TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
152
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter Disiplin
Siswa di SMK Negeri 1 Siau Timur Kabupaten Sitaro
Intan Pinasty Tamalumu
a,1*
, Apeles Lexi Lonto
b,2
, Isye Junita Melo
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Manado, Jl. Kampus UNIMA, Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa,
Sulawesi Utara, KodePos 95618, Indonesia
Email: intanpinastytamalumu@gmail.com
*
Corresponding Author: Intan Pinasty Tamalumu
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Januari 2026
Direvisi: 18 Februari 2026
Disetujui: 17 April 2026
Tersedia Daring: 30 April 2026
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Mengapa Siswa-siswa di
SMK Negeri 1 Siau Timur Masih di Temukan Memiliki Perilaku Kurang
Disiplin serta Untuk Mengentahui Upaya Guru Untuk Meningkatkan
Karakter Displin Siswa SMK Negeri 1 Siau Timur. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Perilaku kurang disiplin masih
ditemukan pada sebagian siswa dalam kehidupan sehari-hari
dilingkungan sekolah. Faktor pertama itu rendahnya kesadaran siswa
terhadap pentingnya disiplin menjadi salah satu penyebab utama.
Berikut juga ada faktor kurangnya rasa tanggung jawab pribadi sebagai
peserta didik seharusnya tercermin dalam sikap menjalankan
kewajiban belajar, menaati peraturan, Selain itu juga ada faktor
pengaruh lingkungan teman sebaya, pada usia remaja siswa cenderung
lebih mudah terpengaruh oleh kelompok pergaulannya. Keinginan
untuk diterima dalam kelompok sering kali mendorong siswa untuk
menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang berlaku di dalamnya.
Apabila lingkungan pergaulan tersebut melanggar aturan, maka siswa
berpontesi untuk mengikuti perilaku tersebut. Upaya guru untuk
meningkatkan karakter disiplin siswa, upaya yang dilakukan adalah
memberikan keteladanan yang baik seperti datang tepat waktu,
berpakaian rapi, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung
jawab.
Kata Kunci:
Karakter Disiplin,
Upaya Guru,
Pendidikan Karakter.
ABSTRACT
Keywords:
Character Discipline,
Teacher Effort,
Character Education
This study aims to find out why students at SMK Negeri 1 East Siau are
still found to have less disciplined behavior and to find out teachers'
efforts to improve the disciplinary character of SMK Negeri 1 Siau Timur
students. The research method used is qualitative with a case study
approach. The results of the study show that lack of discipline behavior is
still found in some students in daily life in the school environment. The
first factor is the low awareness of students on the importance of
discipline is one of the main causes. There is also a factor of lack of
personal responsibility as a student should be reflected in the attitude of
carrying out learning obligations, obeying regulations, in addition to that
there is also a factor of influence on the peer environment, at the age of
adolescence students tend to be more easily influenced by their social
groups. The desire to be accepted into a group often encourages students
to conform to the prevailing habits within it. If the social environment
violates the rules, then students have the potential to follow this behavior.
Teachers' efforts to improve the character of student discipline, efforts
are made to provide good examples such as arriving on time, dressing
neatly, and carrying out tasks with full responsibility.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
153
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
©2026, Intan Pinasty Tamalumu, Apeles Lexi Lonto, Isye Junita Melo
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Banyak siswa yang terpengaruh oleh lingkungan luar sekolah yang kurang mendukung
terbentuknya sikap disiplin. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung
jawab besar dalam membentuk karakter siswa, termasuk dalam hal disiplin. Sebagai salah satu
sekolah menengah kejuruan, SMK Negeri 1 Siau Timur memiliki visi untuk mencetak lulusan
yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,
termasuk disiplin. Karakter disiplin sangat penting bagi siswa SMK karena mereka
dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja yang menuntut ketepatan waktu, kepatuhan
terhadap aturan, dan tanggung jawab yang tinggi. Di sekolah, disiplin tercermin melalui
berbagai hal, misalnya kepatuhan siswa terhadap aturan yang berlaku, kedatangan tepat waktu,
kerapihan dalam berpakaian, ketertiban dalam kegiatan belajar, serta tanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas. Umumnya, pihak sekolah menerapkan sejumlah kebijakan untuk
membentuk budaya disiplin, seperti pemberian sanksi bagi pelanggar aturan, penghargaan bagi
siswa teladan, serta pemantauan secara rutin terhadap absensi maupun perilaku siswa. Namun,
penerapan aturan disiplin ini memerlukan upaya lebih dari sekadar regulasi tertulis.
Dibutuhkan peran aktif guru dalam membimbing, mengawasi, serta memberikan contoh nyata
kepada siswa agar nilai disiplin dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru
dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMK Negeri 1 Siau Timur sangat penting. Guru
tidak hanya bertugas untuk mengajar mata pelajaran, tetapi juga berperan sebagai pendidik
yang memberikan contoh dan bimbingan dalam aspek moral dan etika.
Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan melalui berbagai strategi,
antara lain; Pemberian Teladan Positif Guru sebagai figur utama dalam lingkungan sekolah
harus menjadi contoh yang baik bagi siswa. Sikap disiplin guru, seperti datang tepat waktu,
berpakaian rapi, serta menjalankan tugas dengan baik, akan menjadi teladan yang dapat ditiru
oleh siswa. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan kedisiplinan
tinggi, misalnya dengan pujian, sertifikat penghargaan, atau kesempatan khusus. Sebaliknya,
bagi siswa yang melanggar aturan, diberikan sanksi yang mendidik, seperti teguran, tugas
tambahan, atau bimbingan khusus. Beberapa siswa mungkin memiliki kendala pribadi yang
menyebabkan mereka kurang disiplin. Oleh karena itu, guru perlu melakukan pendekatan
personal dengan berbicara langsung kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam
menerapkan disiplin, memberikan motivasi, dan mencari solusi bersama. Berdasarkan
observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 1 Siau Timur, Terlihat bahwa tingkat
kedisiplinan siswa masih belum. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat keterlambatan,
pelanggaran tata tertib, kurangnya motivasi belajar, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan
sekolah. Oleh karena itu, penelitian mengenai upaya guru dalam meningkatkan karakter
disiplin siswa menjadi penting untuk dikaji lebih dalam. Penyebab keterlambatan ini beragam,
mulai dari kurangnya kesadaran akan pentingnya waktu, kondisi transportasi. Beberapa siswa
masih melanggar aturan sekolah, seperti; Tidak memakai seragam sesuai ketentuan siswa tidak
memakai seragam lengkap, sering bolos sekolah tanpa alasan yang jelas.
Konsep Karakter Disiplin
Karakter berasal dari bahasa yunani yaitu “charassein” yang memiliki arti barang atau
alat untuk menggores, kemudian dipahami sebagai cap, stempel atau labeling, jadi karakter
atau watak ini merupakan sifat yang menempel melekat pada diri seseorang. Karakter
merupakan sifat kejiwaan, akhlak, budi pekerti seseorang yang membedakan antara yang satu
dengan yang lain. Karakter sebagai sikap dapat dibentuk meskipun merupakan unsur bawaan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
154
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
tetapi karakter juga dipengaruhi faktor eksternal seperti keluarga, sekolah, masyarakat,
pergaulan, dan lainnya. F. W. (2022) Menyebut pengertian karakter menurut F.W. Foerster
(2022) bahwa karakter adalah sesuatu yang mengualifikasi seorang individu. Karakter menjadi
identitas, ciri, serta menjadi sifat tetap seseorang, yang mengatasi pengalaman kontingen yang
berubah-ubah. Jadi karakter merupakan seperangkat nilai yang telah menjadi sifat tetap dalam
diri seseorang. Menurut Raharjo (2022), pendidikan karakter adalah proses terencana dan
sistematis untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian kepada siswa melalui
berbagai kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan di sekolah. Artinya, karakter tidak dapat
terbentuk secara instan, tetapi harus melalui proses yang panjang dan berkesinambungan.
Dalam hal ini sesungguhnya karakter dapat diajarkan secara langsung sengaja
mengajarkan seseorang untuk berkarakter baik Anak-anak dengan karakter positif tidak dapat
tumbuh dengan sendirinya melainkan membutuhkan lingkungan positif yang sengaja dibentuk,
sehingga mendorong anak untuk dapat tumbuh optimal menjadi manusia berkarakter.
Pengalaman yang didapat sejak awal perkembangan memiliki pengaruh besar untuk
kehidupannya di masa yang akan datang. Pembentukan kepribadian anak tidak akan tercapai
jika tidak mengembangkan potensinya sejak dini. Seperti lingkungan keluarga yang penuh
kasih sayang, saling membantu, kehangatan satu sama lain memiliki pengaruh besar dalam
pembentukan kepribadian anak yang positif. Begitu juga dengan lingkungan sekolah yang
melaksanakan pendidikan dengan komunikasi yang edukatif serta pembiasaan-pembiasaan
yang baik juga dapat meningkatkan karakter anak yang positif. Dan lingkungan masyarakat
yang positif juga membantu mendorong anak berperilaku baik. Manusia yang berkarakter
merupakan orang yang memiliki kepribadian, sifat, perilaku serta watak yang baik. Karakter
merupakan ciri khas atau sifat khas yang ada pada diri seseorang yang terbentuk dari berbagai
sumber dan proses seperti dari lingkungan pendidikan, pola asuh keluarga, pergaulan,
pengalaman, serta bawaan dari diri sejak lahir.
