keterampilan dasar mengajar yang di utamakan yaitu: Ketermpilan memberi penguatan,
Keterampilan bertanya, Keterampilan menggunakan variasi, Keterampilan menjelaskan,
Keterampilan membuka dan menutup pelajaranKeterampilan mengajar kelompok kecil dan
perorangan Secara umum pengelolaan kelas adalah untuk menciptakan suasana kelas yang
nyaman dan kondusif sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Adanya
pengelolaan kelas itu juga bertujuan agar setiap peserta didik dikelas dapat belajar dengan
tertib sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
Suharsimi Arikunto mengemukakan bahwa “tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap
anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara
efektif dan efisien.” Istilah bekerja yang dipakai dalam rumusan tujuan pengelolaan kelas ini
adalah mengacu pada aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas belajar. Kelas
merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagai latar belakang,
karakter, kepribadian, dan tingkah laku, yang berbedabeda. Karena itu, upaya dalam
mengelola kelas agar menjadi lebih baik, diperlukan banyak hal guna mempermudah tugas
pengelolaan itu sendiri. Agar seseorang guru dapat mengelola kelas dengan baik, tentu saja
dibutuhkan langkah-langkah dan pendekatan yang tepat. Karena tanpa pendekatan yang tepat,
maka pengelolaan kelas tidak mungkin dapat tercapai dengan baik. Oleh karna itu, para guru
perlu untuk memahami pendekatan-pendekatan yang harus dilakukan pada saat melakukan
pengelolaan kelas. Dalam pengelolaan kelas perlu menggunakan berbagai macam pendekatan.
Pendakatan dalam pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menyesuaikan antara kondisi dan
situasi kelas dengan cara mengelolanya, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan.
Sebagai pekerja yang profesional, seorang guru harus mendalami acuan pendekatan-
pendekatan didalam kelas, karena didalam penggunaannya harus terlebih dahulu meyakinkan
bahwa penerapan pendekatan yang dipilihnya untuk menangani sesuatu kasus pengelolaan
kelas merupakan alternatif yang terbaik dan sesuai dengan hakikat masalahnya.
Disiplin belajar merupakan setiap macam pengaruh yang ditunjukan untuk membantu
peserta didik agar dia dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya
dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta
didik terhadap lingkungannya. Disiplin dibedakan menjadi dua macam, yaitu disiplin diri
(individu) dan disiplin sosial. Disiplin diri menurut Tu’u (2004) adalah pengarahan diri ke
tujuan dan kewajiban pribadi melalui peningkatan kemampuan dan kemauan mengendalikan
diri. Sedangkan disiplin sosial adalah perwujudan dari disiplin diri yang berkembang melalui
kewajiban pribadi untuk mematuhi dan menaati aturan- aturan hukum dan norma-norma yang
berlaku sesuai dengan lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Perbedaan antara
disiplin diri dan disiplin sosial adalah pada kemampuan pengendalian diri. Pengendalian diri
dalam disiplin diri berasal dari dalam diri individu atau biasa disebut dengan faktor internal,
sedangkan pengendalian diri dalam disiplin sosial berasal dari luar individu yang biasa disebut
dengan faktor eksternal, yaitu: keluarga, sekolah, masyarakat maupun adanya aturan-aturan
hukum dan norma.
Menurut Prijodarminto (dalam Tu’u, 2004) disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan
berbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan,
kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan keterikatan. Menurut Sukadji dalam Mu’tadin, (2002)
Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola
perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri
tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral. Disiplin belajar adalah suatu
sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa untuk melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan
keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan norma-norma yang telah ditetapkan bersama,
baik persetujuan tertulis maupun tidak tertulis antara siswa dengan guru di sekolah maupun
dengan orang tua di rumah. Soeharto (dalam Tu’u, 2004) Menyebutkan tiga hal yang
mengenai disiplin, yakni disiplin sebagai latihan, disiplin sebgai hukuman, dan disiplin sebagai