Dampak Minuman Keras (Tuak) Terhadap Ketertiban Masyarakat Desa Batunajagar, Kecamatan Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan
DOI:
https://doi.org/10.61476/h7c01m81Keywords:
Alcoholic Beverages, Public Order, Social Behavior, Community AwarenessAbstract
The purpose of this study is to determine the impact of alcoholic beverages (tuak) on public order in Batunajagar Village, Sijamapolang District, Humbang Hasundutan Regency, and to identify the factors influencing the disruption of social order caused by tuak consumption. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that excessive consumption of tuak has negative impacts on public order, including deviant behaviors such as fights, theft, noise disturbances, and damage to public facilities. In addition, it reduces the sense of safety and comfort within the community and disrupts social relationships among residents. The factors influencing these conditions include environmental influences, habitual behavior, lack of supervision, and low public awareness of the negative effects of alcoholic beverages. Therefore, active roles from the village government and the community are needed in supervision, guidance, and raising awareness to minimize the negative impacts of tuak consumption on public order
Downloads
References
Aliyah, S., & Kurniawan, B. (2022). Alkohol sebagai mekanisme pelarian psikologis dalam masyarakat pedesaan. Jurnal Psikologi Nusantara, 12(1), 55–67.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Pembaruan regulasi minuman beralkohol di Indonesia.
Berutu, Y. H., & Gea, I. (2024). Analisis dampak perilaku minum tuak di Desa Kuta Dame, Kecamatan Pakpak Bharat (Skripsi).
Dewi, N. L., & Sari, P. D. (2023). Dampak konsumsi minuman keras terhadap perilaku agresif remaja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 55–63.
Fentiana, N. (2020). Kebiasaan mengonsumsi tuak dan persepsi sehat masyarakat Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(3), 620–622.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.
Koeswanto, H. (2021). Modal sosial dan gangguan ketertiban dalam komunitas pedesaan. Jurnal Sosiologi Publik, 9(3), 201–214.
Lestari, R. (2021). Pengaruh tekanan kelompok terhadap perilaku konsumsi alkohol pada pemuda desa. Jurnal Perilaku Sosial, 8(2), 144–158.
Lonto, A. L. (2019). Students’ civic disposition through learning civics and pedagogical competences of high school teachers. Universal Journal of Educational Research, 7(12A), 35–41.
Lonto, A. L., Wungowa, A. T. P., & Rattu, J. A. (2022). Peran pemerintah desa dalam menanggulangi masalah penyalahgunaan minuman beralkohol produk lokal (Cap Tikus). Jurnal PPKn: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 10–19.
Lumbanraja, D., & Silalahi, R. (2023). Minuman keras tradisional dan dinamika sosial masyarakat lokal: Studi pada komunitas pedesaan Sumatera. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(1), 12–26.
Misra, S., & McKean, J. (2022). Exploring the social and cultural dynamics of traditional alcohol consumption in rural communities: A qualitative study. Journal of Health and Society, 15(3), 127–143.
Novera, N. (2021). Perilaku destruktif akibat konsumsi alkohol pada masyarakat pedesaan. Jurnal Kriminologi Nusantara, 4(1), 55–64.
Pangestuti, E. (2019). Minuman keras yang berpengaruh terhadap timbulnya kejahatan. Yustitiabelen, 5(1), 21–30.
Picauly, J. H. (2022). Pencegahan konsumsi sopi melalui kesadaran hukum masyarakat. Jurnal Hukum dan Sosial, 11(2), 77–85.
Purba, J. R., & Simbolon, M. (2024). Perilaku konsumsi alkohol dan pengaruhnya terhadap keamanan lingkungan pedesaan. Jurnal Sosial dan Budaya, 9(2), 101–115.
Purba, M. (2023). Penduduk dan struktur sosial dalam masyarakat desa. Graha Ilmu.
Putra, A. P., & Jayanegara, M. (2020). Dampak alkohol terhadap fungsi neuropsikologis masyarakat pedesaan. Jurnal Psikologi Indonesia, 9(2), 101–112.
Rahmadani, S., & Abdullah, M. (2023). Hubungan antara konsumsi alkohol dan tindakan kriminal ringan di daerah pedesaan. Jurnal Kriminologi Indonesia, 5(1), 23–35.
Rizal, M. C. (2021). Larangan mengonsumsi minuman beralkohol di Indonesia. Lembaga Studi Hukum dan Peradaban (LSHP).
Runturambi, R., Laheba, A., & Talanipa, M. (2017). Alcohol-related crime in Eastern Indonesia. Journal of Southeast Asian Criminology, 3(1), 45–58.
Safitri, R., & Sa’dudin, S. (2022). Standar halal dan toyyib dalam konsumsi minuman tradisional. Jurnal Halalan Thayyiban, 6(1), 12–19.
Siregar, M. (2020). Dampak konsumsi minuman beralkohol terhadap kesejahteraan keluarga. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(2), 99–108.
Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Tindaon, S., & Hutagalung, A. (2024). Pola konsumsi tuak dan implikasinya terhadap konflik sosial masyarakat Batak Toba. Jurnal Antropologi Nusantara, 6(2), 144–160.
Wardhani, A. P., & Yusuf, R. (2022). Pengaruh konsumsi alkohol terhadap ketertiban umum: Studi kasus wilayah Timur Indonesia. Jurnal Ketertiban dan Keamanan, 4(3), 77–89.
Woran, V. M., Pangalila, T., & Rattu, J. (2024). Upaya orang tua dalam membina karakter disiplin anak usia sekolah di Desa Maulit Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal PPKn: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 52–60.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Helen Mona Romaito Pakpahan, Apeles Lexi Lonto, Theodorus Pangalila (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