Istilah disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk kepada kegiatan
belajar mengajar. Dalam bahasa Inggris “disciple” yang berarti mengikuti orang untuk belajar
di bawah pengawasan seorang pemimpin. Sehingga dapat diartikan merupakan kegiatan
belajar untuk patuh dan taat pada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemimpin. Disiplin
dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Ketiga tahun 2003 ada tiga makna: (1) tata
tertib (di sekolah, kemiliteran. (2) ketaatan kepada peraturan (tata tertib, dst); (3) bidang studi
yang memiliki objek sistem dan metode tertentu. Dari ketiga makna tersebut Hadisaputro
menyimpulkan bahwa disiplin adalah tata tertib yang seyogyanya dipatuhi, dalam hal ini oleh
pegawai negeri sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya (Hadisaputro, 2003:4).
Lebih lanjut disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem
yang mengharuskan orang tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang diberlakukan
bagi dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, disiplin merupakan hal yang sangat penting
karena menjadi dasar terciptanya keteraturan dan ketertiban baik dalam lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut (Lemhanas
1997:12). Tu’u (2004:33) mengemukakan bahwa, disiplin sebagai upaya mengikuti dan
menaati peraturan, nilai, dan hukum yang berlaku, serta pengikutan dan ketaatan tersebut
terutama muncul karena adanya kesadaran diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan dan
keberhasilan dirinya. Dari beberapa pengertian di atas, dapat dipahami bahwa disiplin adalah
suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta
dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab.
Peran Guru dalam Meningkatkan Karakter Disiplin
Guru merupakan komponen utama dalam proses pendidikan du sekolah. Dalam sistem
pendidikan nasioanl, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik
dan pembimbing. Penelitian yang dilakukan oleh Apeles Lexi Lonto menunjukkan bahwa guru
memegang peranan penting dalam membantu setiap siswa di sekolah untuk menanamkan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
155
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
sikap disiplin. Sementara itu, dalam kajian hukum oleh Isye Junita Melo dijelaskan bahwa
setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban untuk menaati aturan hukum yang berlaku
dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks pendidikan, konsep kepatuhan menaati aturan
tersebut dapat dikaitkan dengan kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah sebagai bagian
dari pembentukan karakter disiplin siswa. Berdasarkan pandangan di atas, sekolah sebagai
lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai disiplin siswa
melalui berbagai kegiatan pembelajaran dilingkungan sekolah. Guru berperan sebagai
pembimbing dan teladan yang memberikan arahan kepada siswa agar mampu memahami
pentingnya mematuhi aturan yang berlaku, melalui bimbingan, pengawasan, serta pemberian
contoh perilaku yang baik, siswa diharapkan dapat mengembangkan sikap disiplin dalam
mengikuti kegiatan belajar, menaati tata tertib sekolah, serta menjalankan tanggung jawabnya
sebagai peserta didik.
Dengan demikian, penanaman karakter disiplin tidak hanya membantu menciptakan
suasana belajar yang kondusif, tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar menjadi
individu yang bertanggung jawab dan menghargai aturan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian yang di lakukan oleh Subiarto dan Wakhudin (2023) dalam Dinamika Jurnal Ilmiah
Pendidikan Dasar menyatakan bahwa keberhasilan pembentukan karakter disiplin siswa sangat
dipengaruhi oleh konsistensi peran guru dalam memberikan teladan dan pembiasaan di
lingkungan sekolah. Peran guru dalam meningkatkan karakter displin bukan hanya berkaitan
dengan penegak aturan, tetapi juga mencakup proses pemberian motivasi, serta penciptaan
budaya sekolah yang mendukung kedisiplinan. Menurut Uge, Arisanti, dan Hikmawati (2022)
pembentukan karakter disiplin lebih efektif melalui keteladanan dibandingkan hanya melalui
perintah verbal. Ketika guru menunjukkan sikap disiplin secara nyata, siswa akan lebih mudah
menginternalisasi nilai tersebut karena mereka melihat contoh konkret dalam kehidupan
sehari-hari. Di SMK, peran keteladanan menjadi semakin penting Karena siswa dipersiapkan
untuk dunia kerja. Peran guru dalam meningkatkan karakter disiplin juga mencakup fungsi
sebagai penegak aturan. Sekolah memiliki tata tertib yang harus ditaati oleh seluruh warga
sekolah. Guru tidak boleh bersikap pilih kasih dalam menerapkan aturan, semua siswa harus
mendapatkan perlakuan yang sama. Menurut Aryani dan Febrianti (2023), penerapan tata
tertib yang konsisten oleh guru terbukti mampu mengurangi tingkat keterlambatan siswa serta
menigkatkan kepatuhan terhadap jadwal pembelajaran.
