TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
169
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas Oleh
Guru Ppkn Di Smk Negeri 1 Motoling Timur
Sara Mika Timporok
a,1*
, Julien Biringan
b,2
, Wua Telly Delly
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Manado, Jl. Kampus UNIMA, Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa,
Sulawesi Utara, KodePos 95618, Indonesia
Email: saramikatimporok@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Januari 2026
Direvisi: 18 Februari 2026
Disetujui: 17 April 2026
Tersedia Daring: 30 April 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan
mengelola kelas oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
normatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru
PPKn dan siswa di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi dan wawancara. Keabsahan data diuji
menggunakan triangulasi sumber untuk memperoleh data yang valid dan dapat
dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi keterampilan
mengelola kelas oleh guru PPKn telah dilaksanakan dengan baik melalui
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan yang variatif, serta evaluasi
pembelajaran. Guru menggunakan berbagai strategi seperti metode ceramah,
diskusi, tanya jawab, dan penggunaan media pembelajaran untuk menciptakan
suasana kelas yang aktif dan kondusif. Selain itu, guru juga menerapkan
pendekatan disiplin melalui aturan kelas, keteladanan, pembiasaan, serta
pemberian reward dan punishment dalam membentuk perilaku disiplin siswa.
Siswa memberikan respon positif terhadap cara guru mengelola kelas dan
menunjukkan sikap disiplin serta keterlibatan aktif dalam pembelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengelola kelas
oleh guru PPKn di SMK Negeri 1 Motoling Timur telah diimplementasikan
secara efektif dalam menciptakan proses pembelajaran yang tertib, kondusif,
dan mendukung pembentukan karakter siswa.
Kata Kunci:
keterampilan mengelola
kelas,
guru PPKn,
disiplin belajar,
pembelajaran,
siswa
ABSTRACT
Keywords:
classroom management
skills,
PPKn teachers,
learning discipline,
learning,
students.
This study aims to describe the implementation of classroom management skills
by Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers at SMK Negeri 1
Motoling Timur. This study uses a normative descriptive method with a
qualitative approach. The subjects in this study are PPKn teachers and students
at SMK Negeri 1 Motoling Timur. Data collection techniques are carried out
through observation and interviews. The validity of the data is tested using source
triangulation to obtain valid and reliable data. The results of the study show that
the implementation of classroom management skills by PPKn teachers has been
carried out well through learning planning, varied implementation, and learning
evaluation. Teachers use various strategies such as lecture methods, discussions,
questions and answers, and the use of learning media to create an active and
conducive classroom atmosphere. In addition, teachers also apply a discipline
approach through class rules, examples, habituation, and the provision of
rewards and punishments in shaping student discipline behavior. Students
respond positively to the way the teacher manages the classroom and
demonstrate discipline and active involvement in learning. Thus, it can be
concluded that the skills of managing classes by PPKn teachers at SMK Negeri 1
Motoling Timur have been implemented effectively in creating an orderly,
conducive, and supportive learning process for students.
©2026, Sara Mika Timporok, Julien Biringan, Wua Telly Delly
This is an open access article under CC BY-SA license
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
170
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
1. Pendahuluan
Proses pendidikan tidak terlepas dari peran guru selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menguasai empat kompetensi sebagaimana
diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yaitu
kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut
menuntut guru memiliki keterampilan dalam mengajar serta mengelola kelas agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Di SMK Negeri 1 Motoling Timur, penerapan
keterampilan mengajar dan pengelolaan kelas menjadi aspek penting dalam menunjang
keberhasilan proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Mata
pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menekankan pada pembinaan terhadap
perilaku warga Negara yang memiliki keberagaman untuk dapat menjalankan hak dan
kewajibannya sebagai warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter. Susanto
dan Komalasari (2015) bahwa: “Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
dengan memperhatikan sejumlah komponen belajar mengajar secara tepat, meliputi tujuan,
bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat dan sumber serta evaluasi akan
