TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
194
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kesadaran
Masyarakat Tentang Kebersihan Lingkungan di
Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan
Princess Chevania Runturambi
a,1*
, Theodorus Pangalila
b,2
, Julien Biringan
c,3
a,b,c
Universitan Negeri Manado, Jl. Kampus Unima, Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan
Email: runturambiprincess@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 14 Februari 2026
Direvisi: 5 Maret 2026
Disetujui: 12 April 2026
Tersedia Daring: 7 Mei 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan di
Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kelurahan telah
menjalankan perannya melalui sosialisasi, imbauan, serta program
kerja bakti rutin seperti jumat bersih. Upaya tersebut memberikan
dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat. Namun
demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan
prasarana kebersihan serta partisipasi masyarakat yang belum merata.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas serta penegasan
aturan guna mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Kata Kunci:
Peran Pemerintah
Kesadaran Masyarakat
Kebersihan Lingkungan
ABSTRACT
Keywords:
The Role of Government
Public Awareness
Environmental Cleanliness
This study aims to determine the government's role in increasing public
awareness of environmental cleanliness in Tounsaru Village, South
Tondano District. The research method used is descriptive research with
a qualitative approach. Data collection techniques were carried out
through observation, interviews, and documentation. Data analysis
techniques used data reduction, data presentation, and conclusion
drawing. The results show that the village government has carried out its
role through socialization, appeals, and routine community service
programs such as Clean Friday. These efforts have had a positive impact
on increasing public awareness. However, there are still obstacles such as
limited cleanliness facilities and infrastructure and unequal community
participation. Therefore, it is necessary to improve facilities and
strengthen regulations to support the creation of a clean and healthy
environment.
©2026, Princess Chevania Runturambi, Theodorus Pangalila, Julien Biringan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Keindahan merupakan kajian dari Lingkungan hidup sebab, lingkungan hidup merupakan
salah satu karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita kembangkan dan lestarikan agar
tetap berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, terutama manusia.
Sejak zaman dahulu, manusia telah bertahan hidup di bumi ini dengan cara berinteraksi
dengan berbagai elemen di sekitarnya, seperti sumber daya alam, demi memenuhi kebutuhan
pokok seperti pangan serta perlindungan berupa pakaian dan tempat tinggal. Dengan pesatnya
kemajuan teknologi dan modernisasi, pola pikir masyarakat telah mengalami transformasi
yang signifikan. Berbeda dengan masyarakat tradisional atau arkais yang pola kegiatan sehari-
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
195
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
harinya terbilang terbatas, masyarakat modern kini memiliki beragam aktivitas yang
memungkinkan mereka untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Namun, inovasi ini sering
kali meningkatkan penggunaan sumber daya alam, yang berpotensi menyebabkan kerusakan
pada lingkungan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka (Nazaruddin dalam Hardiana, 2018) mengatakan
Kerusakan lingkungan kini bisa ditemukan di mana saja, mulai dari praktik penebangan pohon
secara liar dan pembakaran hutan hingga pencemaran tanah, udara, dan air. Pencemaran
lingkungan sering kali merupakan akibat dari tindakan manusia itu sendiri. Kurangnya
kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan berujung pada perilaku yang
merugikan ekosistem dan usaha pelestarian lingkungan. Kebersihan merupakan usaha yang
dilakukan manusia untuk menjaga diri dan lingkungannya dari segala kotoran dan hal-hal
negatif, demi menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman.
Selanjutnya, dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup ditegaskan bahwa perencanaan upaya pelestarian lingkungan
menjadi fokus utama. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga
negara di wilayah tempat tinggalnya. Lingkungan yang bersih tidak hanya mencerminkan
kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan
individu. Kebersihan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan
manusia sekaligus unsur penting dalam aspek kesehatan dan pencegahan penyakit. Secara
konseptual, kebersihan lingkungan dapat dimaknai sebagai upaya menciptakan kondisi
lingkungan yang sehat agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit, seperti diare, demam
berdarah, muntaber, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui terciptanya
lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman untuk dihuni.
Di tengah perkembangan dunia yang pesat, isu lingkungan semakin menjadi perhatian.
Permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau individu tertentu, melainkan
tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Di Indonesia, masalah lingkungan,
terutama kebersihan, masih sering terjadi dan memerlukan perhatian lebih. Kondisi lingkungan
yang kotor dan tidak sehat dapat memicu berbagai penyakit dan mengganggu kesehatan
masyarakat. Kebersihan lingkungan juga berpengaruh besar terhadap sektor pariwisata, yang
berkontribusi signifikan pada perekonomian daerah. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah
kebersihan, perlu ada partisipasi aktif dari banyak pihak, terutama masyarakat sebagai
pengguna dan pemelihara lingkungan. Salah satu penyebab masalah kebersihan adalah banjir,
yang dapat mengakibatkan genangan air kotor dan berlumpur serta menimbulkan bau tak
sedap yang mengganggu kesehatan. Selain itu, banjir dapat membawa sampah dan limbah
rumah tangga atau industri ke pemukiman, menyebabkan penumpukan sampah yang
berbahaya bagi Kesehatan (Wikipedia, 2026).
Berdasarkan beberapa pandangan diatas, pemerintah setempat perlu memberikan
perhatian lebih terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. Kurangnya motivasi dan
pemahaman yang dirasakan oleh masyarakat membuat mereka tidak menganggap kebersihan
lingkungan sebagai hal yang penting dan wajib dilakukan. Di Kelurahan Tounsaru, kecamatan
Tondano Selatan, kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan masih sangat
rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dalam meningkatkan
pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat, sehingga terlihat banyak sampah yang
berserakan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat kurang responsif terhadap
masalah kebersihan yang dihadapi masyarakat. Akibatnya, tindakan yang diambil menjadi
lambat dan masyarakat cenderung tidak mematuhi aturan yang ditetapkan. Sanksi yang
diberikan kepada masyarakat seringkali tidak ditegakkan dengan baik oleh aparat kelurahan,
sehingga menimbulkan perbedaan pendapat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan.
Tujuan utama pemerintah adalah menciptakan tatanan sosial yang adil, efisien, dan sesuai
dengan kepentingan masyarakat yang dilayani. Untuk mencapai hal ini, perlu ada upaya untuk
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
196
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
mengubah pandangan dan asumsi masyarakat mengenai kesadaran terhadap kebersihan
lingkungan. Penting bagi pemerintah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada
masyarakat, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. Dengan
cara ini, diharapkan masyarakat, terutama di Kelurahan Tounsaru, dapat lebih sadar dan
bertanggung jawab dalam membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kebersihan
lingkungan yang lebih baik di masa depan. Sehingga permasalahan ini mendorong peneliti
untuk melakukan penelitian dengan judul “Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesadaran
Masyarakat Tentang Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano
Selatan”.
2. Metode
Bagian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Metode deskriptif bertujuan untuk merumuskan masalah yang
membantu peneliti mengeksplorasi dan memotret secara menyeluruh, luas, dan mendalam
mengenai situasi sosial yang diteliti. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bogdan dan Taylor
yang dikutip oleh Lexy J. Moleong, pendekatan kualitatif adalah suatu prosedur penelitian
yang menghasilkan data deskriptif, baik dalam bentuk kata-kata tertulis maupun lisan, yang
berasal dari orang-orang serta perilaku yang diamati. Pendekatan ini berfokus pada
pemahaman fenomena berdasarkan pengalaman subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi,
minat, motivasi, dan tindakan, dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata dan
bahasa. Tujuan dari pendekatan kualitatif ini adalah untuk memperoleh informasi yang
komprehensif mengenai Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
tentang Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan.”
Menurut Sugiyono (2022), penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan
untuk meneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data bersifat induktif, dan hasil
penelitian leboh menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam
rentang waktu selama kurang lebih tiga bulan, yaitu di mulai Dari Desember sampai dengan
bulan Februari 2026.