Penguatan positif terbukti lebih efektif dalam membangun perilaku displin jangka panjang
dibandingkan pendekatan hukuman semata. Subiarto (2023) bahwa strategi reinforcement
positif meningkatkan partisipasi aktif dan kepatuhan siswa terhadap aturan kelas. Peran
keteladanan guru sangat penting dalam strategi pembiasaan. Para siswa cenderung meniru
perilaku figure otoritas di sekolah, sehingga jika guru secara konsisten menunjukkan sikap
disiplin, siswa akan meniru perilaku tersebut. Wijaya, Jazully, dan puspita (2024) menegaskan
bahwa keteladanan guru tidak hanya memengaruhi kedisiplinan siswa secara langsung, tetapi
juga memperkuat lingkungan sekolah sebagai tempat pembiasaan nilai-nilai disiplin.
Kontribusi orang tua juga dalam pembiasaan juga tidak dapat dikesampingkan karena
pembiasaan yang berlangsung hanya di sekolah tanpa dukungan di rumah cenderung kurang
optimal. Wulandari et al. (2023) menjelaskan bahwa kolaborasi antar sekolah dan keluarga
dalam menerapkan pembiasaan memperkuat konsistensi dan kesinambungan perilaku disiplin
peserta didik karena nilai yang sama diaplikasikan di dua lingkungan penting kehidupan siswa.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian
penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan secara faktual mengenai
kondisi yang terjadi di lapangan sesuai dengan kenyataan di temukan selama proses penelitian
serta memeperoleh upaya guru dalam meningkatkan karakter disiplin siswa di SMK Negeri 1
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
156
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Siau Timur Kabuapten Sitaro. Menurut Sugiyono (2022), penelitian kualitatif adalah metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data
bersifat induktif, dan hasil penelitian leboh menekankan makna daripada generalisasi.
Penelitian ini dilaksanakan dalam rentang waktu selama kurang lebih tiga bulan, yaitu di mulai
Dari Desember sampai dengan bulan Februari 2026.
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Siau Timur Kabupaten Sitaro. Alasan
penulis melaksanakan penelitian pada SMK Negeri 1 Siau Timur karena berdasarkan hasil
observasi awal di sekolah tersebut menunjukkan bahwa terdapat siswa yang melakukan
pelanggaran-pelanggaran disiplin di sekolah pelanggaran-pelanggaran yang dimaksud adalah
tidak mengikuti tata tertib sekolah, berkelahi, dan lain-lain. Adapun yang menjadi sumber data
primer dalam penelitian ini adalah adalah guru PKn, guru BK, wali kesiswaan, dan siswa di
SMK Negeri 1 Siau Timur serta hasil observasi yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Sedangkan sumber data sekunder sebagai sumber data penunjang dari sumber pertama yaitu
dalam bentuk dokumentasi dan dokumen-dokumen lainnya.
Observasi dilakukan peneliti dengan mengamati secara langsung; Mengapa Siswa-siswa
di SMK Negeri 1 Siau Timur Masih di Temukan Memiliki Perilaku Kurang Disiplin, dan
Upaya Guru Untuk Meningkatkan Karakter Displin Siswa SMK Negeri 1 Siau Timur
Kabupaten Sitaro. Wawancara yaitu metode pengumpulan data melalui tanya jawab sepihak
yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian (Sugiyono,
2005:194). Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data dari guru, kepala sekolah, dan
siswa berkaitan dengan upaya guru dalam meningakatkan karakter disiplin siswa di SMK
Negeri 1 Siau Timur Kabupaten Sitaro. Setelah mengumpulkan data, maka tahap berikutnya
adalah pengolahan data dan analisis data. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan
(observation), wawancara (interview) dan dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif
kualitatif yaitu dengan cara mengolah data, menggolongkan data sesuai kategori kemudian
dihubungkan dengan keterkaitan konsep atau teori yang ada dan diinterprestasikan dengan
melihat fakta yang terjadi dalam upaya mengungkap; mengapa siswa-sisa di SMK Negeri 1
Siau Timur masih di Temukan Memiliki Perilaku Kurang Disiplin, Upaya Guru dalam
Meningkatkan Karakter disiplin Siswa SMK Negeri 1 Siau Timur Kabupaten Sitaro.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil wawancara dengan siswa menunjukkkan bahwa pada dasarnya aturan displin
diterapkan di SMK Negeri 1 Siau Timur telah dipahami dengan cukup baik oleh siswa. Siswa
mengetahui bahwa mereka diwajibkan untuk mematuhi berbagai aturan seperti datang tepat
waktu, berpakaian sesuai ketentuan, mengikuti kegiatan belajar dengan tertib. Pemahaman
siswa terhadap aturan displin tersebut diperoleh melalui berbagai cara, seperti penjelasan dari
guru, sosialisasi awal tahun ajaran, serta informasi yang disampaikan oleh wali kelas dan
pihak sekolah. Namun demikian, pemahaman terhadap aturan belum sepenuhnya menjamin
bahwa siswa akan selalu mematuhinya. Meskipun siswa mengaku telah mengetahui aturan
yang berlaku, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang melakukan pelanggaran. Kondisi
ini menunjukkan bahwa proses pembentukkan karakter disiplin siswa tidak cukup hanya
dengan memberikan pemahaman, tetapi juga membutuhkan pembiasaan dan pengawasan
secara berkelanjutan.