menunjang suasana pembelajaran yang senantiasa membelajarkan tiga kompetensi dasar yang
harus dimiliki oleh siswa, yaitu Pertama, pengetahuan kewarganegaraan, Kedua kecakapan
kewarganegaraan, Ketiga watak kewarganegaraan”. Membentuk perilaku siswa salah satunya
dengan menerapkan kedisiplinan di sekolah. Kedisiplinan merupakan hal yang sangat penting
terutama bagi siswa. Widi, Saraswati dan Dayakisni (2017) menyatakan bahwa: “Kedisiplinan
merupakan perilaku yang terkendali, penuh tanggung jawab, dan masuk dalam perilaku yang
baik”. Kedisiplinan adalah bagian dari suatu pendidikan yang berguna untuk menjaga hal-hal
yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses pendidikan. Masalah disiplin
belajar siswa seperti mengobrol saat kegiatan belajar mengajar, tidur di dalam kelas saat guru
mengajar, keadaan kelas yang tidak beraturan dan lain sebagainya dapat menghambat dan
mengganggu proses pembelajaran. Peran guru di dalam Pengelolaan kelas di dalam
meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, sekaligus mampu mengembangkan kecerdasan
moral siswa itu sendiri (Abidin et al., 2015). Namun, tantangan dalam pengelolaan kelas,
seperti kurangnya disiplin belajar di kalangan siswa, dapat menghambat pencapaian tujuan
pendidikan. Disiplin belajar yang rendah berdampak pada kualitas pemahaman materi dan
pencapaian kompetensi yang diharapkan dari mata pelajaran PPKn. Oleh karena itu,
diperlukan strategi pengelolaan kelas yang efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa
dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Berdasarkan latar belakang diatas,
maka pengelolaan kelas sangat penting dimiliki oleh guru dalam pembelajaran PPKn sehingga
berdasarkan uraian permasalahan diatas maka akan melakukan penelitian dengan judul
Implementasi Keterampilan Mengelola kelas oleh guru PPKn di SMK Negeri 1 Motoling
Timur.
Secara teoretis, Implementasi adalah pelaksanaan, penerapan, atau tindakan nyata dari
suatu rencana, kebijakan, atau ide yang telah di susun secara matang. proses ini bertujuan
untuk mengubah konsep menjadi hasil konkret yang terstruktur dan berdampak. implementasi
bukan sekedar aksi, melainkan rangkaiaan kegiatan sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.
Sehubungan dengan pengertian di atas implementasi adalah suatu tindakan dari sebuah
rencana yang dibuat secara terperinci untuk mencapai suatu tujuan. Implementasi mulai
dilakukan apabila seluruh perencanaan sudah di anggap sempurna. Implementasi adalah suatu
kegiatan yang terencana, bukan hanya suatu aktifitas dan dilakukan secara sungguh-sungguh
berdasarkan acuan norma- norma tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
Pemerintah Keterampilan ini merupakan abilitas yang berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan. Abilitas dapat dipandang sebagai suatu karakteristik umum dan seseorang
yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan
(Ramayulis, 2013: 277). Menurut J.J. Hasibuan & Moedjiono ada beberapa macam
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
171
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
keterampilan dasar mengajar yang di utamakan yaitu: Ketermpilan memberi penguatan,
Keterampilan bertanya, Keterampilan menggunakan variasi, Keterampilan menjelaskan,
Keterampilan membuka dan menutup pelajaranKeterampilan mengajar kelompok kecil dan
perorangan Secara umum pengelolaan kelas adalah untuk menciptakan suasana kelas yang
nyaman dan kondusif sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Adanya
pengelolaan kelas itu juga bertujuan agar setiap peserta didik dikelas dapat belajar dengan
tertib sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
Suharsimi Arikunto mengemukakan bahwa “tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap
anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara
efektif dan efisien.” Istilah bekerja yang dipakai dalam rumusan tujuan pengelolaan kelas ini
adalah mengacu pada aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas belajar. Kelas
merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagai latar belakang,
karakter, kepribadian, dan tingkah laku, yang berbedabeda. Karena itu, upaya dalam
mengelola kelas agar menjadi lebih baik, diperlukan banyak hal guna mempermudah tugas
pengelolaan itu sendiri. Agar seseorang guru dapat mengelola kelas dengan baik, tentu saja
dibutuhkan langkah-langkah dan pendekatan yang tepat. Karena tanpa pendekatan yang tepat,
maka pengelolaan kelas tidak mungkin dapat tercapai dengan baik. Oleh karna itu, para guru
perlu untuk memahami pendekatan-pendekatan yang harus dilakukan pada saat melakukan
pengelolaan kelas. Dalam pengelolaan kelas perlu menggunakan berbagai macam pendekatan.
Pendakatan dalam pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menyesuaikan antara kondisi dan
situasi kelas dengan cara mengelolanya, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan.
