas dan
visual dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa (Mutiara et al., 2022; Noordan & Yunus,
2022).
Selanjutnya, pada aspek keefektifan waktu, sebagian besar siswa mampu menyelesaikan
LKPD tepat waktu dan merasa kegiatan yang diberikan menyenangkan. Hal ini menunjukkan
bahwa LKPD tidak hanya praktis tetapi juga efisien dalam penggunaannya. Media pembelajaran
yang praktis akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan tidak membebani
siswa (Atizah et al., 2025; Putri et al., 2025). Selain itu, hasil penelitian ini juga diperkuat oleh
penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis digital yang menunjukkan bahwa
produk yang memperoleh respon positif dari siswa dan guru termasuk dalam kategori sangat
praktis dan mudah digunakan dalam pembelajaran (Wati & Istiq’faroh, 2025). Hal ini
menunjukkan bahwa kepraktisan merupakan indikator penting dalam menentukan keberhasilan
suatu media pembelajaran (Suwastini et al, 2022). Secara keseluruhan, hasil uji kepraktisan
menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria praktis, yaitu mudah
digunakan, menarik, membantu pemahaman materi, serta efisien dalam waktu. Dengan
demikian, LKPD dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang efektif dalam
pembelajaran di sekolah dasar.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
269
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan LKPD berbasis kontekstual untuk
pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar telah berhasil menghasilkan produk yang
memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan. LKPD yang dikembangkan mampu menjawab
permasalahan pembelajaran yang sebelumnya kurang menarik dan kurang membantu siswa
dalam memahami isi bacaan, dengan menghadirkan materi yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari serta didukung oleh desain yang menarik. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan
bahwa LKPD tidak hanya layak digunakan secara teoritis, tetapi juga praktis dalam
penggunaannya oleh siswa, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif
dan bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi konteks nyata dalam bahan ajar memiliki
peran penting dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Implikasi dari
penelitian ini adalah bahwa guru dapat memanfaatkan LKPD berbasis kontekstual sebagai
alternatif bahan ajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran membaca pemahaman di
sekolah dasar. Selain itu, pengembangan bahan ajar yang memperhatikan aspek kepraktisan dan
keterkaitan dengan kehidupan nyata siswa perlu terus dilakukan agar pembelajaran menjadi
lebih relevan dan efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas LKPD
terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam skala yang lebih luas.
5. Daftar Pustaka
Albina, M., & Pratama, K. B. (2025). Peran tujuan pembelajaran dalam perencanaan
pembelajaran: dasar untuk pembelajaran yang efektif. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu
Pendidikan, 2(2), 55-61.
Asan, E., Indarti, T., & Subrata, H. (2024). Peningkatan keterampilan membaca melalui
pengembangan bahan ajar suplemen dengan metode konstruktivisme pada peserta didik
kelas II sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 102109.
Atizah, K., Yusuf, M., & Ilham, D. (2025). Validitas Dan Kepraktisan LKPD Interaktif
Berbantuan Canva Pada Pembelajaran Pai di SMPN 2 Bua Ponrang. Socratika: Journal of
Progressive Education and Social Inquiry, 2(1), 2332.
Budiantoro, E., Sukartiningsih, W., & Istiq’faroh, N. (2024). ANALISIS KEBUTUHAN AWAL
KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA
SOCIETY 5.0. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(04), 231-242.
Chusna, N. L., Khasanah, U., & Najikhah, F. (2024). Interactive Digital Media for learning in
Primary Schools. Asian Pendidikan, (4), 7278.
Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P. (2022). Analisis kebutuhan pengembangan LKPD berbasis
kearifan lokal daerah Banyuwangi di Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran Dan
Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 10(1), 62-73.
Fitriyah, I., Wiyokusumo, I., & Leksono, I. P. (2021). Pengembangan media Pembelajaran Prezi
dengan model Addie Simulasi Dan Komunikasi digital. Jurnal Inovasi Teknologi
Pendidikan, 8(1), 8497.
Haryana Putri, A. C., Sulistyaningsih, D., & Suprayitno, I. J. (2025). Respon Guru Dan Peserta
Didik Terhadap media Pembelajaran E-LKPD Berbasis auditory, intellectually, repetition
Dengan Pendekatan Etnomatematika. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan
Pendidikan Matematika, 8(1), 286297.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
270
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Hasanah, Z., & Lestari, A. B. (2024). Desain buku cerita bergambar menggunakan aplikasi
Canva untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas II sekolah dasar.
Jurnal Cendekia Pendidikan Dasar, 2(1), 6171.
Iasha, V., Wulandari, A. S., Sugiant, A. C., Asworo, A. F. C., Ernandi, D., Hasanah, L., ... &
Rifqy, Z. F. N. (2025). Peran Literasi Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah
Dasar. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(2), 197-217.