Displin yang paling sulit dipatuhi oleh siswa adalah displin waktu. Banyak siswa
mengakui bahwa mereka sering mengalami kesulitan untuk datang ke sekolah tepat waktu,
terutama karena kebiasaan bangun terlambat atau jarak rumah yang cukup jauh. Selain displin
waktu, beberapa siswa juga mengaku kurang tertib saat proses pembelajaran, serta terkadang
tidak mengenakan seragam sesuai aturan. Hal ini menggambarkan bahwa masalah displin yang
di alami siswa cukup beragam dan tidak hanya terbatas pada satu aspek saja. Untuk
membentuk disiplin yang kuat, guru sering mengadakan Pemanfaatan Teknologi dalam
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
157
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Pemantauan Disiplin, dengan kemajuan teknologi, guru dapat menggunakan sistem digital
untuk memantau kehadiran siswa, mengingatkan mereka terhadap jadwal, serta memberikan
laporan kedisiplinan secara langsung kepada orang tua. Perilaku tidak disiplin yang terjadi
pada siswa tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor saling
berkaitan. Faktor-faktor tersebut terdapat berasal dari dalam diri siswa maupun dari
lingkungan di sekitar mereka, oleh karena itu untuk memahami mengapa perilaku tidak
disiplin masih ditemukan pada siswa di SMK Negeri 1 Siau Timur, perlu dilakukan berbagai
faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam menaati aturan sekolah. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Sabina Huik dan rekan-rekannya pada tahun 2023, perilaku
disiplin siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan keluarga, pergaulan teman
sebaya, motivasi belajar, serta pola pembinaan yang diterapkan. Faktor-faktor tersebut
memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku siswa dalam menaati aturan
yang beralku dilingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian di SMK Negeri 1 Siau Timur, terdapat beberapa faktor yang
menyebabkan masih ditemukannya perilaku kurang disiplin pada siswa, yang dijelaskan
sebagai berikut:
Kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin
Salah satu faktor yang menyebabkan masih ditemukannya perilaku tidak disiplin pada
siswa di SMK Negeri 1 Siau Timur adalah kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya
disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian siswa masih menganggap bahwa aturan
sekolah hanyalah sekedar kewajiban yang harus dipatuhi selama berada di lingkungan sekolah,
tanpa memahami makna yang lebih mendalam dari sikap disiplin itu sendiri. Kurangnya
kesadaran ini dapat terlihat dari perilaku siswa yang masih sering datang terlambat ke sekolah
atau tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Dalam beberapa kasus, siswa sering
juga menunjukkan sikap peduli terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Hal
ini menunjukkan bahwa sebagian siswa belum sepenuhnya memahami bahwa disiplin
merupakan salah satu nilai penting yang dapat membantu mereka dalam mencapai kebehasilan
di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebuh intensif dari pihak sekolah untuk
menanamkan kesdaran kepada siswa mengenai pentingnya disiplin sebagai bagian dari
pembentukan karakter.
Kurangnya kesadaran tanggungjawab pribadi
Salah satu faktor yang menyebabkan masih ditemukannya perilaku tidak disiplin pada
siswa di SMK Negeri 1 Siau Timur adalah kurangnya kesadaran tanggung jawab pribadi
dalam diri sebagian siswa. Tanggung jawab pribadi merupakan sikap disiplin yang
menunjukkan bahwa seseorang mampu menyadari kewajiban yang dimilikinya serta bersedia
melaksankan kewajiban tersebut dengan kesungguhan. Dalam konteks pendidikan, tanggung
jawab siswa dapat terlihat dari kesediaan untuk mengikuti aturan sekolah, melaksanakan tugas
yang diberikan oleh guru, serta berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan
sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama penelitian di SMK Negeri 1
Siau Timur, masih terdapat beberapa siswa yang belum sepenuhnya menunjukkan sikap
tanggung jawab terhadap kegiatan belajar maupun terhadap aturan sekolah. Hal ini dapat
dilihat dari beberapa perilaku seperti tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru,
kurang memperhatikan pelajaran dikelas, serta tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum
mengikuti kegiatan pembelajaran. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa sebagian siswa
belum menyadari sepenuhnya bahwa mereka memiliki tanggung jawab sebagai peserta didik.
