Analisis Yuridis Perhitungan Pesangon bagi Pekerja yang Terkena Pemutusan Hubungan Kerja dengan Alasan Efisiensi
DOI:
https://doi.org/10.61476/08r35k33Keywords:
layoffs, efficiency, severance pay, employment, legal protectionAbstract
Termination of employment (PHK) for efficiency reasons is a crucial issue in employment practices in Indonesia, particularly regarding the fulfillment of workers' rights, particularly severance pay. This study aims to legally analyze the severance pay calculation mechanism for workers laid off due to efficiency, referring to the provisions of Law Number 13 of 2003 concerning Manpower, as amended by Law Number 6 of 2023 concerning Job Creation, and its implementing regulations. The research method used is normative legal research with a statutory and conceptual approach. The data used consists of primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed qualitatively. The results show that the calculation of severance pay in cases of layoffs due to efficiency has undergone significant changes following the enactment of the new regulations, particularly regarding the amount of compensation received by workers. Under certain conditions, efficiency accompanied by company closure may result in different severance pay entitlements than efficiency without closure. Furthermore, the existence of derivative regulations, such as Government Regulation Number 35 of 2021, clarifies the scheme for providing severance pay, long-service awards, and compensation for rights. Further analysis shows that although the regulation provides a clear legal framework, its application remains open to multiple interpretations, particularly regarding the definition of efficiency and the justification for layoffs by employers. This has implications for potentially suboptimal legal protection for workers. Therefore, consistent interpretation and strengthening of the role of industrial relations dispute resolution institutions are needed to ensure legal certainty and justice for all parties.
References
Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 45.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021). Putusan Nomor 91/PUU-XVIII/2020 perihal Pengujian Formil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jakarta: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MKRI.
Aizid, R. (2022). Hak-hak pekerja pasca UU Cipta Kerja: Panduan praktis bagi pemberi kerja dan karyawan. Yogyakarta: Laksana.
Ardiyanto, R., & Santoso, B. (2021). Analisis yuridis pemutusan hubungan kerja karena alasan efisiensi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Jurnal Hukum Lingkungan dan Ketenagakerjaan, 1(2), 145-160.
Asyhadie, Z., & Kusuma, R. (2023). Hukum ketenagakerjaan dalam rezim Undang-Undang Cipta Kerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Fadhli, Y. Z. (2020). Perlindungan hak-hak pekerja dalam mekanisme pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 17(2), 350-372.
Hamidi, J., & Mutia, R. (2021). Hukum hubungan industrial di Indonesia. Malang: Setara Press.
Hasmirati, H. (2022). Analisis perhitungan pesangon bagi pekerja yang terkena PHK efisiensi: Studi komparasi UU No. 13 Tahun 2003 dan UU No. 11 Tahun 2020. Jurnal Hukum Modern, 8(1), 45-58.
Husni, L. (2021). Pengantar hukum ketenagakerjaan Indonesia: Edisi revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Lestari, T. P., & Wijayanti, A. (2024). Problematika pembuktian alasan efisiensi dalam perselisihan pemutusan hubungan kerja di Pengadilan Hubungan Industrial. Jurnal Kertha Patrika, 46(1), 89-104.
Manulang, S. H. (2020). Pokok-pokok hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nugroho, A. S. (2021). Omnibus Law: Transformasi hukum ketenagakerjaan dan implikasinya terhadap kesejahteraan buruh. Surabaya: Airlangga University Press.
Priyono, E. A. (2022). Tinjauan yuridis mengenai pesangon dalam perjanjian kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 234-248.
Putra, I. B. G. A. (2023). Analisis yuridis penafsiran "efisiensi" sebagai alasan pemutusan hubungan kerja pasca penetapan UU Cipta Kerja. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(2), 312-325.
Sitorus, M. (2021). Perlindungan hukum bagi tenaga kerja atas hak pesangon karena efisiensi perusahaan. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 8(3), 567-578.
Sutedi, A. (2022). Hukum perburuhan: Edisi terbaru pasca Omnibus Law. Jakarta: Sinar Grafika.
Triyono, T. (2020). Tantangan hubungan industrial dalam masa transisi hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(4), 511-525.
Wicaksono, G. (2021). Analisis ekonomi terhadap hukum pesangon di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wijayanti, A. (2021). Hukum ketenagakerjaan pasca UU Cipta Kerja. Jakarta: Sinar Grafika.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Restu , Singgih (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