3. Hasil dan Pembahasan
Upaya Pemerintah Kelurahan Tounsaru dalam meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap kebersihan lingkungan menunjukkan kesesuaian dengan teori yang ada. Berdasarkan
teori peran, peran merupakan aktivitas atau tindakan yang dijalankan oleh individu atau
lembaga sesuai dengan posisi atau status tertentu dalam masyarakat, serta terkait dengan
norma dan harapan masyarakat terhadap individu atau lembaga tersebut. Kenyataannya,
pemerintah kelurahan menjalankan perannya melalui sosialisasi, pemberian imbauan, serta
pelaksanaan kegiatan rutin seperti program “Jumat Bersih” yang melibatkan masyarakat secara
langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kelurahan bertindak sesuai dengan harapan
masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, sehingga teori peran sangat relevan dengan
praktik yang terjadi di lapangan. Selain itu, teori pemerintah menurut R. Mac Iver menjelaskan
bahwa pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dan
mengarahkan masyarakat, berfungsi memimpin, mengatur, serta menciptakan kondisi agar
masyarakat dapat hidup tertib dan sejahtera. Dalam praktiknya, pemerintah Kelurahan
Tounsaru berperan sebagai regulator dan motivator melalui berbagai program kebersihan, serta
bekerja sama dengan organisasi masyarakat seperti PKK untuk memantau kebersihan hingga
tingkat rumah tangga.
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat Kelurahan Tounsaru, diketahui bahwa
sebagian besar masyarakat telah memiliki pemahaman mengenai pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat dalam kegiatan kerja bakti
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
197
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
serta kebiasaan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu, beberapa
masyarakat juga menunjukkan kepedulian dengan menegur warga lain yang membuang
sampah sembarangan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan
lingkungan. Kebersihan lingkungan merupakan kondisi yang mencerminkan ketertiban,
kesehatan, dan keindahan lingkungan hidup. Lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor
penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap
individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta
lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua orang.
Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat
dalam menjaga kebersihan lingkungan belum sepenuhnya merata. Masih terdapat sebagian
masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, misalnya dengan tidak
berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti atau masih membuang sampah sembarangan. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya fasilitas kebersihan serta masih
terbatasnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif dari pemerintah dalam
meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi yang berkelanjutan, pemberian
edukasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan, serta penyediaan sarana dan prasarana
kebersihan yang memadai.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang erat antara peran pemerintah dengan
tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program-program yang
dilaksanakan oleh pemerintah, seperti kegiatan kerja bakti, sosialisasi, serta ajakan untuk
menjaga kebersihan lingkungan, terbukti mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli
terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa
keaktifan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sangat berpengaruh terhadap
perilaku masyarakat. Ketika pemerintah aktif memberikan contoh, arahan, serta dukungan
kepada masyarakat, maka masyarakat akan lebih terdorong untuk berpartisipasi dalam
menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini juga terlihat dari adanya perubahan perilaku
masyarakat yang mulai lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan karena adanya dorongan
dan kerja sama dengan pemerintah kelurahan.
Selain itu, pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah melalui komunikasi yang baik
serta kerja sama dengan masyarakat juga turut memperkuat hubungan antara pemerintah dan
masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat
merasa lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung
jawab bersama.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Peran Pemerintah Kelurahan
Tounsaru dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan telah
dilakukan melalui sosialisasi, ajakan, dan program kerja bakti rutin seperti “Jumat Bersih”.
Usaha tersebut menunjukkan hasil positif karena sebagian masyarakat telah menunjukkan
kepedulian dan keterlibatan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun demikian,
pelaksanaan fungsi pemerintah belum sepenuhnya berjalan efektif karena masih ada
hambatan, seperti kurangnya fasilitas dan infrastruktur kebersihan serta partisipasi masyarakat
yang belum merata. Selain itu, penegakan kebijakan dan pemberian sanksi belum diterapkan
dengan tegas sehingga masih ada masyarakat yang kurang disiplin dalam menjaga kebersihan
lingkungan.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
198
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
Saran
a. Bagi Pemerintah
Pemerintah diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam mendorong kesadaran
masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, misalnya dengan memperbanyak
sosialisasi, memberikan edukasi secara berkelanjutan, serta menyediakan sarana dan
prasarana kebersihan yang memadai seperti tempat sampah dan layanan pengangkutan
sampah.
b. Bagi Masyarakat
Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam
menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta
aktif berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan seperti kerja bakti atau gotong royong
yang dilaksanakan oleh pemerintah kelurahan.
c. Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi atau rujukan dalam melakukan penelitian
yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, kesadaran masyarakat, serta peran
pemerintah dalam pengelolaan lingkungan di masyarakat.