Kurangnya kesadaran tanggung jawab ini juga dapat dipengaruhi moleh kebiasaan yang
terbentuk dalam kehidupan sehari-hari. Apabila siswa tidak terbiasa diberi tanggung jawab
atau tidak dibiasakan untuk menyelesaikan kewajiban secara mandiri, maka mereka cenderung
mengalami kesulitan dalam mengembangkan sikap disiplin ketika berada di lingkungan
sekolah.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
158
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Kurangnya kebiasaan disiplin sejak dini
Pembentukan karakter disiplin pada dsarnya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui
proses pembiasaan yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Kebiasaan disiplin
sebaiknya ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari seseorang.
Namun dalam kenyataannya, tidak semua siswa memiliki pengalaman pembiasaan disiplin
sejak dini. Sebagian siswa mungkin tumbuh dalam lingkungan yang kutrang menekankan
pentingnya keteraturan, tanggung jawab, dan kepatuhan aturan. Kondisi ini dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku siswa ketika mereka berada di lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil peneltian di SMK Negeri 1 Siau Timur, diketahui bahwa beberapa siswa
masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan aturan di sekolah yang menuntut
nkedisiplinan. Hal ini dapat dilihat terlihat dari perilaku seperti datang terlambat ke sekolah,
kurang tertib dalam mengikuti kegiatan belajar, serta kurang memperhatikan aturang yang
berlaku. Kurangnya disiplin sejak dini dapat menyebabkan siswa membutuhkan waktu yang
lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.
Kurangnya pengawasan dari orang tua
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses pembentukan
karakter anak. Nilai-nilai diajarkan dalam dalm keluarga akan menjadi dasar bagi anak dalam
membentuk sikap dan perilaku mereka ketika berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas,
termasuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan
pengawasan dan pembinaan kepada anak sangat penting dalam membentuk karakter disiplin.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMK Negeri 1 Siau Timur, diketahui bahwa
salah satu faktor yang mempenagruhi perilaku tidak displin siswa adalah kurangnya
pengawasan dari orang tua kerena berbagai alasan, seperti kesibukan pekerjaan atau
keterbatasan waktu untuk berinteraksi dengan anak. Kurangnya pengawasan dari orang tua
dapat menyebabkan siswa memiliki kebebasan yang cukup besar dalam mengatur aktivitas
sehari-hari. Tanpa adanya pengawasan yang memadai, siswa dapat menggunakan waktu
mereka untuk mendukung berbagai aktivitas yang kurang mendukung perkembangan
akademik maupun pembentukan karakter disiplin.
Pengaruh lingkungan pergaulan teman sebaya
Lingkungan pergaulan teman sebaya merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh
cukup besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku siswa di sekolah. Pada masa remaja,
siswa cenderung lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman sebaya dibandingkan dengan
orang tua atau orang dewasa lainnya.Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi pada siswa
mengalami penurunan signifikan akibat akibat pengaruh lingkungan. Untuk mengatasinya,
diperlukan peran aktif sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung
dan menjaga kesehatan fisik dengan mengkomsumsi makanan bergisi agar tidak mudah
mengalami ganngguan konsentrasi pada siswa. Di sisi lain, lingkungan pergaulan teman
sebaya sebenarnya juga dapat memberikan pengaruh yang positif apabila siswa berada dalam
kelompok yang memiliki kebiasaan disiplin dan bertanggung jawab. Siswa yang berada dalam
lingkungan pergaulan yang positif biasanya akan terdorong untuk mengikuti perilaku yang
baik, seperti datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan serius, serta menyeesaikan
tugas yang diberikan olejh guru. Oleh karena itu penting bagi pihak sekolah untuk
menciptakan lingkungan pergaulan yang positif di antara siswa. Guru dapat memberikan
pembinaan kepada siswa mengenai pentingnya memilih teman yang dapat memberikan
penagruh yang baik bagi perkembangan diri mereka. Dengan adanya lingkungan yang
pergaulan yang sehat dan positif, diharapkan siswa dapat saling mempengaruhi dalam hal-hal
yang mendukung pembentukan karakter.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
159
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Kurangnya minat terhadap pembelajaran
Faktor lain yang turut mempengaruhi perilaku tidak disiplin siswa di SMK Negeri 1 Siau
Timur adalah kurangnya minat terhadap pembelajaran. Minat belajar merupakan diri
seseorang untuk merasa teratrik dan terdorong untuk mlakukan suatu aktivitas belajar. Siswa
yang memiliki minat belajar tinggi biasanya akan menunjukkan sikap yang lebih aktif dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan siswa yang memiliki minat belajar rendah
cenderung kurang bersemangat dalam mengikuti proses belajar. Dalam kegiatan pembelajaran
di kelas, minat belajar siswa sangat berpengaruh terhadap tingkat kedisiplinan mereka.
Apabila siswa merasa tertarik terhadap materi yang dipelajari, maka mereka akan lebih focus
dalam memperhatikan penjelasan guru serta lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.