Sebagai pekerja yang profesional, seorang guru harus mendalami acuan pendekatan-
pendekatan didalam kelas, karena didalam penggunaannya harus terlebih dahulu meyakinkan
bahwa penerapan pendekatan yang dipilihnya untuk menangani sesuatu kasus pengelolaan
kelas merupakan alternatif yang terbaik dan sesuai dengan hakikat masalahnya.
Disiplin belajar merupakan setiap macam pengaruh yang ditunjukan untuk membantu
peserta didik agar dia dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya
dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta
didik terhadap lingkungannya. Disiplin dibedakan menjadi dua macam, yaitu disiplin diri
(individu) dan disiplin sosial. Disiplin diri menurut Tu’u (2004) adalah pengarahan diri ke
tujuan dan kewajiban pribadi melalui peningkatan kemampuan dan kemauan mengendalikan
diri. Sedangkan disiplin sosial adalah perwujudan dari disiplin diri yang berkembang melalui
kewajiban pribadi untuk mematuhi dan menaati aturan- aturan hukum dan norma-norma yang
berlaku sesuai dengan lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Perbedaan antara
disiplin diri dan disiplin sosial adalah pada kemampuan pengendalian diri. Pengendalian diri
dalam disiplin diri berasal dari dalam diri individu atau biasa disebut dengan faktor internal,
sedangkan pengendalian diri dalam disiplin sosial berasal dari luar individu yang biasa disebut
dengan faktor eksternal, yaitu: keluarga, sekolah, masyarakat maupun adanya aturan-aturan
hukum dan norma.
Menurut Prijodarminto (dalam Tu’u, 2004) disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan
berbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan,
kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan keterikatan. Menurut Sukadji dalam Mu’tadin, (2002)
Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola
perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri
tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral. Disiplin belajar adalah suatu
sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa untuk melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan
keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan norma-norma yang telah ditetapkan bersama,
baik persetujuan tertulis maupun tidak tertulis antara siswa dengan guru di sekolah maupun
dengan orang tua di rumah. Soeharto (dalam Tu’u, 2004) Menyebutkan tiga hal yang
mengenai disiplin, yakni disiplin sebagai latihan, disiplin sebgai hukuman, dan disiplin sebagai
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
172
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
pendidikan. Disiplin sebgaai latihan untuk menuruti kemauaan seseorang jika dikatakan
“melatih untuk menurut berarti jika seseorang member perintah, orang lain akan menuruti
perintah itu. Disiplin sebagai hukuman. Bila seseorang berbuat salah, harus dihukum.
Hukuman itu sebagai upaya mengeluarkan yang jelek dari dalam diri orang itu sehingga
menjadi baik. Disiplin sebagai alat untuk mendidik. Seorang anak memiliki potensi untuk
berkembang memalui interaksi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan realisasi dirinya.
Pengelolaan kelas yang efektif adalah kunci dalam menciptakan suasana belajar yang
kondusif, khususnya dalam mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan). Dalam konteks ini, teori-teori pendidikan dapat memberikan kerangka
kerja yang berguna untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Berikut adalah kajian
mendalam mengenai beberapa teori utama yang relevan. Teori Behaviorisme berfokus pada
pengaruh lingkungan terhadap perilaku individu. Teori Konstruksivisme menekankan
pentingnya pengalaman belajar aktif dan keterlibatan siswa. Dalam pengelolaan kelas PPKn.
Teori Manajemen Kelas memberikan panduan tentang bagaimana menciptakan lingkungan
kelas yang teratur dan mendukung. Teori Sosial Emosional menggaris bawahi pentingnya
aspek emosional dan sosial dalam pendidikan. Teori motivasi menjelaskan bagaimana faktor
internal dan eksternal memengaruhi perilaku siswa.
2. Metode
Dalam metode normatif di mana deskriptif subjek dalam penelitian ini adalah guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Siswa. Keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Motoling Timur, yang beralamat
di Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian
berlangsung selama bulan September 2025, yang mencakup tahap persiapan, pengumpulan
data, analisis, dan penyusunan laporan penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang
dirumusakan dalam penelitian ini, maka yang menjadi instrument penelitian dalam penelitian
ini adalah peneliti yang secara langsung mengumpulkan data di lokasi penelitian. Melakukan
penelitian di SMK Negeri 1 Motoling Timur dengan mengambil data pada peserta didik.
Menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan
tiga alur tahap kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan.
Melakukan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh.
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap
guru dan siswa di SMK Negeri 1 Motoling Timur, dapat diketahui bahwa pengelolaan kelas
dan penanaman disiplin belajar dilakukan melalui berbagai strategi yang bersifat terencana,
fleksibel, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa. Temuan penelitian ini
menunjukkan adanya kesesuaian antara praktik di lapangan dengan konsep-konsep teori
pengelolaan kelas dan disiplin belajar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru telah
melaksanakan pembelajaran secara sistematis melalui tahapan perencanaan (RPP),
pelaksanaan, dan evaluasi. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran di awal dan
melakukan evaluasi di akhir pembelajaran untuk melihat ketercapaian hasil belajar siswa. Hal
ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan prinsip
pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, terdapat pula guru yang menerapkan fleksibilitas
dalam pembelajaran dengan menyesuaikan kondisi kelas. Hal ini menunjukkan bahwa
implementasi pembelajaran tidak hanya bersifat kaku berdasarkan RPP, tetapi juga adaptif
terhadap situasi nyata di kelas. Dengan demikian, implementasi pembelajaran di SMK Negeri
1 Motoling Timur dapat dikatakan telah berjalan dengan baik karena menggabungkan
perencanaan yang matang dan penyesuaian kontekstual. Guru menggunakan berbagai strategi
dalam mengelola kelas, seperti metode ceramah, diskusi, presentasi, serta penggunaan media
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
173
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
pembelajaran seperti video. Variasi metode ini bertujuan untuk menghindari kejenuhan siswa
dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Selain itu, keterampilan bertanya
dan pemberian penguatan juga digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa. Penanaman
disiplin dilakukan melalui pembiasaan, seperti datang tepat waktu dan mengumpulkan tugas
sesuai jadwal. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin tidak hanya diajarkan, tetapi juga dibentuk
melalui praktik berulang dalam kehidupan sehari-hari di kelas. Secara keseluruhan, strategi
pengelolaan kelas yang digunakan guru bersifat variatif dan berorientasi pada keterlibatan
aktif siswa serta pembentukan disiplin melalui pembiasaan.
Penanaman disiplin dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu pembuatan aturan kelas
bersama siswa, keteladanan guru, pembiasaan, serta pemberian motivasi dan penghargaan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa disiplin tidak hanya bersifat instruktif, tetapi juga
partisipatif dan edukatif. Guru juga memberikan konsekuensi berupa teguran bagi siswa yang
melanggar aturan. Sementara itu, penghargaan diberikan kepada siswa yang menunjukkan
sikap disiplin sebagai bentuk penguatan positif. Kombinasi antara reward dan punishment ini
bertujuan untuk membentuk perilaku disiplin secara konsisten. Dengan demikian, disiplin
belajar siswa terbentuk melalui proses internalisasi nilai yang berlangsung secara bertahap
melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan perilaku. Guru menggunakan pendekatan
yang berbeda-beda dalam menangani perilaku siswa, yaitu pendekatan sosio-emosional,
behavioristik, dan manajerial. Pendekatan sosio-emosional menekankan hubungan baik antara
guru dan siswa, sedangkan pendekatan behavioristik berfokus pada reward dan punishment.
Sementara itu, pendekatan manajerial lebih menekankan pada pengaturan kelas yang
terstruktur. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bahwa guru mampu menyesuaikan strategi
pengelolaan kelas sesuai dengan kondisi siswa. Hal ini sejalan dengan konsep bahwa
pengelolaan kelas harus bersifat fleksibel dan kontekstual agar efektif dalam mengatasi
permasalahan perilaku siswa.
Kendala utama yang dihadapi guru adalah perbedaan karakter siswa dan rendahnya
motivasi belajar. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan pendekatan individual serta
memberikan variasi pembelajaran yang menarik. Pendekatan individual dinilai efektif karena
mampu menyesuaikan perlakuan terhadap kebutuhan masing- masing siswa. Sementara itu,
variasi pembelajaran membantu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Hal ini
menunjukkan bahwa guru telah berupaya mencari solusi yang tepat dan adaptif terhadap
permasalahan yang muncul di kelas. Berdasarkan hasil wawancara siswa, guru dinilai telah
mengajar dengan jelas, menggunakan metode yang bervariasi, serta mampu menciptakan
suasana kelas yang kondusif. Siswa juga merasa lebih nyaman belajar ketika kelas tenang dan
tidak terganggu oleh kebisingan. Selain itu, siswa memiliki pandangan positif terhadap aturan
kelas karena dianggap membantu membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Tindakan
guru dalam memberikan teguran dan hukuman ringan juga dinilai efektif dalam mengontrol
perilaku siswa. Siswa juga menunjukkan adanya kesadaran dalam menerapkan disiplin belajar,
seperti memperhatikan pelajaran, mencatat materi, belajar di rumah, serta datang tepat waktu.