5. Daftar Pustaka
Agustia, I., Bangun, B., Sitepu, A., Batee, H. I., Br, P. S., Kristiani, I., Ginting, B., Natalisa,
N., Sembiring, B., & Br, B. P. (2024). Pentingnya Kepedulian Masyarakat Desa
Sadaperarih Terhadap Kebersihan Lingkungan Desa. 2(2), 26712677.
Farihin, A., Hidayah, N., Fathoni, M., Primajati, G., Rusandi, H., & Helmiyatun. (2022).
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Lingkungan. Prosiding
Seminar Nasional UNIMUS, 2(1), 7582.
https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/semnas/article/viewFile/1033/1038
Hakim Fadhilah, Relynada, R., Erin, F., & Fadhillah, M. R. (2022). Implementasi Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup Terhadap Kebersihan Lingkungan Masyarakat. Angewandte Chemie
International Edition, 5(2), 11901200.
Hamdan, Rifani, D. N., Jalaluddin, A. M., & Rudiansyah. (2018). Pengelolaan Sampah
Secara Bersama: Peran Pemerintah dan Kesadaran Masyarakat. Paradigma, 7(1), 45
54.
Hardiana, D. (2018). Perilaku Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai
Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Brat. Jurnal Buana, 2(2), 495.
https://doi.org/10.24036/student.v2i2.98
Khairunnisa, Ilham Syahrul Jiwandono, Nurhasanah , Nurul Kemala Dewi, Heri Hadi
Saputra, T. L. W. (2019). Kampanye Kebersihan Lingkungan Melalui Program Kerja
Bakti Membangun Desa Di Lombok Utara. Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat,
2(2).
Manulu, R. B. B., & Nainggolan, A. P. (2024). Pentingnya Menjaga Kebersihan
Lingkungan Masyarakat di Desa Doulu Kabupaten Karo untuk Kesehatan. 03(01),
2430.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 194-199
E-ISSN: 3048-3093
199
Princess Chevania Runturambi et.al (Peran Pemerintah dalam Meningkatkan...)
Masrobi, Intan Valentina, Widodo Casraji Putra, Umi Hanni, Maulidiyanto, & Gusman, T.
A. (2022). Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya
Kebersihan Pantai Sarwajala. BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat,
2(2), 8794. https://doi.org/10.37874/bm.v2i2.375
Missouri, R., Annafi, N., Lukman, L., Khairunnas, K., Mutmainah, S., Fathir, F., &
Alamin, Z. (2023). Peningkatan Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Melalui
Pelatihan Pengelolaan Sampah. Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 91101.
https://doi.org/10.52266/taroa.v2i2.2617
Ongko, J. S., Phangestu, T., Rudianto, V., Batam, U. I., & Asuhan, P. (2021). Sosialisasi
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna meningkatkan kesadaran terhadap
lingkungan. 3, 635641.
Sahrul, A., Astika, R. R., Bandolan, A. T., Adur, V., Makassar, N., & Parangloe, K. (2023).
Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan di Desa
Belapunranga Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 4, 142149.
Salsa Bila, Nadila Wulandari, A. R. U. (2024). Analisis kesadaran masyarakat mengenai
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar jalan jenderal sudirman
penggung. Jurnal Sosial Dan Pengabdian Masyarakat Volume, 2, 96101.
Sipayung, R. F., Sinambela, H. W., Bernadetta, Y., Lovriyanti, T., Gultom, S., & Sri, N.
(2024). Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Lingkungan Sekitar Di
Desa Ajibuhara Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. 2(2), 26002606.
Toif Fadzoli, Rahayu Subekti, & Waluyo Waluyo. (2023). Dampak Kebijakan Pengelolaan
Sampah Sebagai Parameter Kinerja Pemerintah Dalam Bidang Lingkungan Hidup.
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 1(3), 2836.
https://doi.org/10.55606/eksekusi.v1i3.444
Yuliani, W. (2023). Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Taman
Kambang Iwak di Kota Palembang. 09(May), 11091114.