Sebaliknya apabila siswa merasa kurang tertarik terhadap pelajaran tertentu, maka mereka
menunjukkan sikap kurang disiplin seperti tidak memperhatikan penjelasan guru, berbicara
dengan teman saat pelajaran berlangsung, atau bahkan tidak mengikuti peljaran dengan serius.
Berdasarkan hasil penelitian di SMK Negeri 1 Siau Timur, terdapat beberapa siswa yang
menunjukan minat belajar yang masih rendah terhadap beberapa magta pelajaran. Kondisi ini
menyebabkan siswa kurang memiliki motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan
baik. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter disiplin siswa di
sekolah, karena selain sebagai pengajar, guru juga menjadi teladan dan pembimbing dalam
kehidupan sehari-hari. Arifin (2022) menjelaskan bahwa peran guru meliputi keteladanan,
pembiasaan, penegakan atauran, pemberian motivasi, serta kerja sama dengan orang tua.
Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan karakter disiplin siswa di SMK Negeri 1 Siau
Timur dilakukan melalui berbagai strategi yang menyentuh aspek akademik, sosial, maupun
pribadi siswa. Pertama, guru berusaha menanamkan teladan yang baik dengan menunjukkan
sikap disiplin dalam kehidupannya sehari-hari di sekolah. Misalnya, guru selalu hadir tepat
waktu, berpakaian rapi, serta menyelesaikan tugas mengajar dengan penuh tanggung jawab.
Misalnya, guru selalu hadir tepat waktu, berpakaian rapi, serta menyelesaikan tugas mengajar
dengan penuh tanggungjawab.
Keteladanan seperti ini membuat siswa melihat langsung bagaimana pentingnya disiplin
dalam praktik nyata, sehingga mereka lebih mudah meniru perilaku yang ditunjukkan gurunya.
Memberikan sosialisasi tentang tata tertib sekolah. Salah satu yang di lakukan guru juga
dalam menanamkan karakter disiplin adalah memberikan sosialisasi mengenai tata tertib
sekolah. Sosialisasi ini tidak hanya dilakukan pada awal ajaran tahun baru, tetapi juga secara
berkala dalam kegiatan pembelajaran maupun pertemuan kelas. Guru membiasakan siswa
masuk kelas tepat waktu, mengumpulkan tugas sesuai batas waktu, menjaga kebersihan
lingkungan sekolah, serta mengikuti kegiatan belajar dengan tertib. Rutinitas ini lama-
kelamaan akan membentuk kebiasaan positif yang melekat dalam diri siswa sehingga tumbuh
kesadaran internal untuk selalu bersikap disiplin. Dalam pelaksanaannya, guru juga
menggunakan pendekatan personal, terutama kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam
mematuhi peraturan. Guru berusaha memahami latar belakang siswa, baik dari segi keluarga
maupun lingkungan pergaulan, lalu memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan
masing-masing individu.
Selain itu, guru menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua melalui pertemuan rutin.
Hal ini penting karena pendidikan disiplin tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi
juga keluarga. Dengan adanya kerja sama, baik guru maupun orang tua dapat saling
mendukung dalam membentuk kebiasaan disiplin anak, sehingga siswa mendapat dorongan
positif dari dua lingkungan sekaligus. Guru juga menciptakan suasana belajar yang kondusif
dengan membuat jadwal teratur, menyiapkan metode pembelajaran yang menarik, serta
melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa. Lingkungan yang tertata dengan baik akan
membuat siswa lebih nyaman dan termotivasi untuk berperilaku disiplin. Berdasarkan hasil
wawancara dengan beberapa guru di SMK Negeri 1 Siau Timur, komunikasi yang terjalin
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
160
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
dengan orang tua membantu dalam memantau perkembangan sikap dan perilaku siswa,
terutama bagi siswa yang sering melakukan pelanggaran. Upaya ini menunjukkan bahwa
pembentukan karakter disiplin dilakukan secara terpadu agar siswa tidak hanya memahami
aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan. Guru juga
melakukan evaluasi secara berkala terhadap perilaku disiplin siswa dengan cara refleksi
bersama. Dalam kegiatan ini, guru memberikan ruang bagi siswa untuk menilai dirinya
sendiri, memahami kekurangannya, serta merencanakan perbaikan di masa depan. Dengan
langkah-langkah tersebut, upaya guru di SMK Negeri 1 Siau Timur untuk meningkatkan
karakter disiplin siswa tidak hanya sebatas penegakan aturan, tetapi juga melibatkan proses
pembinaan, motivasi, sehingga disiplin benar-benar tumbuh sebagai bagian dari kepribadian
siswa.