Hal ini menunjukkan bahwa disiplin belajar tidak hanya dibentuk oleh guru, tetapi juga oleh
kesadaran diri siswa.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas dan penanaman
disiplin belajar di SMK Negeri 1 Motoling Timur telah berjalan dengan baik. Guru
melaksanakan pembelajaran secara sistematis sesuai RPP namun tetap fleksibel sesuai kondisi
kelas. Pengelolaan kelas dilakukan melalui variasi metode pembelajaran, penggunaan media,
serta pemberian penguatan untuk meningkatkan keaktifan siswa. Penanaman disiplin belajar
siswa dilakukan melalui aturan kelas, keteladanan guru, pembiasaan, serta pemberian reward
dan punishment yang membentuk perilaku disiplin secara bertahap. Guru juga menggunakan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
174
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
pendekatan sosio-emosional, behavioristik, dan manajerial sesuai kondisi siswa. Kendala
utama berupa perbedaan karakter dan motivasi belajar siswa dapat diatasi dengan pendekatan
individual dan variasi pembelajaran. Siswa menunjukkan sikap positif serta kesadaran dalam
menerapkan disiplin belajar.
5. Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi, et al. 2015. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aunurrahman. 2019. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Djamarah, S. B., & Zain, A. 2014. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta S.
Hrp, N. A, et al. 2020. Buku Ajar Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Widina Bhakti
Persada
Huda, Miftahul. 2016. Cooperatif Learniing (Metode, Teknik, Struktur dan Model Terapan).
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Isjoni. 2013. Cooperative Learning (Efektifitas Pembelajaran Kelompok). Bandung:
Alfabeta.
Kesuma, A. T, 2013. Menyusun PTK Itu Gampang. Jakarta: Esensi Erlangga Group.
Kurniasih, I., & Sani, B. 2014. Perancangan Pembelajaran Prosedur Pembuatan RPP
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Jakarta: Kata Pena.
Lansart, N. 2020. Penerapan Model Pembelajaran Make A Matchtentang Interaksi Manusia di
Kelas V SD Negeri 290 Inpres Kasisi Kabupaten Tanah Toraja. Skripsi, FIP, Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar.
Lubis, E., 2019. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ips Menggunakan Pembelajaran
Kooperatif Tipe Make A Match Di Kelas V Sdn 163094 Kota Tebing Tinggi. SEJ
(School Education Journal). Vol.9, No. 2, pp. 165-175.
Madiong, B. 2018. Pendidikan Kewarganegaraan Civic Education. Makasar: Celebes Media
Perkasa.
Mirnanda, A. 2018. Motivasi Berprestasi & Disiplin Peserta Didik Serta Hubungannya dengan
Hasil Belajar. Kalimantan Barat: Yudha English Galery.
Mudyahardjo, Redja. 2014. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Rusman, 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Rusman, 2014. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Rusman, 2018. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisma Guru. Depok:
PT. Raja Grafindo Persada.
Saidurrahman. 2018. Pendidikan Kewarganegaraan NKRI Harga Mati. Jakarta: Kencana.
Sitaasih, D. K. 2020. Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam
Proses Pembelajaran di SD. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. 3(3) hal 241-247.
Sugiarti, S. 2019. Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa Melalui Metode Struktural
Tipe Make A Match Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Edudikara: Jurnal
Pendidikan Dan Pembelajaran. 4(3), 192207.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 169-175
E-ISSN: 3048-3093
175
Sara Mika Timporok et.al (Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas.)
Sugiyono. 2019. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Trianto. 2015. Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)). Jakarta: Bumi Aksara.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Nasional Pendidikan.
Uno, Hamzah, et al. 2014. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara
Winataputra, Udin S. 2019. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Universitas
Terbuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wisman, Y. (2020). Teori Belajar Kognitif dan Implementasi dalam
Proses Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 11(1), 209-21