Istiq’Faroh, N. (2020). Relevansi Filosofi Ki Hajar Dewantara Sebagai Dasar Kebijakan
Pendidikan Nasional Merdeka Belajar Di Indonesia. Lintang Songo: Jurnal Pendidikan,
3(2), 1-10.
Istiq'faroh, N., Suhardi, S., Mustadi, A., & Ahdhianto, E. (2020). The effect of Indonesian
folktales on fourth-grade students' reading comprehension and motivation. Ilkogretim
Online, 19(4).
Kusmiyati, K., Rasmi, D. A. C., Sedijani, P., & Bachtiar, I. (2021). Penyuluhan tentang
pemanfaatan pangan lokal untuk menunjang ketahanan pangan di masa pandemi covid 19.
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(4).
Lestari, D. D., & Muchlis, M. (2021). Pengembangan e-LKPD Berorientasi contextual teaching
and learning (CTL) Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir kritis Siswa Pada materi
termokimia kelas XI SMA. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(1), 2533.
Mantopani, I., Muhajir, M., & Azis, A. (2023). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di
Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 2(4), 191-198.
Mawardi, P., Nurhakim, I., & Veriansyah, I. (2023). Pengembangan modul literasi lingkungan
melalui program sekolah di sekolah dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia
Dini, 7(6), 6609-6619.
Mutiara, A., Wagiran, W., & Pristiwati, R. (2022). Pengembangan Buku Pengayaan Elektronik
cerita fabel Bermuatan Profil Pelajar Pancasila Elemen Gotong Royong Sebagai media
Literasi Membaca di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 24192429.
Monalisa, I., Suntari, Y., & EW, E. D. (2024). Pengaruh media pembelajaran digital Terhadap
Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(3), 1953
1963.
Ningsih, S. W., Maharini, N., At-Toriq, F. T. C., & Setiadi, H. W. (2025). Kontekstual Analisis
Kebutuhan Bahan Ajar Kontekstual Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar.
Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 212-227.
Noordan, M. N., & Md. Yunus, M. (2022). Using digital comprehension to improve reading
comprehension skills among young learners. International Journal of Academic Research
in Progressive Education and Development, 11(2), 727748.
Prastica, H. C., Hilma, L. R., & Santia, I. (2025). PENGARUH IMPLEMENTASI E-LKPD
BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP
KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3),
532542.
Rahman, I. N., Hidayat, S., & Hakim, L. (2020). Pengembangan LKPD Berbasis Pembelajaran
Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar. JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan
dan Pembelajaran): Edutech and Intructional Research Journal, 7(1).
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 2, Juli 2026, page: 261-271
E-ISSN: 3048-3093
271
Firstya Maulidia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual pada....)
Rinawati, A. (2020). Analisis hubungan keterampilan membaca dengan keterampilan menulis
siswa sekolah dasar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).
Sari, E. N., & Listiadi, A. (2023b). Pengembangan E-LKPD Berbasis contextual teaching and
learning Pada Materi Harga Pokok proses Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Kritis Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 11(2), 211227.
Simanjuntak, P. M., Ismanto, B., & Wasitohadi, W. (2025b). Pengembangan LKPD pak berbasis
android dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) Pada Siswa Kelas v.
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 133146.
Suastika, N. S. (2018). Problematika pembelajaran membaca dan menulis permulaan di Sekolah
Dasar. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 57-64.
Suhermi, L., Barokah, N., & Kamal, R. (2025). Pembelajaran kontekstual sebagai inovasi kreatif
dalam menjadikan materi ajar lebih bermakna. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial
Pendidikan Dan Humaniora, 4(2), 94-103.
Suwastini, N. M. S., Agung, A. A. G., & Sujana, I. W. (2022). LKPD Sebagai media
Pembelajaran Interaktif berbasis Pendekatan Saintifik Dalam muatan IPA Sekolah dasar.
Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 6(2), 311320.
syahrudin ilyas Fahmi, F. (2018). Desain literasi ketahanan pangan melalui inovasi pembelajaran
kebutuhan belajar siswa pendikan sekolah dasar kelas awal. Jurnal Pendidikan Sekolah
Dasar.
Tahir, T., & Marniati, M. (2022). Penerapan LKPD Berbasis Kontekstual terhadap Peningkatan
Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa SD. Square: Journal of Mathematics and
Mathematics Education, 4(2), 83-92.
Wati, N. H., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengembangan media buku digital cerita fabel bergambar
menggunakan aplikasi PicsArt untuk keterampilan membaca pemahaman pada siswa
sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPPGSD), 13(12),
31453157.
Wulandari, E. T., & Syafitri, E. (2024). PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL)
BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
MATEMATIKA SISWA SMA. Diskrit: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika, 2(2),
153163.
Zahwa, A. A., & Indah, N. K. (2024). PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MELATIHKAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KEANEKARAGAMAN
HAYATI. BioEdu : Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 13(1), 105116.