4. Kesimpulan
Perilaku kurang disiplin masih ditemukan pada sebagian siswa dalam kehidupan sehari-hari
dilingkungan sekolah. Faktor pertama itu rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin
menjadi salah satu penyebab utama. Berikut juga ada faktor kurangnya rasa tanggung jawab pribadi
sebagai peserta didik seharusnya tercermin dalam sikap menjalankan kewajiban belajar, menaati
peraturan, Selain itu juga ada faktor pengaruh lingkungan teman sebaya, pada usia remaja siswa
cenderung lebih mudah terpengaruh oleh kelompok pergaulannya. Keinginan untuk diterima dalam
kelompok sering kali mendorong siswa untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang berlaku di
dalamnya. Apabila lingkungan pergaulan tersebut melanggar aturan, maka siswa berpontesi untuk
mengikuti perilaku tersebut. Upaya guru untuk meningkatkan karakter disiplin siswa, upaya yang
dilakukan adalah memberikan keteladanan yang baik seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, serta
melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Guru membiasakan siswa untuk datang tepat
waktu, megumpulkan tugas sesuai jadwal, menjaga kebersihan, serta mengikuti proses pembelajaran
yang dengan tertib. Kerja sama antara guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dala mendukung
pembentukan karakter disiplin siswa. Melalui komunikasi yang baik dan berkelanjutan, kedua pihak
dapat saling berbagi informasi mengenai perkembangan siswa serta mencari solusi bersama terhadap
permasalah yang dihadapi. Pendekatan ini dinilai efektif karena siswa tidaj hanya mendapatkan
pembinaan di sekolah, tetapi juga dukungan dari lingkungan keluarga.
5. Daftar Pustaka
Arifin (2022). Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jakarta: Bumi Aksara.
Aryani, D., & Febrianti, N. (2023). Upaya guru menerapkan pendidikan karakter displin siswa kelas
V. Jurnal Impresi Indonesia, 2(3), 210-219
Auliya, M. F. R. (2023). Kebijakan pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik tahun
2023 di madrasah Tsanawiyah Negeri. Dirasat: Jurnal Manajemen
Halimah, L. (2023). Upaya Guru dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa melalui Program
BR3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara). Jurnal Pendidikan Karakter.
Lonto, A. L., Mareraya, Y., & Biringan, J. (2025). Peran Guru PPKn dalam menanamkan sikap
disiplin siswa SMP Negeri 5 Tondano Utara. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan politik,
3(1), 67-77
Putri, N., & Hidayat S. (2023). Implementasi Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Moral.
Pusat Penelitian Pendidikan Indonesia. (2023). Laporan Penelitian Karakter Disiplin Siswa di
Sekolah Menengah. Jakarta: P3I.
Pangalila, T., Melo, I. J., & Noor, R. S (2023). Juridical Review of the Rights and Obiligations of
Citizens According to law Number 6 of 2018 concerning Health Quarantine. JED (Jurnal Etika
Demokrasi), 8(2), 254-264.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 152-161
E-ISSN: 3048-3093
161
Intan Pinasty Tamalumu et.al (Upaya Guru dalam Meningkatkan Karakter....)
Prasetyo, A. (2022). Konsep Dasar Displin dalam Pendidikan. Yogyakarta: deepublish.
Raharjo, B. (2022). Pendidikan Karakter dalam perspektif Kontemporer. Jurnal Ilmu Pendidikan
Subiarto. S., & Wakhudin, W. (2023). The role of teachers in improving the discipline character of
students Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. 15(2), 120-132.
Survei Pendidikan Karakter Nasional. (2023). Tingkat Kedisiplinan Siswa di Sekolah Menengah
Kejuruan.
Sari, M. (2023). Pendidikan Karakter Displin Siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Sutrawati, I., Astini, B. N., Rachmayani, I., & Nurhasanah, N. (2023). Meningkatkan karakter disiplin
melalui metode pembiasaan pada anak usia dini. Indonesia Journal of Elementary anda
Childhood Education
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan Karakter di Sekolah: Konsep dan
Implementasi.
Thomas Lickona, Pendidikan Karakter; Panduan Lengkap Mendidik siswa Menjadi Pintar dan baik,
(Bandung Nusa Media)
Uge, S., Arisanti, W.O.L., & Hikmawati, H. (2022). Upaya guru dalam menanamkan karakter disiplin
siswa sekolah dasar. ELSE Journal. 6 (1), 85-95
Wulandari, R., dkk. (2023). Strategi pembiasaan dalam meningkatkan displin siswa di sekolah. Jurnal
Perspektif Pendidikan
Wulandari, D., Yulia, Y., Cahyo, B. H., & Mutiah, T. (2023) Analysis of discipline character
education through habituation in elementary school students. Perspektif Pendidikan dan
Keguruan
Widhyantoro, S., Sugiaryo (2023). Jurnal Pendidikan Karakter. “Analisis Disiplin Siswa dalam
Lingkungan Sekolah”.