tindakan. Implementasinya harus melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari kurikulum,
proses pembelajaran, penilaian, pengelolaan sekolah, hingga pemanfaatan sarana prasarana.
Pendidikan karakter membantu peserta didik memahami perilaku yang berhubungan dengan
Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan kebangsaan, yang tercermin dalam sikap,
perkataan, dan perbuatan sesuai norma agama, hukum, budaya, dan adat istiadat.
Namun kenyataannya, di SMP Advent Remboken, proses pembelajaran PKn masih
didominasi oleh metode ceramah. Siswa sering hanya mendengarkan penjelasan guru, tanpa
keterlibatan aktif dalam diskusi atau pemecahan masalah. Akibatnya, motivasi belajar rendah,
beberapa siswa tidak serius mengerjakan tugas, dan hasil belajar PKn kurang optimal. Hal ini
terlihat dari data nilai semester I tahun ajaran 2023/2024. Untuk mengatasi hal tersebut, guru
perlu menerapkan model pembelajaran yang interaktif dan kontekstual agar pendidikan
karakter dapat berjalan efektif.
Pendidikan karakter juga berperan sebagai upaya preventif terhadap penurunan moral
bangsa. Jika tidak segera ditangani, degradasi karakter dapat berdampak buruk pada kehidupan
di masa depan. Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi individu yang beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi
warga negara yang bertanggung jawab dan demokratis.
Seiring perkembangan zaman dan era globalisasi, sebagian peserta didik masih kurang
mempraktikkan tata krama dan sopan santun, termasuk dalam berbahasa dengan orang tua atau
guru. Aktivitas pembelajaran PKn yang hanya berbasis ceramah dan hafalan perlu diganti
dengan metode yang memungkinkan siswa berpikir kritis, berdiskusi, dan berpartisipasi aktif,
sehingga mereka lebih memahami materi dan hasil belajar meningkat.
Di SMP Advent Remboken, implementasi pendidikan karakter melalui PKn dapat
dilakukan dengan membiasakan siswa menanamkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari
dan menerapkan norma kebangsaan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003,
sistem pendidikan nasional dirancang untuk mengembangkan potensi penduduk secara
keseluruhan agar menjadi warga negara yang berkarakter, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan
bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2013, terdapat 18 indikator pendidikan karakter, seperti
religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, berdikari, demokratis, cinta tanah air, dan
peduli. Berdasarkan hal ini, peneliti terdorong untuk meneliti penerapan pendidikan karakter
melalui pendidikan kewarganegaraan pada siswa SMP Advent Remboken.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMP Advent Remboken.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis
implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di
SMP Advent Remboken. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman
mendalam terhadap fenomena sosial yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, dengan
menekankan pada makna, pengalaman, dan konteks dalam interaksi pembelajaran. Penelitian
dilaksanakan di SMP Advent Remboken pada bulan April 2024 melalui tahapan persiapan,
pelaksanaan, dan penyelesaian laporan.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara
digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari informan melalui tanya jawab
yang sistematis, sedangkan observasi dilakukan untuk memahami kondisi nyata di lapangan.
Dokumentasi digunakan sebagai pendukung data melalui berbagai sumber tertulis maupun
visual yang relevan dengan penelitian.
Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penyimpulan. Reduksi data bertujuan untuk menyaring dan memfokuskan
informasi yang relevan, kemudian data disajikan dalam bentuk yang terstruktur agar mudah